Materi Akhlak Tasawuf

Dari materi yang saya dapat setelah UTS akan dijelaskan pada tulisan saya dibawah ini. Maqamat menurut saya adalah kedudukan atau posisi seorang hamba dihadapan Allah SWT berdasarkan usahanya untuk mendekatkan diri pada Allah, dan maqamat ini sifatnya tetap. Sedangkan ahwal adalah keadaan atau kondisi seorang hamba dengan Allah dan sifatnya  tidak tetap, berubah-ubah. Mendekatkan diri pada Allah harus melalui tahapan diantaranya : taubat, wara’, zuhud, fakir, sabar, tawakkal, ridho’, serta baqo’/fana.

Selanjutnya ittihad adalah apabila manusia sadar bahwa dirinya merupakan bayangan dari kekuasaan Allah dan penyatuan ini yang disebut dengan ittihad. Sedangkan hulul adalah jika seorang manusia yang telah mengosongkan hatinya melalui fana/baqo’, maka Tuhan akan memenuhi hatinya. Lalu, mengenai sejarah tasawuf di Indonesia sangat diwarnai oleh aspek tasawuf, dimana tasawuf mudah diterima oleh masyarakat karena cocok dengan latar belakang mereka, dan bersikap toleran terhadap perbedaan yang ada.

Tokoh tasawuf ialah Walisongo, merreka menyebarkan Islam dengan melakukan pendekatan tasawuf  dengan tujuan suapaya bisa diterima dengan mudah sehingga prosesnya bisa berjalan dengan damai.  Kemudian, aliran-aliran tasawuf dibagi menjadi tiga, yaitu aliran tasawuf akhlaqi ialah aliran yang berkonsentrasi pada perbaikan akhlak, aliran tasawuf amali ialah lebih menekankan memperbanyak ibadah sunnah, lalu aliran tasawuf falsafi ialah lebih menekankan aspek rasional yaitu dengan akal. Dalam tasawuf juga dikenal tarekat yang merupakan bagian dari tasawuf itu sendiri.

Tarekat sendiri berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti jalan,metode, atau tata cara. Jadi tarekat adalah perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara menyucikan diri untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Tarekat terbag menjadi dua yaitu, tarekat wajib yang amalannya bisa dilakukan dengan shalat, puasa, zakat dan haji bila mampu, serta tarekat sunnah yang amalannya bisa dilakukan dengan shalat sunnah, puasa sunnah, dzikir, dan membaca al-qur’an.

Sejarah perkembangan tarekat pada abad ke-9 dan ke-10 M berkembang pesat di Arab, Afghanistan, Persia, dan Asia Tengah. Tarekat tentunya beragam, berikut macam-macam tarekat yang ada di Indonesia. Pertama, tarekat Qadiriah didirikan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani. Kedua, tarekat Naqsabandiyah yang didirikn oleh Muhammad bin Bahaudin Al-Huaisi Al-Bukhari. Ketiga, tarekat Sadziliyah yang didirikan oleh Abdul Hasan Ali As-Syadzili.

Keempat, tarekatKhalwatiyyah yang didirikan oleh Imam Ahmad bin Isya Al-Muhajiri. Lalu kelima, tarekat Syattariyah didirikan oleh Abdul Rauf As-Syinkili. Selanjutnya, ada organisasi yang mewadahi tarekat-tarekat yang ada dan sudah diverifikasi dengan resmi yang disebut dengan JATMAN. Adapun aliran-aliran tarekat yang berkembang di Indonesia ialah tarekat Qadiriah, yang memiliki wilayah perkembangan di Irak, Syiria, Yaman, Turki, Mesir dan Asia. Ciri-ciri aliran ini yaitu dengan berdzikir, kasidah, rebana, dan adegan debus.

Lalu ada tarekat Naqsabandiyah, yang memiliki wilayah perkembangan sampai ke Asia Tenggara, Turki, India, dan Mekkah. Aliran ini lebih menekankan pada dzikir. Lalu ada tarekat Khalwatiyyah yang berkembang di kota Makassar. Ciri-ciri tarekat ini ialah memperbanyak amalan-amalan.

Berikut adalah manfaat yang saya dapatkan dari mempelajari akhlak tasawuf yaitu bisa lebih mengetahui lebih dalam mengenai Islam, yang ternyata masih banyak sekali hal-hal yang saya tidak ketahui tentang Islam itu sendiri. Dari sini saya juga belajar bagaimana akhlak yang baik di dalam Islam itu, serta pengertian tasawuf itu sendiri, juga cara supaya bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

Nama               : Annisa Nurbani Pasa

Npm                : 1704040110

Jurusan/Kelas  : ESY / D semester 1

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *