Mediasi: Sejarah dan Perkembangannya

Berikut ini adalah review atas buku yang berjudul Strategi & Taktik MEDIASI. Buku ini ditulis olehH. Herri Swantoro, S.H., M.H. review ini dilakukan pada Bab 3.

Sejarah dan Perkembangan Mediasi

Lembaga damai/dading sebagaimana yang diatur dalam pasal 130 HIR/154 RBg. selama bertahun-tahun secara konseptual tidak mengalami perkembangan atau perubahan yang berarti. Di dalam praktik di pengadilan, lembaga tersebut secara formal juga menjadi bagian dari proses persidangan perdata.

Berdasarkan hasil/kesimpulan dari Rapat Kerja Nasional Terbatas Mahkamah Agung Republik Indonesia menjadi titik tolak dan landasan terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberdayaan Pengadilan Tingkat Pertama menerapkan Lembaga Damai (eks pasal 130 HIR/154 RBg.).

Sebagai penjabaran Rekomendasi sidang tahunan MPR Tahun 2000 agar Mahkamah Agung mengatasi tunggakan perkara, maka RAKERNAS Mahkamah Agung RI di Yogyakarta menerbitkan Sema No. 1 Tahun 2002. Dasar perundang-undangan yang dipakai adalah 130 HIR/154 RBg. Dan khususnya Pasal132 HIR/154 RBg.
Dengan berlakunya Sema No. 1 Tahun 2002 tersebut, maka secara konseptual telah terjadi perkembangan yang cukup signifikan terhadap lembaga perdamaian (khususnya) yang dilaksanakan di muka pengadilan. Akan tetapi, keberadaan Sema No. 1 Tahun 2002 tersebut tidak berumur panjang, karena pada tanggal 11 September 2003 Sema No. 1 Tahun 2002 dinyatakan tidak berlaku. Sebagai gantinya Mahkamah Agung menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 2 Tahun 2003 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Pada tahun 2008 Mahkamah Agung kembali menerbitkan PERMA No. 1 Tahun 2008 Pelaksanaan Mediasi di Pengadilan sebagai penyempurnaan dari Sema No. 1 Tahun 2002 dan Perma No. 1 Tahun 2003.

Pada awal tahun 2016, Mahkamah Agung kembali menerbitkan Perma No. 1 tahun 2016 mengenai Prosedur Mediasi di Pengadilan. Secara umum Perma ini merupakan penyempurnaan dari peraturan tentang mediasi sebelumnya. Secara lebih luas dalam Perma ini dibahas mengenai peraturan, tata kelola serta pengertian-pengertian baru mengenai mediasi.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *