Maimunah binti Haris, Istri Rasul

Mimunah bin harist berinteraksi langsung sepenuh jiwa dan raganya dengan keberkahan kenerkahan yang turun kepada nabi muhammad saw serta upaya beliau dalam menyikapi kenyataan yang ada. Ia pun menunaikan sholat malam, berpuasa di siang hari, dan melakukan berbagai amal kebaikan, hingga nabi saw memberikan kesaksian atas keimannya sebagaimana kesaksian beliau bagi saudari-saudarinya. Betapa agung kesaksian ini. Kesaksian yang keluar dari rasullulah saw yang tidak berbicara menurut kemauannya sendiri.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “empat perempuan bersaudara; Maiminah, Ummul Fadhl, Salma, dan Asma binti Umais -saudari mereka seibu-adalah perempuan-perempuan beriman.”

Maimunah RA sangat bersemangat dalam menegakkan ketentuan hukum Allah, karena ia menyadari seyakin-yakinnya bahwa  ehidupan yang suci dan bersih hanya terwujud dalam naungan penerapan syariat Allah. Diriwayatkan dari Yazid, bahwa seorang kerabat Maimunah menemui Maimunah RA. Begitu mencium bau Khamar dari kerabatnya ini, Maimunah pun berkata “sungguh, jika kamu tidak keluar untuk menemui umat islam agar mereka mencambukmu, maka jangan pernah menemuiku lagi selamanya.

Pada mulanya rasul sakit saat berada dirumah maimunah. Begitu sakit beliau bertambah parah hingga tak sadarkan diri, istri-istri beliau bermusyawarah untuk melakukan ladud pada beliau.  pada waktu isya sakit beliau semakin parah, beliau tidak mampu keluar rumah sementara beliau meminta izin kepada istri-istri beliau agar di rawat di rumah aisyah ra dan beliau diizinkan. Begitu nabi semakin kritis dan sakit beliau semakin parah, beliau meminta izin pada istri-istri beliau agar beliau di rawat di rumah aisyah dan mereka pun mengizinkan beliau. Rosullulah wafat dan kota madinah pun menjadi gelap gulita semuanya kareana duka atas wafatnya beliau, maimunah dirundung kesedihan mendalam atas kepergian beliau untuk selamanya hingga membuat hatinya nyaris hancur berkeping keping, akan tetapi ia dapat menerima keadaan ini penuh ketawakalan demi menggapai keridhaan Allah dan pahala serta balasan bagi orang-orang yang sabar cukup baginya bahwa nabi saw wafat dalam keadaan ridha kepadanya.

Disadur dari Syekh Mahmud Al-mishri, Biografi Shahabiyah Nabi saw., (Solo:Maktabah As-shafa,2016) hlm. 286-287.

NAMA : SHINTA NUR KHASANAH

NPM : 1702040086

KELAS : ESY D SEMESTER 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *