Akhlak Rasull Kepada Abdulah Bin Umar Bin Khatab r.a

Abdullah bin Umar bin Khatab adalah ipar Nabi karena salah satu saudara kandungnya Hafsah binti Umar adalah istri Nabi. Abdullah adalah salah satu dari 4 orang yang bernama Abdullah dari kalangan sahabat terkemuka, sehingga ia disebut Ibadillah.

Nasab Abdullah bin Umar bin Khatab

Ayahnya adalah Umar bin Khatab, Khalifah ke dua, sahabat dan termasuk salah seorang sahabat yang terkemuka dalam bidang ilmu dan amal. Ia hijrah bersama ayahnya, Umar bin Khatab, dalam usia sepuluh tahun [632 M]. Ia juga ipar Rasulullah SAW karena saudari kandungnya yang bernama Hafsah binti Umar adalah istri Rasulullah SAW. Ia tampil sebagai seorang terpelajar di Madinah ketika kota tersebut bersama Basra memainkan peranan yang sangat menonjol sebagai kota-kota pusat pemikiran dan intelektualisme Islam setelah masa Nabi SAW. Ia mempelajari dan mendalami segi-segi ajaran Islam, khususnya satu bidang yang selama ini belum memperoleh perhatian yang serius, yaitu tradisi atau hadis rasulullah SAW. Madinah, sebagai tempat tinggalnya, memberinya inspirasi dan kecenderungan alami untuk mendengarkan, mencatat, dan mempertimbangkan dengan sangat kritis semua cerita dan anekdot tentang Nabi SAW yang diturunkan oleh penduduk Madina.

Oleh karena itu, ia bersama seorang sahabat lainnya, Abdullah bin Abbas, menjadi perintis paling awal yang membuka bidang kajian baru, yaitu bidang hadis (tradisi) Nabi SAW, disamping menghafal Al-Qur’an secara sempurna. Sesudah Abu Hurairah, dia adalah yang paling banyak meriwayatkan hadis, yaitu 2630 hadis. Dia menerima hadis dari Nabi SAW sendiri dan para sahabat, misalnya Umar (ayahnya), Zaid (pamannya), Hafsah (saudarinya), Abu Bakar as-siddiq, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Bilal bin Rabah, Ibnu Mas’ud, Abu Mas’ud, Abu Zar, dan Mu’az bin Jabal. Hadis-hadisnya diriwayatkan oleh para sahabat, misalnya Jabir, Ibnu Abbas, dan putra-putranya, dan oleh para tabiin, misalnya Nafi’, Said bin Musayyab, Alqamah bin Waqqas al-Lais, Abdur Rahman bin Abi Laila, dan Urwah bin Zubair.

Selama 60 tahun setelah Nabi SAW wafat ia memberi fatwa dan meriwayatkan hadis, menghafal semua yang didengarnya dari Nabi SAW dan bertanya kepada orang-orang yang menghadiri majelis Nabi SAW perihal tutur dan perbuatannya. Dengan begitu, ia dan Abdullah bin Abbas seringkali dipandang sebagai pemula bagi golongan yang kemudian disebut golongan Suni. Ia termasuk salah seorang dari empat Ibadillah; tiga yang lainnya ialah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Amr bin As, dan Abdullah bin Zubair. Ia juga adalah salah seorang anggota dewan formatur “tanpa hak suara” dan “tanpa hak untuk dipilih”, yang dibentuk oleh Khalifah Umar bin Khatab dan yang bertugas merundingkan dan menunjuk khalifah penggantiannya. Pengalaman traumatiknya oleh berbagai fitnah disekitar pergantian pucuk pimpinan kaum muslimin sejak masa khulafa’ ar Rasyidun sampai masa yang dekat sesudahnya membentuknya memilih sikap netral dalam politik, moderat, dan toleran.

Sumber: http://nabimuhammad.info/abdullah-bin-umar//

 

Nama: Kuni Isnaini
kelas  : Esy C
MK    : Akhlak Tasawuf

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *