Doa Nabi Muhammad untuk Islamnya Umar bin Khatab r.a.

 

 

 

Umar bin khatab di kenal sebagai orang yang menjaga kehormatanya dan memiliki watak yang tempramental. Setiap kali ia bertemu dengan orang muslim. Ia selalu memberikan siksaan yang berat kepada mereka, tak peduli apakah mereka orang lain atau keluarganya sendiri. Namun sebenarnya ini merupakan hal yang bertentangan dengan hatinya. Mengingat ia adalah orang yang mejaga kehormatan leluhurnya serta di tambah dengan ketabahan kaum muslim yang dengan tabah menerima setiap siksaan yang ia berikan kepada mereka, serta melihat keteguhan dalam memegang akidah yang mereka miliki. Umar bin khatab diam-diam juga mengakui bahwa apa yang di serukan islam adalah ajaran yang baik bahkan tidak ada yang lebih baik serta lebih agung dari yang lain. Hal ini cukup membingungkan beliau yang seorang ahlul kitab, hingga beliau menjadi lemah sendiri. Begitulah penuturan Muhammad Al-Gazali.

Di ceritakan pada suatu malam, umar bin khatab merasa resah dan ingin keluar rumah untuk sekedar menghirup udara segar, umar berjalan tak tentu arah, dia hanyya mengikuti fikiran dan hatinya, hingga tiba-tiba kakinya terhenti di dekat baitul-haram. Awalnya umar merasa biasa saja namun juga merasa penasaran pada yang ada di dalam. Umar menyibak kain yang menutup ka’bah, dan dilihatlah nabi yang sedang berdiri melaksanakan salat, yang saat itu sedang membaca surrah al-haqqah. Umar pun merasa penasaran dan menyimmak bacaan nya al-qur’an tersebut dan merasa takjub akan isi dari bacaannya. “demi allah tentunya ini adalah syair yang  sering di ucapkan orang-orang Qurais.”Katanya dalam hati.

Mendengar suara hati umar  Nabi muhammad kembali membaca ayat.

Yang artinya.

“sesungguhnya al qur-an adalah benar-benar wahyu allah(allah yang menurunkan) rasul yang mulia dan al-qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair.sedikit sekali kalian beriman kepadanya.” (Q.S Al-Haqqah :40-41 )

Lalu umar kembali berkata dalam hati “kalau begitu ucapan tukang tenung”.

Nabi pun kembali menjawab.

“dan, bukanlahlah pula perkataan tukang tenun, sedikit sekali kalian menggambil pelajaran dari-nya. Ia adalah wahyu allah yang diturunkan dari Robb seluruh alam.”

Ternyata kejadian ini telah menanam benih- benih keislaman di dalam hatiseorang umar bin khatab. Namun karna kepercayaan yang kuat serta pengagungannganya terhadap agama leluhur masih menutup  perasaan yang ada dalam hatinya terhadap agama islam, dan masih tetap memusuhi rasullullah.

Sebelum umar bin khatab masuk islam, ternyata nabi telah berdoa kepada Allah SWT. untuk memilih yang satu dari dua yang  paling allah cintai antara abu jahal bin hisyam, dengan umar bin khatab untuk di islamkan. Ternyata allah menjawab doa Nabi muhammad SAW. Dan allah lebih mencintai umar bin khatab, yang pada waktu selanjutnya umar bin khatab menjadi pendukung setia nabi serta khalifah ke dua setelah wafatnya nabi Muhammad SAW.

Setelah mengalami pergolakan yang panjang dalam hatinya serta prinsip prinsip leluhur yang harus di lawan, akhirnya umar bin khatab memutuskan untuk memeluk agama islam, pada bulan dzulhijah pada tahun ke enam dari nubuwah, tepatnya tiga hari setelah keislaman hamzah bin abdul mutalib.

 

 

Nama              : Tika Nur Qifaya

Jurusan          : Esy (kelas D)

Npm                : 1704040167

Referensi        : SIRRAH NABAWIYAH

Dosen              : M.Nasrudin

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *