Akhlak Rasul kepada Utsman bin ‘Affan

Nama beliau adalah UTSMAN BIN `AFFAN BIN ABIL `ASH BIN UMAYYAH, BIN ABDISY SYAMS BIN ABDI MANAF BIN QUSYAI BIN KILAB. Beliau di lahirkan di Mekah enam tahun setelah tahun gajah dan lahir diantara kaum bani Ummayah. Pada masa beliau masih jahiliyah tetapi beliau memiliki akhlak yang baik, ditengah masyarakat yang tidak suka dengannya dan agama yang di anutnya beliau tetap beriman. Cacian hinaan bahkan kontak fisikpun beliau rasakan tetapi tidak menggoyahkan keimanan beliau justru berfikir semakin besar ujian maka semakin besar pula hikmah yang terkandung di dalamnya. Kaum muslimin pada zaman utsman bin affan telah banyak membuahkan hasil. Pada zaman tersebut kaum muslimin melanjutkan penaklukan-penaklukan terhadap negeri kafir di dua arah yakni timur dan barat.

Khalifah Utsman Radhiyallahu ‘anhu juga memiliki jasa yang lain yaitu beliau mempersatukan kaum muslimin diatas satu mushaf, karena dikhawatirkan akan terjadi perselisihan diantara kaum muslimin dalam bacaan al-Qur’an. Beliau memerintahkan sejumlah sahabat untuk menulis mushaf yang telah dikumpulkan oleh Zaid bin Tsabit pada zaman Abu Bakar ash-Shidiq dan penulisan tersebut diteliti dengan matang. Kemudian mushaf tersebut dibagi-bagikan/disebar luaskan ke semua negeri Islam dan dianggap sebagai tujuan yang dijadikan rujukan, bukan yang lainnya.

Dengan usaha beliau yang mulia inilah kaum muslimin bersatu diatas satu tujuan. Dan perbuatan ini terhitung suatu kebanggaan/keistimewaan bagi Utsman Radhiyallahu ‘anhu Ketika Utsman Radhiyallahu ‘anhu melihat bahwa ajakan untuk berdamai dengan mereka tidak berhasil, bahkan pengepungan mereka terhadapnya semakin menjadi-jadi, beliaupun bermusyawarah dengan Abdullah bin Salamz.

Abdullah bin Salam pun memberikan isyarat agar beliau menahan diri dari memerangi mereka, agar hal tersebut semakin bisa menjadi buruk bagi beliau di sisi Allah kelak. Dan ketika para sahabat gmenyaksikan kebengisan orang-orang yang mengepung beliau dan merekapun mengkhawatirkan diri Utsman Radhiyallahu ‘anhu, maka sekelompok dari mereka mendatangi beliau serta menawarkan untuk membela beliau, namun Utsman Radhiyallahu ‘anhu menolak tawaran tersebut.

Kemudian mereka mendatangi beliau untuk kedua kalinya dan menawarkan kembali dengan lebih bersemangat lagi, namun beliau tetap menolaknya dengan sangat. Dan ketika para sahabat melihat perkara tersebut sudah amat membahayakan, mereka bersiap-siap untuk berperang demi membela beliau. Sebagian mereka masuk ke rumah Utsman, akan tetapi beliau Radhiyallahu ‘anhu telah bertekad untuk tidak mengadakan perlawanan sama sekali, sehingga hal ini mencegah mereka untuk merealisasikan keinginan mereka yang mendalam untuk membela beliau Radhiyallahu ‘anhu.

Jadi akhlak baik yang dapat kita contoh dari cerita utsman bin affan ini yaitu kita harus selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT walaupun banyak rintangan yang menghadang kita jangan pernah goyah.

Sumber: majalah adz-dzakhiirah al-islamiyyah

 

NAMA : DANY ANGGORO
NPM : 1704040118
KELAS : ESY 1 D

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *