Sikap Rasul kepada Aisyah Ketika Ada Berita Bohong Tentang Dirinya

Sesampai dirumah, Rasulullah SAW menemuinya seraya bersabda, “Bagaimana keadaan mu?” Aisyah balik bertanya, “apakah engkau mengizinkanku pergi kerumah orang tua ku?”

Setelah diizinkan, Aisyah menemui orang tuanya dan bertanya, “gosip apakah yang sengan merebak merebak dimasyarakat wahai ibu?”ummu ruman menjawab, “wahai putri ku, tenaglah dan bersabarlah atas ujian ynag sedang menimpamu”, aisyah pun berkata, “subhanallah, rupanya berita bohong ini benar-benar ada”.

Nabi lalu menemui Aisyah dan bersabda kepadanya “amma ma’dhi wahai Aisyah, telah ku dengar berita begini dan begitu tentang dirimu. Jika engkau bebas dari tuduhan tersebut, tentu Allah akan membebaskan mu. Sedangkan jika engkau telah melakukan suatu dosa, maka mohon ampunan dan bertaubatlah kepada Allah, karena jika seorang hamba mengakui dosanya, kemudian ia bertaubat kepada Allah, maka Allah akan mengampuni nya”.

Setelah rasulullah selesai berbicara, Aisyah menyekap air matanya, lalu berkata kepada Ayahnya, “Berilah jawaban Rasulullah tentang diriku wahai Ayah!”Abu Bakar As-Shiddiq kemudian berkata, “Demi Allah, aku tidak tau apa yang harus ku katakan kepada Rasulullah. Tidak ada keluarga Aisyah yang mengalami kasus seperti yang ku alami ini. Demi Alah, ini tidak pernah terjadi padaku masa jahiliyah, saat Allah belum disembah. Mengapa ini terjadi padaku pada masa islam.

Aisyah lalu berpaling keda Ibunya (Ummu Ruman) dan berkarta, “Berilah jawaban kepada Rasulullah tentang diriku wahai Ibu!” ia menjawab, “aku juga tidak tau apa yang harus ku katakan kepada Rasulullah

Akhirnya Aisyah berkata. Demi Allah, ku akui aku memang gadis remaja yang tidak banyak membaca Al-Qur’an, aku sudah tau dan mendengar berita ini, sampai-sampai kalian terusik dan mempercayainya. Jika kukatakan kepada kalian, ‘sesungguhnya aku bebas dari tuduhan itu’, padahal Allah memang tau bahwa aku bebas darinya, maka kalian pasti tidak akan percaya begitu saja kepadaku. Namun jika aku mengakui tuduhan itu, padahal Allah tau bahwa aku bebas darinya, kalian justru mempercayaiku. Demi Allah, aku tidak mendapat perumpamaan antara diriku dengan diri kalian, kecuali seperti perkataan Yusuf. “maka kebenaran yang baik maka itulah (kesabaran ku). Dan Allah sajalah yang dimohon .. terhadap apa yang kalian ceritakan”.

Aisyah RA berkata. “aku tidak menyangka bahwa Allah akan menurunkan wahyu yang berkaitan denganku. Diriku merasa tidak pantas untuk disinggung oleh Allah dalam firman-Nya. Meskipun demikian, aku tetap berharap Allah akan membebaskanku melalui mimpi Rasulullah. Demi Allah, Rasulullah tetap diam di tempatnya, dan seluruh keluarganya tidak ada yang keluar hingga Allah menurunkan wahyu yang berisi membebaskan ku. Kemudian terlepaslah beban yang mengganjalnya, maka keluarlah keringat-keringat seperti mutiara dari diri Rasulullah SAW, dan itu karena pengaruh wahyu yang turun pada beliau.

Kata pertama yang keluar dari mulut beliau saat itu adalah, “bergembiralah wahai Aisyah, karena sesunggguhnya Allah telah membebaskan mu,”

Ibunya berkata, “bangunlah dan hampiri beliau”. Aisyah menjawab, “demi Allah, aku tidak akan mneghampiri beliau dan tidak akan  mmemuji kecuali Allah”.

Nama             : Ida Nuraini

NPM              :1704040194

Kelas              : ESY D semester I

Sumber         : 12 Pahlawan Wanita Pada Zaman Rasulullah

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *