Kisah Maimunah binti Al-Harits

Nabi SAW datang bersama sahabat-sahabat beliau untuk menunaikan umroh qadha. Kemudian, terjadilah pernikahan yang di berkahi ini. Nabi SAW menikahi perempuan yang beruntung ini, Maimunahbinti al-harits, setelah beliau menyelesaikan umroh qadha. Setelah pelaksanaan pernikahan yang penuh berkah ini selesai, maimunah memasuki rumah kenabian untuk menjadi salah satu ummul mu’minin. Sungguh agung kemuliaan ini dan tidak ada lagi kemuliaan lagi setelahnya.

Maimunah ummul mu’minin memasuki madinah al-munawarah dipenuhi perasaan bahagia yang tidak dapat disertai dengan kebahagiaan lainnya, hingga hatinya seolah sedang memeluk bintang-bintang dilangit. Ia melangkahkan kakinya ke pintu kamar yang telah di sediakan Nabi SAW untuknya. Kamar yang menebarkan keharuman iman hingga kemudian tersebar keseluruh alam. Itu hanyalah sebuah kamar yang begitu sederhana dan hanya sekedarnya namun dinding-dindingnya dibangun diatas pondasi ketakwaan.

Maimunah menjalankan kehidupannya dalam naungan rumah kenabian dengan mempelajari berbagai kebaikan secara langsung dari Nabi SAW. Iapun mengambil pelajaran dari tuntunan, petunjuk, akhlak, dan ilmu beliau. Maimunah berinteraksi langsung sepenuh jiwa dengan keberkahan-keberkahan wahyu yang turun kepada Nabi SAW serta upaya beliau menyikapi kenyataan yang ada. Ia pun menunaikan sholat malam, berpuasa siang hari, dan melakukan berbagai amal kebaikan, hingga nabi memberikan kesaksian atas keimanan sebagaimana kesaksian bekiau bagi saudari-saudarinya. Betapa agung kesaksian yang keluar dari Rasulullah yang tidak berbicara kepada kemauannya sendiri.

Disadur dari.buku Biografi Shahabiyah Nabi SAW. 2005.hlm281-286.

NAMA: MA’RIFATUS SA’DIAH
NPM: 1702040050
KELAS: ESY 1 D

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *