Muawiyah bin Abu Sufyan Sahabat Rasul

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma telah memuji Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu atas ilmu fiqih yang dimilikinya. Imam al Bukhari meriwayatkan di dalam Shahih-nya, dari jalur Nafi’ bin Umar dari Ibnu Abi Mulaikah, bahwasanya ada yang berkata kepada Ibnu Abbas: “Mengapa Anda tidak menasihati Amirul Mukminin Mu’awiyah? Sesungguhnya dia hanya berwitir satu rakaat saja!”

Ibnu Abbas juga mengabarkan, Mu’awiyah termasuk sahabat Nabi. Imam al Bukhari meriwayatkan dari jalur Utsman bin al Aswad dari Ibnu Abi Mulaikah, ia berkata: “Mu’awiyah mengerjakan witir satu rakaat setelah Isya’, sedang maula Ibnu Abbas melihatnya. Diapun melaporkannya kepada Ibnu Abbas. Beliau berkata,’Biarkan, sesungguhnya ia telah menyertai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam’.

Di antara keutamaan Mu’awiyah, yaitu kedudukan beliau sebagai khalul (paman) kaum Mukmimin, sebab saudara perempuannya, Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anhuma, adalah isteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keutamaan beliau lainnya, adalah kedudukan beliau sebagai penulis wahyu Rasul Rabbil ‘Alamin. Sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim, yakni ketika Abu Sufyan Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah: “Mu’awiyah aku angkat sebagai penulismu,” Rasulullah menjawab,”Ya!” Sungguh beruntung Mu’awiyah Radhiyallahu ‘anhu, karena telah menyertai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau adalah salah seorang penulis wahyu, berjihad bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terdapat hubungan kekerabatan dan hubungan ipar antara beliau dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Umar dan Utsman mengangkatnya sebagai Gubernur wilayah Syam. Pengangkatan sebagai Gubernur oleh Umar dan Utsman tersebut, sudah cukup menjadi bukti keutamaannya. Dan juga pujian Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma atas kedalaman fiqhnya, dan kecakapannya dalam mengatur negara

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya, dari Abu Sa’id al Khudri Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Mu’awiyah pergi keluar untuk menemui sebuah majelis di dalam masjid. Beliau bertanya,”Apa tujuan kalian mengadakan majelis ini?”

Maka Mu’awiyah pun berkata: “Sesungguhnya saya meminta kalian bersumpah bukan karena curiga kepada kalian. Sungguh, tidak ada seorangpun yang sama kedudukannya denganku di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih sedikit haditsnya daripadaku. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk mendatangi majelis sahabat-sahabat beliau. Beliau berkata’,’Apakah tujuan kalian mengadakan majelis ini?’ Mereka menjawab,’Kami duduk di sini untuk mengingat Allah, memujiNya atas hidayah Islam yang telah diberikanNya kepada kami’. Beliau berkata,’Demi Allah, benarkah itu yang menjadi tujuan kalian?’ Mereka berkata,’Demi Allah, itulah yang menjadi tujuan kami!’, Beliau lalu berkata:

Sesungguhnya aku meminta kalian bersumpah bukan karena curiga kepada kalian, akan tetapi Jibril tadi mendatangiku dan mengabarkan kepadaku, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji kalian di hadapan para malaikatnya”.

NAMA            : Rama Habib S.

NPM               : 1702040078

KELAS            : C [ESy]

.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *