PANDANGAN MAQAMAT DAN AHWAL

 

Para Sufi mempunyai cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. yang berbeda-beda antara Sufi satu dengan yang lainnya.Mereka menjalankan ketaatan dengan cara mereka sendiri-sendiri hal ini berdasarkan kata hati dan pelajaran-pelajaran selama hidup mereka yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.Perjalanan menuju Allah yaitu melalui proses maqamat dan ahwal.Maqamat jamak dari maqam yaitu tingkatan sedangkan Ahwal jamak dari hal yaitu keadaan.Maqamat dan ahwal muncul pada abad ke 1 Hijriyah.Seseorang yang yang berjasa dalam memperkenalkan maqamat dan ahwal yaitu Ali Bin Abi Thalib.Berdasarkan perkataan para sahabat pada saat para sahabat brtanya denga Ali tentang pengertian”IMAN”.Ali menjawab bahwa Iman yaitu”Taqwa,sabar,adil,dan jihad,ke 4 hal tersebut merupakan pondasi dari maqamat dan ahwal.

  1. Maqamat

Maqamat merupakan jamak dari maqam,menurut bahasa berarti kedudukan,tempat untuk berpijak oleh kedua kaki.Sedangkan menurut istilah maqam berarti posisi,tingkatan,maupun tahapan dalam mendekatkan diri keapada Allah.Maka dapat disimpulkan maqam yaitu suatu cara atau langkah yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

  1. Taubat

     Taubat menurut bahasa yaitu kembali,meminta pengampunan.Jadi taubat adalah jalan kembali kepada perintah dan menjauhi larangan untuk mendekatkan diri kepada Allah.Taubat merupakan pokok perjalanan yang mendasar atau pertama yang dipakai para Sufi untuk mendekatkan diri kepada Allah.Menurut para Sufi taubat ialah taubat yang sebenar-benarnya yaitu taubat yang tidak akan membawa dosa lagi.Taubat merupakan maqam pertama yang menjadi dasar.

Menurut Al-Qusyairi taubat adalah kembali dari sesuatu perbuatan yang dicela Allah syara’ menuju hal-hal yang dipuji syara.

  1. Zuhud

Zuhud atau asketisme secara bahasa berasal dari kata zahada yang artinya benci dan meninggalkan sesuatu.Secara istilah zuhud yaitu menjauhkan segala sesuatu yang berbau dengan dunia.Zuhud adalah menjauhkan atau meninggalkan sesuatu yang berbau dengan dunia dengan keinginan mendekatkan diri kepada Allah.

Zuhud dijadikan maqam sesudah maqam taubat.Zuhud terbagi dalam 3 tingkatan,pertama yaitu menjauhkan nafsu dunia agae terhindar hukuman di akhirat.Kedua yaitu menjauhi nafsu dunia dengan menimbang-nimbang amalan akhrat.Ketiga yaitu mengucilkan dunia karena hanya cinta kepada Allah.

  1. Fakir

Fakir secara bahasa artinya membutuhkan atau memerlukan.Fakir adalah kekuranga harta dalam menjalani kehidupan didunia.Dalam tasawuf faikir dijadikan maqaam sesudah maqam zuhud.Menurut Al-Ghazali fakir dibagi menjadi 2 yaitu fakir secara umum,yaitu hajat seseorang manusia kepada Tuhan-Nya.Fakir muqayyad(terbatas),yaitu kepentingan dunia yang belum dia dapatkan atau kekurangan tetapi yang dapat ditolong oleh sesama manusia.

  1. Sabar

Sabar menurut bahasa tasawuf yaitu keadaan jiwa yang kokoh,stabil,dan konsekuen dalam pendirian.Dalam hidup tentunya seseorang mengalami berbagai cobaan oleh kaerena itu harus menjalininya dengan sikap sabar.Kesabaran yang sempurna adalah tunduk sepenuhnya kepada Allah dengan menerima segala sesuatu yang diberi kepadanya.Allah member sesuatu pasti terdapat sebab tersendiri.Sabar merupakan kebaikan utama karena tasawuf membutuhkan kesadaran seseorang dalam .Dalam tasawuf sabar dijadikan maqam sesudah maqam fakir.

  1. Syukur

Syukur secara bahasa yaitu membuka dan menyatakan,sedangkan menurut istilah syukur adalah tidak berkeluh kesah tetapi tetap untuk lebih taat atas nikmat yang Allah berikan.Hikmah merupakan gabungan dari rasa sabar dengan syukur.Dengan meneladani sikap syukur membuat manusia lebih sadar dan lebih mengetahui nikmat,rahmad yang telah Allah berikan,baik nikmat senang maupun susah.

  1. Ridho

Ridho adalah menerima anugerah yang Allah berikan dengan rasa ikhlas dan tulus.Seseorang yang tertimpa suatu musibah pasti bisa melihat apa dampak positif baginya dengan demikian dia akan ridho dan berbaik sangka kepada Allah.Karena dia dapat melihat keagungan,kebesaran yang Allah beri sehingga tidak mengeluh dan tidak merasakan sakit atas cobaan tersebut.Hanya para ahli ma’arif dan mahabbah yang mampu bersikap seperti ini.Bahkan,mereka menganggap bahwa cobaan adalah nikmat yang diberikan Allah kepadanya.

contohnya ridho menerima umur panjang maupun pendek,sehat atau sakit,dan lain sebagainya.Akan tetapi manusia biasanya hanya puas dan ridho dengan hal-hal yang nkmat saja.Ridho merupkan maqam setelah maqam sabar.

  1. Tawakkal

Tawakal menurut bahasa yaitu bersandar atau mempercakan diri, dalam istilah yaitu biasa diartikan sikap bersandar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. tawakal merupakan gambaran keteguhan hati dalam menggantungkan diri hanya kepada-Nya.

  1. Ahwal

Ahawal bentuk jamak dari hal.Secara bahasa ahwal berarti sifat dan keadaan sesuatu.Secara istilah ahwal yaitu keadaan atau situasi yang dirasakan seorang Sufi ketika telah mencapai maqam tertentu.Ahwal tidak permanen merupakan kebalikan dari maqamat,kedudukan yang lebih permanen.Hal tidak dapat didapat dicapai dengan usaha,keinginan karena hal pergi dan datang tanpa diduga-duga.

Dengan begitu hal  ialah pemberian yang berasal dari Tuhan yang diberikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki. Diantara keduanya terdapat aneka hal.Maqam berlangsung lebih lama daripada hal.

Penjelasan tentang ahwal sebagai berikut:

  1. Muhasabah (Mawas)

Muhasabah ialah meyakini bahwa Allah mengetahui segala fikiran,perbuatan dan rasa dalam hati seseorang yang nmembuat seseorang menjadi takut,hormat,dan tunduk hanya kepadanya.Muhasabah dapat diartikan intropeksi diri dengan perbuatan yang sehari-hari dia lakukan.

  1. Muraqabah(Waspada)

Muraqabah yaitu adanya kesadaran diri bahwa dia selalu berhadapan dengan Allah dan selalu diawasi-Nya.Muraqabah juga dapat diartikan meyakini bahwa Allah mengetahui segala fikiran,perbuatan dan rasa dalam hati setiap orang yang membuat seseorang menjadi taat kepadanya.

  1. Hubb(Cinta)

Hubb artinya cinta,Yaitu cinta seorang hamba kepada Tuhannya.Kecintaan dan kerinduan kepada Allah adalah salah satu hal untuk menyatakan rasa kedekatannya kepada-Nya.Ajaran ini pertama kali diperkenalkan oleh Rabi’ah Al-Adawiyyah(185 H).

  1. Raja dan Khauf(Berharap dan Takut)

Menurut kalangan kaum Sufi raja’ artinya berharap atau optimis,yaitu perasaan senang hati karena menanti sesuatu yang diinginkan atau di senangi. Orang yang mempunyai harapan akan mendorongnya untuk berbuat ketaatan dan mencegah perbuatan menyimpang.

Khauf ialah perasaan hati karena membayangkan sesuatu yang di takuti,yang akan menimpa dirinya pada masa yang akan datang,.Khauf dapat mencegah seseorang ntuk dari perbuatan maksiat  dan mendorongnya untuk selalu taat kepada-Nya.Khauf dan raja’ saling berhubungan.

  1. Syauq(Rindu)

Syauq artinya rindu kepada Tuhan.Syauq ialah rasa rindu yang memancar dari kalbu karena gelora cinta yang murni.Perasaan inilah yang menjadikan para Sufi selalu merasa dekat dengan Allah yang menjadi segala sumberkenikmatan.Seorang Sufi selalu rindu untuk segera bertemu dengan Tuhan.Syauq muncul dari maqam cinta(hubb).

  1. Uns(Intim)

     Uns(intim) adalah keadaan jiwa dan seluruh ekspresi yang menuju satu titik yaitu Allah.Tidak ada yang diingat,dirasa kecuali Dia.Dalam pandangan kaum Sufi,sifat uns adalah sifat yang merasa selalu berteman,tidak pernah merasa sepi.Seorang Sufi akan merasa selalu mempunyai hubunyan dengan sang khalik.

Sumber:

Munir,Samsul. Ilmu Tasawuf. Jakarta: Amzah. 2012

Rusli,Risan, Tasawuf dan Tarekat. Jakarta: Rajawali Pers. 2012

 

 

Nama               : FARIDA APRILIA

NPM               : 1704040130

Kelas               : C

Prodi               : Ekonomi Syariah

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *