Macam-Macam Maqam dalam Tasawuf

Maqam artinya tingkatan/kedudukan. Yaitu suatu kedudukan hati atau kejiwaan mental seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karakteristik maqam didapatkan dengan usaha untuk lebih mendekatkan diri dengan Allah dan maqam bersifat permanen. Macam-macam maqam dalam tasawuf yang dijalani kaum sufi umumnya terdiri atas tobat, wara’, zuhud, faqr (fakir), sabar, rela(ridha), tawakal.

  1. Tobat

Tobat adalah menyadari kesalahan sepenuh hati dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Kebanyakan kaum sufi menjadikan tobat sebagai awal dijalan menuju Allah SWT. Dalam tasawuf tobat termasuk sebagai maqam pertama yang harus dilalui dan di jalani kaum sufi.

  1. Wara

Yaitu menjauhi segala hal yang belum jelas halal dan haramnya serta orang yang menjaga marwah (harga diri). Wara dibagi menjadi dua yaitu wara’ batin yaitu agar tidak masuk dalam hati mu terkecuali Allah ta’ala dan wara’ lahir hendaklah kamu tidak bergerak terkecuali untuk beribadah kepada Allah Swt.

  1. Zuhud

Sesudah makam wara’ dikuasai mereka baru berusaha menggapai maqam diatasnya yaitu maqam zuhud. Zuhud adalah maqam yang bertujuan menjauhkan diri dari apapun yang memalingkan kaum dari Allah SWT.

  1. Faqr (fakir)

Faqr adalah golongan yang telah memalingkan setiap pikiran dan harapan yang akan memisahkan dari Allah dan penyucian hati secara keseluruhan terhadap apa yang membuat juh dari Tuhan.

  1. Sabar

Sabar adalah menahan diri dari napsu dan amarah.

  1. Rela (Ridha)

Rela (Ridha) berarti menerima dengan rasa puas terhadap apa yang dianugrahkan Allah SWT.

  1. Tawakal

Tasawuf menjadikan maqam tawakal sebagai wasilah atau sebagai tangga untuk memalingkan hati manusia agar tidak memikirkan keduniaan serta apa saja selain Allah.

Maqam adalah tingkatan seseorang hamba dihadapan-Nya tidak lain merupakan kualitas kejiwaan yang bersifat tetap. Maqam ini bertujuan untuk melihat seberapa besar amal ibadah seorang manusia dihadapan Allah SWT. Sehingga manusia tersebut dapat mencapai kesempurnaan dalam beribadah dan beramal.

Seseorang tidak dapat beranjak dari satu maqam ke maqam lain sebelum ia memenuhi semua persyaratan yang ada pda maqam tersebut. Sebagaimana digambarkan oleh Al-Qusyairia bahwa seseorang yang belum sepenuhnya qanaah tidak bias mencapai tawakal barangsiapa yang belum sepenuhnya tawakal tidak bias sampai pada taslim barang siapa yang belum sespenuhnya taubah tidak bisa sampai inabat dan barangsiapa yang belum sepenuhnya wara’ tidak bisa mencapai wujud begitu seterusnya.

 

Sumber : Drs.H. Ahmad Bangun Nasution,M.A. Dra. Hj. Rayani Hanum Siregar,M.H.,2013, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta

Nama   : Devi Septa Viani

NPM    : 1704040183

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *