Akhlak Rasulullah Terhadap Bilal bin Rabah

 Bilal bin Rabah adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Bilal adalah seorang budak dari Afrika. Beliau merasakan kerasnya hidup seperti orang-orang musyrik yang lebih berat dari siapa pun. Berbagai macam kekerasan, siksaan, dan kekejaman mendera tubuhnya. Pada suatu ketika, Abu Bakar Radhiallahu’anhu mengajukan penawaran kepada Umayyah bin Khalaf untuk mempekerjakan Bilal kepadanya.

Kemudian Abu Bakar memberi tahu Rasulullah bahwa ia telah mengambil sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkerama para penyiksanya. Dan Rasulullah berkata kepada Abu Bakar. “ kalau begitu, biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya wahai Abu Bakar”.

Dan kemudian Bilal tinggal di Madinah dengan tenang tanpa gangguan dan usikan dari kaum Quraisy karena beliau sudah jauh dari mereka yang kerap menyiksanya. Bilal selalu mengikuti Rasulullah Shalallahu ‘alahi wasallam kemana pun beliau pergi untuk shalat maupun pergi untuk berjihad. Ketika Rasulullah membangun Masjid Nabawi di Madinah dan menetapkan azan, pada saat itu Bilal lah orang pertama yang diajukan Rasulullah untuk mengumandangkan azan (muazin).

 

Kesimpulannya :

Akhlak Rasulullah terhadap salah satu sahabatnya ini yang bernama Bilal bin Rabah, beliau sangat memuliakan Bilal disaat ia selalu terhina  hanya karena ia budak dari Afrika. Dan akhlak Rasulullah sangat baik dan lembut, beliau adalah sosok yang mampu menguasai hati dan jiwa para sahabat, sehingga kecintaan mereka terhadap beliau jauh melebihi kecintaan mereka kepada suatu yang lain.

 

Nama : Ika Meliana

NPM  : 1702040031

Prodi  : Ekonomi Syariah (C)

Mata Kuliah : Akhlak Tasawuf

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *