Cinta Pertama dalam Islam: Rasul kepada Aisyah

Pada waktu Khadijah binti Khuwalid wafat,yaitu tahun kesepuluh dari kenabian, Nabi Muhammad sangat berduka, karena Khadijah adalah penopang utamanya dalam memperjuangkan Islam. Setelah kesedihannya sedikit berkurang, beliau berkunjung kerumah Abu Bakar bin Quhafa, dan dilihatnya Aisyah dirumah tersebut. Beliau pun bersabda kepada Ibunya : “wahai Ummu Ruman, jagalah putrimu baik-baik dan rawatlah ia untukku.”

Aisyah adalah putri yang disayangi oleh keluarganya.suatu hari Nabi Muhammad SAW berkunjung kerumah Abu Bakar dan dilihatnya Aisyah sedang menangis dibelakang pintu, maka Nabi bertanya, “ Apa yang terjadi denganmu wahai Aisyah?” kemudian Aisyah menjawab “Ibuku wahai Rasulullah”. Nabi pun ikut meneteskan air mata dan menemui Ummu Ruman seraya bertanya kepadanya, “Bukankah aku telah berwasiat kepadamu agar menjaga Aisyah dengan baik?” Ummu Ruman berkata, “Ya Rasulullah, telah sampai berita kepada Abu Bakar tentang aku, dan itu membuatnya marah.”

Pada pagi menjelang siang, Khaulah binti Hakim, istri Utsman bin Mazh’un bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah mengapa engaku tidak menikah?” Rasulullah balik bertanya “Dengan siapa?” Khaulah menjawab “Jika engkau mau pula, bisa yang sudah janda.”. Rasulullah lalu bertanya “ siapa yang gadis dan siapa pula yang janda?” Khaulah menjawab “ Yang masih gadis adalah putri Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq.sedangakan yang janda adalah Saudah binti Zam’ah yang telah beriman dan mengikutimu.” Beliau bersabda “ kalau begitu pergilah dan sampaikanlah niatku ini kepada mereka berdua.”dan Kaulah binti Hakim menemui Ibu Aisyah dan membicarakannya.

Kemudian Rasulullah Saw mmenikahi Aisyah dengan dengan 400 dirham dan terjadi pada bulan syawal tahun kesepuluh dari kenabian.pada saai itu Aisyah baru berusia enam tahun, dan saat itu Nabi SAW telah hijrah ke Madinah dengan membagun masjid serta rumah-rumahnya, maka beliau mengutus Zaid  bin Haritsah membawa istrinya Ummu Aiman dan putranya Usamah bin Zaid.dan Abu Rafi’ membawa Fatimah, Ummu Kultsum, serta Saudah binti Zam’ah RA.dan para sahabat selalu menunggu hari Aisyah untuk memberikan hadiha kepada Nabi, ini sempat menimbulkan rasa cemburu di hatiistri-istri beliau yang lain.

Dari Anas bin Malik berkata : “Cinta pertama dalam Islam adalah cinta Nabi kepada Aisyah.”{H.R. at-Tirmidzi}. Nabi Muhammad SAW pernah berkata kepada Aisyah “ Aku tahu kadang-kadang engkau ridha kepadaku, dan kadang-kadang engkau marah kepadaku.” Aisyah lalu bertanya, “Dari mana engkau tahu itu, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “ Jika engkau sedang ridha kepadaku maka engkau akan berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Muhammad,’ sedangkan jika engkau sedang marah kepadakumaka engaku akan berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Ibrahim.’ ”Aisyah pun berkata, “Baik, demi Allah, aku tidak akan menyebut selain namamu.”

 

Nama     :  Devi Eka Putri

NPM     : 1702040015

Disandur dari buku Abdul Aziz Asy-Syanawi, 12 Pahlawan Wanita Zaman Rasul ( Jakarta : Najla Press, 2007).hlm.47.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *