Akhlak, Moral, Etika Dan Etiket

1. Akhlak

Kata akhlak berasal dari bahasa Arab Khuluq yang jamaknya akhlaq. Menurut bahasa, akhlak adalah perangai, tabiat, dan agama. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata akhlak adalah budi pekerti, watak, dan tabiat. Menurut Al-Fairuzzabadi agama pada dasarnya adalah akhlak. Siapa pun yang memiliki akhlak mulia, kualitas agamanya pun mulia. Agama diletakkan di atas empat landasan akhlak utama,yaitu kesabaran, memelihara diri, keberanian, dan keadilan. Dapat disimpulkankan bahwa pengertian akhlak adalah sebagai suatu tingkah laku yang di lakukan secara spontan dan dilakukan berulang-ulang. Contoh: Sopan santun kepada orang tua. Dasar atau alat pengukuran yang menyatakan bahwa akhlak seseorang itu baik atau buruk adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam islam, akhlak memiliki posisi yang sangat penting. Akhlak diposisikan sebagai salah satu rukun agama Islam. Berdasarkan sifatnya, akhlak di bagi menjadi 2 bagian yaitu akhlak mahmudah (akhlak terpuji) dan akhlak mazhmumah (akhlak tercela). Tujuan dan manfaat mempelajari akhlak adalah menjembatani kerenggangan antara akhlak dan ibadah, mengetahui tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad SAW dan mengimplementasikan pengetahuan tentang akhlak dalam kehidupan .

2. Moral

Moral berasal dari bahasa latin mores, kata jama’ dari mos yang berarti adat kebiasaan. Dalam kamus bahasa Indonesia, kata moral ajaran tentang baik buruknya perbuatan dan kelakuan. Moral artinya sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, yang baik dan wajar, sesuai dengan ukuran tindakan yang oleh umum di terima, meliputi kesatuan sosial atau lingkungan tertentu. Dalam bahasa Indonesia, moral diterjemahkan sebagai susila. Menurut Bergen dan cornalia Evans menyebutkan bahwa moral merupakan sebuah kata sifat yang artinya berkenaan dengan perbuatan baik atau perbedaan antara baik dan buruk. Dapat disimpulkan bahwa pengertian moral adalah sebagai standar berperilaku yang patut dinilai masyarakat. Contoh: Menyesuaikan cara berpakaian kita dimana tempatnya. Moral hanya berlaku di masyarakat.

3. Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani Ethos yang berarti adat kebiasan. Membahas kebiasaan (perbuatan), tetapi bukan menurut arti tata-adat, melainkan tata-adab, yaitu berdasarkan intisari atau sifat dasar manusia, baik atau buruk. Jadi, etika adalah teori tentang perbuatan manusia dilihat dari baik dan buruknya. Dalam pelajarn filsafat, etika merupakan cabang dari ilmu filsafat. Etika sebagai ilmu pengetahuan, tidak berdiri sendiri. Sebagai ilmu yang membahas manusia, ia berhubungan dengan seluruh ilmu tentang manusia, seperti antropologi, psikologi, sosiologi, ekonomi, hukum dan lainnya.  Pengertian etika menurut filsafat adalah ilmu yang menyelidiki perbuatan baik dan buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh dapat di ketahui oleh akal pikiran. Dapat disimpulkan bahwa etika adalah ilmu yang mengkaji tentang perbuatan manusia.

4. Etiket

Istilah etiket berasal dari kata Prancis etiquette, yang berarti kartu undangan, yang lazim dipakai oleh raja-raja Prancis apabila mengadakan pesta. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah etiket berubah bukan lagi berarti kartu undangan yang dipakai raja-raja dalam mengadakan pesta. Pada ini istilah etiket lebih menitikberatkan pada cara-cara berbicara yang sopan, cara berpakaian, cara menerima tamu dirumah maupun di kantor dan sopan santun lainnya. Jadi, etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan. Dalam pergaulan hidup, etiket merupakan tata cara dan tata krama yang baik dalam menggunakan bahasa maupun dalam tingkah laku. Etiket didukung oleh berbagai macam nilai, antara lain:  nilai-nilai kepentingan  umum, kejujuran, keterbukaan dan kebaikaan, kesejahteraan, kesopanan, harga-menghargai, dan diskresi (discretion: pertimbangan). Dapat disimpulkan bahwa pengertian dari etiket adalah tata aturan pergaulan yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkahlaku pada anggota masyarakat tersebut. Manfaat beretiket yakni memupuk persahabatan, agar kita diterima dalam pergaulan dan untuk membina dan menjaga hubungan baik.

Sumber: Rosihon Anwar. Akhlak Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia. 2010.

                                    Nama : Sintawati  (1704040218)

                                    Kelas : ESY 1 C

                                    MK    : Akhlak Tasawuf

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *