Ahwal dan Maqamat dalam Tasawuf

 

   AHWAL DAN MAQAMAT

Ahwal jamak dari hal yang berarti keadaan, yaitu keadaan hati yang dalam oleh para sufi dalam menempuh jalan untuk dekat kepada Tuhan. Ahwal juga dapar di artikan situasi kejiwaan yang diperoleh seorang sufi sebagai karunia Allah SWT, bukan dari hasil usahanya. Ahwal adalah keadaan mental seperti sedih, senang, takut, dan sebagainya. Dapat juga di artikan sebagai situasi spiritual. Sebagai anugerah dan karunia dari Allah SWT kepada hati para penempuh jalan spiritual. Ahwal atau hal, merupakan anugerah dan rahmat dari Tuhan yang bersifat sementara, datang dan pergi bagi seorang sufi dalam perjalannya mendekati sang Pencipta.

Ahwal merupakan anugerah Tuhan yang di berikan kepada seorang sufi, yang keberadaannya tidak tetap (terkadang datang sejak lama kadang pula sekejap). Walau merupakan karunia, tetap di perlukan usaha dengan amal baik untuk memperolehnya.

Abu Nasr As-Sarraj berpendapat tentang 10 ahwal menurutnya yaitu :

  1. Muraqabah : usaha merasakan kedekatan dengan Allah SWT (Mawas)
  2. Qurb : dengan dengan Allah SWT
  3. Mahabbah : cinta kepada Allah SWT
  4. Kahwf : takut kepada Allah SWT
  5. Raja’ : mengharap kepada Allah SWT
  6. Syawq : rindu kepada Allah SWT
  7. Uns : merasa gembira dalam ingat kepada Allah SWT
  8. Tuma’ninah : merasa tentram dalam ingat Allah SWT
  9. Musyahadah : menyakasikan dengan hati kepada Allah SWT
  10. Yaqin : percaya yang sesungguhnya kepada Allah SWT

Maqamat adalah jamak dari maqam yang berarti kedudukan, tingkatan (station) atau kedudukan dan tahapan dalam mendekatan diri kepada Allah SWT. Arti dasar dari maqam adalah “tempat berdiri”, dalam terminologi sufistik berarti tempat atau martabat seorang hamba di hadapan Allah pada saat ia menghadap-Nya.

Maqamat merupakan proses training melatih diri dalam hidup kerohanian (riyadhah), memerangi hawa nafsu (mujahadah) dan melepaskan kegiatan dunia untuk semata-mata berbakti kepada Allah SWT.

Evelyn Underhill menguraikan jalan mistik sebagai jalan yang di lewati oleh salik menuju yang Ilahi. Langkah-langkah dalam proses itu adalah :

  1. Bangkitnya kesadaran (awakening);
  2. Pembersihan (purification);
  3. Penerangan (ilumination);
  4. Malam gelap jiwa (the dark night state);
  5. Kesadaran bersatu (the unitive state).

Perlu ditegaskan bahwa ahwal dan maqamat merupakan pekerjaan hati (Amal Al-Qulub). Para ahli tasawuf tidak selamanya memberikan angka dan susunan yang sama tentang station-station (maqamat) ini.

Al-Qusyairi dalam magnum opusnya menjabarkan maqamat dalam taubat – wara’ – zuhud – tawakal – sabar – ridha.

Adapun perbedaan maqam dan hal, secara normatif adalah pertama, merupakan hasil usaha serius dan intensif sesorang, dan yang kedua merupakan dari pemberian dan anugerah Allah semata.

 

sumber : Drs. Jumantoro, Totok M.A. dan Drs. Amin Munir, Samsul M.Ag.. Kamus Ilmu TASAWUF. Amzah.

Yang Tak Kalah Menarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *