Hukum Asal adalah Tidak Ada Pekerjaan yang Dilakukan

 

Maksud kaidah adalah bahwa pada dasarnya setiap orang mukallaf dinilai belum melakukan sebuah pekerjaan, sebelum pekerjaan tersebut sudah benar-benar wujud secara nyata dan diyakini keberadaannya. (toha andiko: 2011. 63)

Banyak persoalan-persoalan fiqhiyyah yang termasuk cakupan kaidaha ini, diantaranya adalah seseorang yang merasakan keraguan dalam sholat subuh, apakah ia telah mengerjakan qunut atau tidak, maka ia dianjurkan melakukan sujud sahwi, karena hukum asalnya dia tidak mengerjakan qunut. (abdul haq: 2006. 82)

Sebagai contoh, jika terjadi perselisihan antara penjual dan pembeli dalam masalah barang dagangan, apakah sudah diterima atau belum barangnya. Maka dalam hal ini yang dimenangkan adalah perkataan orang yang mengingkari terjadi penerimaan. Karena menurut hukum asal, tidak ada penerimaan. Begitu juga jika ada seseorang yang mengaku sudah mendapat gelar Starta Dua (S2) untuk mendaftar menjadi PNS untuk formasi dosen, tetapi ia tidak dapat menunjukkan bukti ijazah atau dokumen-dokumen pendukung lainnya. Maka dalam hal ini, tetap dianggap belum mencapai gelar S2 tersebut.

Nah, contohnya misalnya seseorang sedang terikat dengan akad hutang piutang kemudian terjadi sengketa. Dari pihak pertama mengatakan bahwa akad tersebut digantungkan pada syarat tertentu, tetapi pihak kedua  mengatakan bahwa akad bahwa akad tersebut tidak digantungkan pada syarat apapun. Maka yang dipegang adalah perkataan daripada pihak yang kedua, karena menggantungkan suatu syarat pada akad adalah sifat yang dating kemudian. Hukum asalnya adalah akan tanpa syarat apapun. Maka hal ini bisa berubah, apabila pihak pertama mengajukan bukti-bukti yang bisa menyakinkan bahwa akad tersebut memang digantungkan pada syarat-syarat tertentu. Disini saya akan mengambil contoh misalnya “hutang akan saya bayar bulan depan ketika saya gajihan”. Dari kata-kata ini adalah syarat yang digantungkan kepada akad piutang.

 

Andiko, Toha. Ilmu Qawaid Fiqhiyyah. Yogyakarta: Teras. 2011

Haq, Abdul dan dkk. Formulasi Nalar Fiqh; Telaah Kaidah Fiqh Konseptual. Buku Pertama. Surabaya: Khalis
ta. 2006

 

Nama : Like Mawarni

Kelas : S1 PBS (E)

Npm : 1502100072

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *