Optimalisasi Media Sosial untuk Bisnis

  1. Hasil Pemaparan Pemateri

Media sosial sering juga disebut SocMed semakin berkembang, dengan penggunaannya hingga ratusan juta orang. Media sosial yang saat ini paling digemari adalah Facebook, Twitter, You Tube, Instagram, dan Google+. Banyak manfaat yang diperoleh dari media sosial tersebut. Selain mendapatkan teman yang banyak, ajang bersosialisasi, belakangan fungsinya bertambah yaitu untuk mengembangkan usaha atau bisnis.

Pada era teknologi, internet merupakan salah satu media komunikasi yang dapat dikatakan sangat murah. Hampir semua masyarakat saat ini sudah memiliki gadget yang canggih. Dengan koneksi yang lancar semua orang dapat mengakses internet yang mereka inginkan. Pada perkembangannya banyak pelaku usaha yang memilih media online untuk pemasaran produk mereka. Karena banyak keuntungan yang didapatkannya, selain dengan media onlie pemsaran lebih efisien dan efektif, dengan media online keuntungan yang didapatkan lebih besar. Para pelangganpun mendapatkan keuntungan yaitu mereka tidak perlu lagi keluar rumah susah payah mencari kebutuhan yang mereka inginkan. Cukup dengan membuka website dari para pengusaha atau bisnis online konsumen akanmendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan dengan cepat.

Membangun hubungan dalam bisnis sangatlah penting untuk tetap mempertahankan usaha yang dijalankan agar tetap mampu bersaing dipangsa pasar. Tak heran banyak pelaku usaha yang mencari strategi-strategi khusus untuk memaksimalkan usahanya agar lebih dikenal oleh masyarakat. Pemateri bidang IT di Usahaku.co.id yaitu Bapak Eko Hendro Wicaksono menuturkan bahwasannya dengan adanya layanan-layanan internet pengusaha dapat memperkealkan brand atau merek mereka dengan mudah dan cepat agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Beliau mengatakan bahwa internet dapat dijadikan sebagai internet marketing yang dapat dikembangkan atau dimanfaatkan oleh pengusaha sebagai salah satu strategi pemasaran. Layanan-layanan internet tersebut antara lain :

 

  1. Social media, terdiri dari :
  2. Facebook (Fb)
  3. Instagram
  4. Twitter
  5. Path
  6. Linkeding
  7. Google+
  8. Tumblr
  9. Flickr
  10. Social “Chats” Apps
  11. Blogging, terdiri dari:
  12. Bloogger
  13. WordPress
  14. Webly
  15. Livejournal
  16. Youtube
  17. Vine
  18. Perlscope
  19. Content marketing
  20. SEO

Setiap usaha memiliki batasan-batasan, dalam berwirausaha. Yang terutama adalah kehalalan. Artinya usaha yang dilakukan dalam bentuk apapun dan bagaimanapun strategi pemasarannya dilakukan tanpa riba. Tidak mengambil keuntungan sepihak dan tidak memperhatikan kemaslahatan konsumen.

Owner dari Ayam Ngakak, yaitu Bapak Lutfi mengatakan bahwasannya jangan pernah ragu dalam memulai usaha dan meraih kesuksesan. Beliau mengatakan bahwa setiap usaha tidak harus bermodalkan uang. Modal awal adalah niat dan kesungguhan untuk mencapai kesuksesan. Mampu bangkit ketika kegagalan menghampiri dan tetap percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Ir. Ciputra salah satu tokoh kewirausahaan dan orang terkaya di Indonesia mengatakan bahwa “Generasi muda sudah saatnya mengubah pola pikir (mindset), jangan hanya berpikir menjadi pegawai setelah lulus perguruan tinggi. Apalagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), menjadi wieausaha perlu dipikirkan”. Dengan kata-kata tersebut menjadi cambuk bagi kita generasi muda untuk saatnya maju dan bangkit dari keterpurukan dan keterprosokan ekonomi negeri kita, yaitu dengan mengubah mindset atau pola pikir menjadi lebih berkembang. Dengan wirausaha adalah satu jalannya, karena dengan berwirausaha diharapkan mampu menopang kehidupan ekonomi menjadi lebih stabil dan mampu bertahan dari krisis ekonomi.

Ada tiga jenis wirausaha, antara lain:

  1. Necessity Entrepreneur yaitu menjadi wirausaha karena terpaksa dan desakan kebutuhan hidup
  2. Replicative Entrepreneur, yang cenderung meniru-niru bisnis yang sedang ngetren sehingga rawan terhadap persaingan dan kejutan
  3. Inovative Entrepreneur, yaitu wirausaha yang inovativ dan terus berpikir kreatif dalam melihat peluang dan meningkatkannya.

Bapak Lutfi mengatakan bahwa ada beberapa mindset yang perlu diterapkan dalam berwirausaha, yaitu:

  1. Action Oriented atau melakukan tindakan yang berorientasi
  2. Berpikir simpel dalam mengambil keputusan
  3. Selalu mencari peluang baru
  4. Megejar peluang dengan disiplin tinggi
  5. Hanya mengambil peluang yang terbaik
  6. Fokus pada eksekusi
  7. Memfokuskan energi setiap orang dalam bisnis

Dalam kesempatan seminar yang diadakan oleh HIMA S1 PBS tanggal 10 Desember 2016, Bapak Lutfi memberikan tips praktis bagi para audien yang akan memulai berwirausaha, yaitu antara lain:

  1. Modal utama berwirausaha bukanlah uang, melainkan keyakinan untuk tumbuh dan menang
  2. Bersahabatlah dengan ketidakpastian
  3. Buka pikiran Anda, pelajari hal-hal baru
  4. Be raedy, persiapkan diri dengan baik
  5. Bangunlah network selagi muda
  6. Mencari lingkungan yang tepat, karena ada manfaat yang akan didapatkannya yaitu media edukasi, relasi bisnis, menumbuhkan semangat jiwa wirausaha
  7. Menumbuhkan wirausaha baru.

Catatan pena yang diberikan Bapak Lutfi adalah “SUKSES merupakan sebuah proses. Maka nikmatilah proses itu karena proses itu yang akan membentuk diri dari yang biasa menjadi LUAR BIASA”

  1. Kesimpulan

Dari hasil pemaparan pemateri tentang Optimalisasi Media Online untuk Kewirausahaan baik dari Bapak Eko Hendro Wicaksono maupun owner ayam ngakak Bapak Lutfi dapat diambil kesimpulan bahwa media sosial pada saat ini merupakan salah satu alat penunjang untuk mengoptimalkan kewirausahaan baik dari segi pelayanan, pemanfaatan layanan-layanan internet maupun dari internet marketingnya. Dengan pemanfaatan layanan-layanan internet dengan baik yang ada saat ini sangat membantu bagi wirausahawan yang hendak memasarkan produknya agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Seorang wirausahawan harus mampu melihat peluang dipangsa pasar agar mampu bersaing dengan pengusaha lain serta memanfaatkan dari kemajuan teknologi untuk menunjang kebutahan market pasar.

Kunci utama dari kewirausahaan adalah modal, dan modal tidak harus selalu berbentuk uang. Modal awal ketika ingin memulai usaha adalah niat dan tekat serta kesungguhan untuk mencapai kesuksesan. Tidak pantang menyerah dan mempunyai tekat yang kuat untuk bangkit ketika kegagalan menghampiri merupakan langkah preventive bagi seorang wirausahawan yang ingin sukses.

Ditangan generasi muda kewirausahaan akan mampu berdaya saing untuk menopang kebutuhan ekonomi. Sudah saatnya para generasi muda mengubah mindset atau pola pikir bahwasannya tidak hanya menjadi pegawai saja ketika sudah lulus dari Perguruan Tinggi. Dengan berwirausaha diharapkan mampu menjadi peluang baru atau terobosan baru bagi masyarakat yang ingin meraih kesuksesan dengan jalan yang lebih simpel.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *