Hukum Asal Hubungan Seksual adalah Haram

Bila dimasukkan ke dalam sub kaidah hukum asal dari hubungan seksual itu masuk dalam kaidah ke empat yaitu Hukum Asal Abdla’ (Farji) Adalah Haram. Abdla adalah bentuk jamak dari kata Budl’ yang maknanya sinonim dengan kata farj atau vagina. Budl’ juga dapat berarti menikahi (tazwij), sperti halnya kata al-nikah yang mempunyai dua arti; dapat di artikan bersetubuh (wath’i) dan akad pernikahan (aqd al-nikah). (Abdul Haq, 157)

Adapun dasar kaidah diatas adalah firman allah SWT dalam Al Qur’an Surah Al-mu’min ayat 5-7 sebagai berikut: “ karenai itu, semua perbuatan yang berhuuga dengan seksual adalah haram, kecuali ada sebab yng meperbolehkannya, misalnya dengan akad nikah atau milkul yamin. Demikian seorang laki laki tidak diperbolehkan dengan wanita yang masih mahramnya.

Maksud nya adalah dalam hubungan seks, pada asalnya haram sampai datang sebab-sebab yang jelas dan tanpa meragukan lagi yang menghalalkannya, yaitu dengan adanya akad pernikahan.( Djazuli, kaidah-kaidah fikih Kaidah-kaidah Hukum Islam dalam.hlm. 122)

Contohnya: seumpanya di daerah A tedapat  mahram laki laki tetapi belum jelas wanita tersebut, maka bedasarkan kaidah pada surat  Al-Mu’min diatas laki laki tidak boleh menikahi wanita tersebut seluruh wanita  yang ada dikampung A tersebut sebelum diketahui secara jelas wania muhrimnya tersebut.(H.muhlis usman, kidah-kadah ushuliyah dan fiqhiyah, jakarta: pt raja grafino persada,1997)

Seksual merupakan salah satu hal yang kerap dilakukan oleh pasangan suami istri atau sesama muhrimnya. Hukum asal tentang hubungan seksual adalah haram inilah yang dinyatakan beberapa ulama yang mengeluarkan fatwa bahwa hukum seksual adalah haram dan baran siapa yang melakukan adalah dosa. Dikatakan dosa karena perbuatan seksual itu menyerupai hewan seperti anjing dan kucing. Dan ada banyak hadist dari nabi Muhammad yang melarang  hubungan seksual yang menyerupai perbuatan hewan. Nabi juga telah melarang kita menyerupai orang rang kafir termasuk dalam urusan seksual.

Menghisap kemaluan suami atau oral seks adalah haram dilkukan karena kemaluan suami dapat memancarkan air madzi yang bersifat najis. Apabila air madzi tertelan dan masuk kedalam perut maka dapat menyebabkan timbulnya penyakit dan karena itu bukan hal yang baik. Sebab inilah yang menyebabkan hukum asal seksual adalah haram.

 

H. Muhlis Usman, Kaidah-Kaidah Ushuliyah dan Fiqhiyah, (Jakarta: Raja Grafino Persada,1997)

Djazuli, Kaidah-Kaidah Fikih. hlm. 122.

Abdul Haq, Formulasi Nalar Fiqh, Surabaya, Khalista, 2005.

PBS S 1 4E Wahyu Saputra (1502100142)

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *