Kasih Rasul Kepada Husein Bin Ali Bin Abu Thalib

 

Nama Husein memiliki arti “bahagia” yang diberikan Rasulullah dan Ia adalah penghulu pemuda penghuni surga, namun biasa di panggil Abu Abdillah. Ia lahir di Madinah tahun 4 H. Pada hari ketujuh kelahiran Husein, Rasulullah menyembelih dua ekor kambing gibas berwarna putih keabu abuan sebagai aqiqah. Kemudian Beliau mencukur rambut Husein dan menimbangnya dengan perak, selanjutnya perak itu disedekahkan kepada fakir miskin.

Rasulullah sangat mencintainya sebagai buktinya pada saat Rasulullah sedang menunaikan shalat pada saat sujud Husein bermain main di punggung Beliau, saat itulah Rasulullah sangat lama melakukan sujud karena untuk menjaga Husein agar tidak jatuh dari punggung dan Beliau tidak ingin memotongnya sampai puas. Selain itu, pada saat Husain menghilang Rasulullah saat takut lalu berkata kepada para sahabat, “Bangkitlah kamu, pergi cari anakku!” kemudian Beliau menemukannya dan mengusap wajah sambil memeluknya, Rasulullah bersabda :”Demi ayah dan ibuku, kamu teramat mulia di sisi Allah.

Husein mirip dengan Rasulullah dari dada sampai ujung kaki. Ia dididik dirumah kenabian. Rasulullah sering mengajaknya bermain dengan menunggangkannya di atas punggung Beliau, lalu Beliau berjalan diatas kedua kaki dan kedua tangan Beliau.

Rasulullah saw. Bersabda:”Barangsiapa mencintai keduanya berarti ia telah mencintaiku dan Barangsiapa membuat keduanya marah berarti ia telah membuatku marah”.

Subhanallah, betapa sayangnya Rasulullah kepada salah satu cucunya yaitu Husein, Beliau sangat memuliakan dan menjaga Husein dengan sangat baik selain itu, Rasulullah selalu membimbing dan mendidiknya sampai Rasulullah wafat.

Begitupun Husein sangat menghormati Rasuullah saw, ketika Husein berbelanja ke pasar. Pada suatu kesempatan, ia menanyakan harga suatu barang ke pada pemilik toko dan pemilik toko pun memberitahukan harga yang umum. Namun, setelah mengetahui bahwa yang bertanya adalah cucu dari Rasulullah saw., pemilik toko langsung menurunkan harganya dengan maksud memuliakan Beliau. Sayidina Husein menolak perlakuan ini. Ia meninggalkan toko itu sambil mengatakan, “Saya tidak rela memanfaatkan hubunganku dengan Rasulullah saw, untuk mencapai keuntungan duniawi yang sepele.

 Dari kisah tersebut dapat disimpulkan bahwa Rasulullah sangat mencintai Husain melebihi dirinya sendiri sebagaimana telah tercemin dari kisah diatas. Dan berkat Beliau Husein menjadi seorang prajurit dan orang yang terkenal karena banyak menunaikan shalat, puasa, haji, sedekah dan berbagai amalkebajikan lainnya. Pada saat Perang Karbala pun Husein di kenal dengan sebutan “Al-Sajjad” (Orang yang kuat bersujud).

 

Referensi:

Said Muhammad. 2013. Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah. Jakarta: Pustaka Al-kausar

Al-Audah Salman. 2014. Inilah Rasululah. Jakarta: Mutiara Publishing

Rofi Ahmad. 2016 .Tanggung Jawab Pemimpin Muslim: Islamic Golden Stories. Bentang Bunyan

AlHasan Abul. Ahlussunah dan Syiah menilai Rasulullah. Gema Insani

 

 

Nama       : WIWIK MUJIATI

NPM        : 1702040100

Kelas        : C

Prodi        : Ekonomi Syariah

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *