AKHLAK, MORAL, ETIKA DAN ETIKET

AKHLAK, MORAL, ETIKA DAN ETIKET

ETIKA

Dari segi etimologi etika itu berasal dari bahasa Yunani, ethsos yang artinnya watakaatau adat. Kalau di kamus besar Bahasa Indonesia etika itu di artikan ilmu pengetahuan tentang asas asas akhlak. Dan dapat kita lihat etika itu dalam kebahasaan berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku manusia. Ada beberapa tokoh atau ahli yang mengemukakan pendapat tentang etika, yang pertama Ahmad Yamin ia berpendapat bahwa etika itu yang seharusnya dilakukan oleh manusia seperti menjelaskan arti baik dan buruk dan dapat juga menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya di perbuat. Yang kedua, Soegarda Poerbakawatja mengungkapkan etika itu sebagai nilai tentang baik buruk tentang nilai nilai itu sendiri. Yang ketiga Ki Hajar Dewantara menurutnya etika itu ilmu yang mempelajari soal kebaikan di dalam kehidupan manusia. Dari beberapa pendapat tokoh diatas etika dapat berhubungan dengan empat hal. Pertama, dapat kita lihat dari segi pembahasannya etika itu membahas perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Kedua dilihat dari segi sumbernya etika bersumber pada akal pikiran, maksudnya etika ia terbatas, dapat berubah, memiliki kekurangan, kelebihan dan sebagainya. Ketiga etika dilihat dari segi fungsinya, etika sebagai penilaian terhadap suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia yang perbuatan tersebut akan di nilai baik, buruk, mulia, terhormat dan sebagainya.keempat etika dilihat dari segi sifatnya yakni bersifat dapat berubah ubah sesuai zaman.

MORAL

Moral itu dari segi bahasa berasal dari bahasa Latin, Mores yaitu jamak dari kata mos yang artinya adat kebiasaan. Di dalam KBBI diartikan bahwa moral itu penentuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Dalam istilah moral itu yang di gunakan untuk menentukan batas batas dari sifat pendapat atau perbuatan yang dapat dikatakan benar, salah, baik, atau buruk. Sebenarnya etika dan moral itu dihubungkan satu dan lainnya kita dapat mengatakan bahwa etika dan moral sama sama membahas tentang perbuatan manusia untuk selanjutnya di tentukan posisi apakah baik atau buruk. Tetapi etika dan moral juga memiliki perbedaan, moral itu di pakai untuk perbuatan yang sedang di nilai sedangkan etika untuk untuk pengkajian niai yang sudah ada. Orang orang yang memiliki moral senantiasa akan jujur. Sekalipun tidak ada orang yang melihatnya, tindakan orang yang bermoral akan tidak berbuat kebohongan. Dalam kesadaran moral akan mencangkup tiga hal yaitu, pertama perasaan manusia manusia wajib atau harus untuk melakukan tindakan yang bermoral. Maksudnya orang yang memiliki kesadaran moral dalam bentuk perasaan wajib akan mau berusaha menegakkan kebenaran, kejujuran, keadilan dan kesamaan, walaupun tidak ada orang lain yang menyuruhnya. Sehingga ia siap menghadapi siapa saja yang coba coba menghalanginya. Kedua kesadaran moral berwujud rasional dan obyektif, maksudnya perbuatan yang secara umum dapat di terima oleh masyarakat, dapat di setujui atau di berlakukan secara umum. Ketiga kesadaran moral dapat muncul dalam bentuk kebebasan, maksudnya bebas dalam menentukan perilakunya di dalam nilai manusia itu sendiri.

Moral lebih menuju kepada suatu nilai atau hidup yang dilaksanakan oleh masyarakat. Orang yang bermoral akan dengan mudah dapat melakukan suatu perbuatan tanpa harus ada dorongan atau paksaan dari luar. Orang yang demikianlah orang yang memiliki kesadaran moral atau orang yang telah bermoral.

 

 

AKHLAK

Secara bahasa, akhlak berasal dari bahasa Arab jama’ dari bentuk mufrodnya khulqun yang menurut logat artinnya budi pekerti. Menurut istilah akhlak adalah kehendak dan tindakan yang sudah menyatu pribadi seseorang dengan kehidupannyasehingga sulit untuk di pisahkan. Sedangkan akhlak islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah, sengaja, mendarah daging dan sebenarnya yang di dasarkan pada ajaran islam.

Ruang lingkup akhlak islami

Pertama, akhlak terhadap Allah dapat di artikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya di lakukan oleh manusia sebagai makhluk ,kepada Tuhan sebagai khalik. Yang di maksud khalik itu karena Allah-lah yang menciptakan manusia, karena Allah yang telah memberikan perengkapan pancra indra berupa pendengaran, penglihatanakal pikiran dan hati sanubari, karena Allah yang telah menyediakan berbagai bahan dan sarana yang di perlukan bagi kelangsungan hidup manusia, seperti bahan makanan yang berasal dari tumbuh tumbuhan, air, udara, binatang dan sebagainya, karena Allah-lah yang telah memuliakan manusia dengan di berikannya kemampuan menguasai lautan dan daratan.

Kedua Akhlak terhadap sesama manusia, disini kita tidak boleh menyakiti sesama manusia bukan hanya dalam bentuk larangan negatif seperti membunuh, menyakiti badan, atau mengambil harta tanpa alasan yang benar,melainkan juga menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorang di belakangnya. Dan disini kita dianjurkan menjadi orang yang pandai mengendalikan nafsu amarah, mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan diri kita sendiri.

Ketiga Akhlak terhadap lingkungan, segala sesuatu di sekitar manusia baik binatang, tumbuhan, hewan maupun benda tak bernyawa.disini kita sebagai manusia untuk mampu menghormati proses peoses yang sedang berjalan, dan terhadap semua proses yang sedang terjadi. Setiap perusakan terhadap lingkungan harus di nilai sebagai perusakan pada diri manusia itu sendiri.

Oleh karena itu akhlak tidak salah apabila akhlak sering di terjemahkan dengan kepribadian.

ETIKET

Etiket berasal dari bahasa perancis yaitu etiquetee yang artinya sopan santun. Pertama Etiket tidak berlaku tidak ada orang lain atau saksi mata yang melihat. Contoh sendawa di saat makan melakukan perilaku yang di anggap tidak sopan. Namun hal itu tidak berlaku saat kita sendirian. Kedua bersifat relatif, contohnya yang di anggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan bisa saja di anggap sopan dalam kebudayaan lain. Ketiga hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja contohnya banyak penipu dengan maksud jahat berhasil mengelabui korbannya dengan tampilannya dan tutyr kata yang baik. Keempat etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan oleh mausia misalnya memberikan sesuatu kepada orang lain dengan menggunakan tangan kanan.

Perbedaan antara etika, moral, etiket dan akhlak adalah terletak pada sumber yang di jadikan patokan untuk menentukan baik dan buruk. Jika dalam etika penilaian baik buruk berdasarkan pendapat akal pikiran, dan pada moral dan etiket berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum dimasyarakat, maka pada akhlak ukuran yang di gunakan untuk menentukan baik dan buruk itu adalah Al-Qur’an dan Hadis.

Persamaannya iyalah sama sama membicarakan tingkah laku manusia dalam kehidupan dan terhadap Allah SWT.

NAMA            : TRI EKA WAHYUNI

NPM               :1702040095

PRODI            : EKONOMI SYARIAH (C)

REFERENSI     : Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf, Jakarta: Rajawali                                   Pers,2011

Mukhtar Hadi, Tasawuf, Yogyakarta: Aura Media, 2009

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *