Kasih Sayang Rasul kepada Abu Bakar

Suatu ketika Abu Bakar menghampiri Rasulullah dan mengucapkan salam. Dia berkata, “Sesungguhnya saya memiliki masalah dengan Umar Bin Khaththab dan saya tergesa-gesa mengecam perbuatannya. Kemudian saya menyesali apa yang telah saya lakukan, dan saya meminta kepadanya untuk memberi maaf kepada saya, namun dia menolaknya. Maka kini saya datang menemuimu.” Rasulullah bersabda, “Allah akan mengampunimu, wahai Abu Bakar –dia mengucapkannya sebanyak tiga kali-.”

Kemudian Umar menyesali atas apa yang dia lakukan. Dia kemudian datang ke rumah Abu Bakar, namun dia tidak mendapati Abu Bakar di rumahnya. Lalu dia datang ke rumah rasulullah. Melihat kedatangan Umar, wajah Rasulullah berubah karena marah, hingga Rasulallah merasa kasihan, dan dia berlutut. Dan kemudian dia berkata, “Wahai Rasulullah, saya telah melakukan kezhaliman kepadanya dua kali.” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah mengutus aku kepada kalian, dan kalian katakan ‘Kau berdusta, sedangkan Abu Bakar mengatakan dia adalah orang yang benar, dan dia mengorbankan jiwa dan hartanya untukku. Apakah  kalian akan menyia-nyiakan sahabatku.’” Setelah itu dia tidak pernah disakiti.

Kala itu ‘Uqail bin Abi Thalib pernah terlibat pertengkaran dengan Abu Bakar. Namun Abu Bakar memalingkan diri darinya karena dia merasa segan, karena ‘Uqail memiliki hubungan begitu dekat dengan Rasulullah. Dia melaporkan apa yang terjadi kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah berdiri di antara orang-orang yang hadir seraya bersabda, “Tindakkah kalian biarkan sahabatku tidak terganggu. Lalu apa urusan kalian dengannya? Demi Allah, tidak ada di antara pintu-pintu ada dan cahaya. Demi Allah kalian mengatakan kepadaku: Kau dusta, dan Abu Bakar berkata: Kau benar. Kalian tahan harta kalian, namun dia berikan hartanya untuk membantuku, kalian merendahkan aku, namun dia mengikutiku.”

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang memanjangkan pakaiannya ke tanah dengan sombong, maka Allah tidak akan pernah melihat kepadanya pada hari Kiamat.” Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya salah satu bagian dari pakaian saya melorot kecuali jika saya talikan.”Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kau melakukan itu bukan karena sombong.”

Sedangkan hadits Abdur Rahman diriwayatkan oleh al-Bazzar, Rasulullah menunaikan shalat subuh. Kemudian dia menghadapkan wajahnya kepada para sahabatnya. Kemudian dia bertanya, “Siapa diantara kalian yang puasa hari ini?” Umar berkata, “Wahai Rasulullah, tidak berniat puasa semalam, maka saya berbuka hari ini.” Abu Bakar berkata, “Alhamdulillah saya semalam berniat puasa dan saya kini berpuasa.”

Rasulullah bertanya lagi, “Lalu adakah di antara kalian yang mengunjungi orang yang sakit?” Umar berkata,”Kita belum memasuki siang, lalu bagaimana kita bisa mengunjungi orang yang sakit?” Abu Bakar berkata, “Saya mendengar bahwa saudara saya Abdur Rahman bin ‘Auf sakit, maka sembari berangkat saya melewati rumahnya untuk melihat bagaimana kondisinya di pagi ini.” Rasulullah kembali bertanya, “Lalu siapakah di antara kalian yang memberi makan orang miskin pagi ini?” Umar berkata, “Kami shalat ya Rasulullah dan matahari belum terbit.” Abu Bakar berkata, “Saat memasuki masjid saya dapati seseorang meminta-minta. Saya dapatkan sepotong roti dari Abdur Rahman, saya ambil roti itu dan saya berikan kepadanya.” Rasulullah bersabda, “Kabar gembira bagimu dengan surga.” Kemudian Rasulullah mengatakan satu kata yang menbuat Umar ridha. Dan Umar mengatakan bahwa setiap kali dia menginginkan sebuah kebaikan dia selalu terkalahkan oleh Abu Bakar.

Di sadur dari Tarikh Khulafa’, Imam As-Suyuthi, PUSTAKA AL-KAUSAR, (Jakarta, 2005, Hlm. 58-60).

Nama : Hanin Nisa Rosdanina NPM : 1702040027 Kelas : Esy D

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *