Tahun Berduka untuk Nabi Muhammad

Sakit yang diderita Abu Thalib semakin parah, dan sampai meninggalnya Abu Thalib pada bulan Rajab tahun ke sepuluh dari nubuwah beliau meninggal tiga bulan sebelum wafatnya Khadijah. Meninggalnya beliau masih dalam keadaan memegang agama jahiliyah. Abu Thalib adalah kerabat dan orang terdekatnya. Abu Thaliblah yang mengasuh Nabi sejak berusia 8 tahun. Saat sang kakek meninggal hingga Nabi berusia 40-an tahun. Beliau yang telah membela Nabi Muhammad dari kaum-kaum Quraisy yang akan membunuh dan menghentikan dakwah Nabi Muhammad saw.

Dalam Ash-Sahih disebutkan dari Al-Mussayab bahwa saat ajal menghampiri Abu Thalib Nabi menemuinya yang saat itu ada Abu Jahal yg bersamanya.

“wahai paman ucapkanlah la ilaha illallaah, satu kalimat yang dapat kau hujjah di sisi Allah” beliau bersabda.

Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah menyela “wahai Abu Thalib, apa engkau tidak menyukai agama Abdul Muthalib?” keduanya tidak pernah berhenti mrngucapkan kata-kata itu hingga akhirnya Abu Thalib berkata “ tetap berada pada agama Abdul Muthalib” ia enggan mengucapkan la ilaha illallaah.

Beliau bersabda “aku akan benar-benar memohon ampunan bagimu wahai paman selagi aku tidak di larang untuk melakukannya”. Kemudian beliau berkata lagi kepada Abu Thalib “ ucapkanlah la ilaha illallaah nanti akan ku persaksikan untukmu di hari kiamat”.

Lalu Abu Thalib menjawab “ kalau bukan khawtir di cela oleh orang-orang Quraisy. Mereka akan berkata, “Abu Thalib mengucapkan itu karena ia panik (menjelang wafatnya). Akan ku ucapkan itu agar membuatmu senang.

Abu Thalib adalah paman Nabi yang benar-benar menjadi benteng yang ikut menjaga dakwah islam dari ornag-orang yang sombong dan dungu. Tetapi, dia tetap berada pada agama leluhurnya, sehingga tidak mendapat keberuntungan. Di dalam ash sahih di sebutkan dari Al-Abbas bin Abdul Muthalib, dia berkata kepada Nabi “ engkau sangat membutuhkan paman engkau, karena dia telah melindungi engkau, sekalipun dia membuat engkau marah”. Dan Nabi bersabda, “ dia berada di neraka yang dangkal. Kalau tidak karena aku, tentu dia berada di tingkatan neraka yang paling bawah”

Dari Abu Sa’id Al-Khudri bahwa ia pernah mendengar bahwa Nabi bersabda “semoga syafaatku bermanfaat baginya pada Hari Kiamat nanti, sehingga dia diletakkan di neraka yang dangkal, hingga batas tumitnya saja”.

NAMA : ANNUUR KHADIJAH
NPM : 1704040111
SUMBER : Syaikh Shafyyurahman Al-Mubarakfuri. 2014. Sirah Nabawiyah. Jakarta. Pustaka Al-Kautsar.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *