Business Plan BMT

Nama: Eti Dwi Lestari

Npm: 141262710

Kelas: B

Business Plan BMT

Nama perusahaan        :  BMT AL JANNAH

Kompetensi utama      :

BMT AL JANNAH merupakan lembaga keuangan berprinsip syariah dengan pola bagi hasil yang didirikan atas dasar pemikiran tentang Kemandirian ummat. Sebagai lembaga keuangan yang berorientasi pada kesejahteraan dunia dan akhirat terutama bagi masyarakat kecil,

Pada prinsipnya usaha BMT AL JANNAH dibagi menjadi dua yakni Baitul Maal (usaha sosial) dan Baitul Tamwil (bisnis). Usaha sosial ini bergerak dalam penghimpunan dana Zakat, Infaq dan Sedekah serta menyalurkan sesuai ketentuan syar’i sehingga dituntut amanah, skala prioritasnya untuk pengentasan kemiskinan melalui program ekonomi produktif dan bea siswa. Sedangkan usaha bisnisnya bergerak dalam pemberdayaan masyarakat ekonomi kelas bawah dengan intensifikasi penarikan dan penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk simpanan serta menyalurkannya dalam bentuk pembiayaan kepada pengusaha kecil dengan system bagi hasil.

BMT AL JANNAH berkomitmen dalam menjalankan aktifitasnya berdasarkan mutu dan kualitas terstandar, adapun stándar manajemen yang akan digunakan Lembaga Keuangan Syariah (BMT AL JANNAH) untuk kepuasan pelanggan dan dan manajemen internasional lainnya untuk kepuasan stakeholders, sebagaimana didalamnya dijelaskan tentang konsep , mekanisme dan strategi, diantaranya adalah definisi,Visi misi, akutansi dan pembukuan, deskripsi umum, perhitungan produk BMT, Arsitektur System Server Akutansi, strategi rekrutmen karyawan (Recruitment Strategic Plan), strategi pengembangan pasar (Strategic Market Plan ), rencana strategi financial (Financial Strategic Plan), acuan alat ukur kesehatan perusahaan dalam hal Financial Perspective, Internal Business Proses Perspective, Costumer Perspective. Dan Learn And Growth Perspective (Balanced Scorecard Approach).

 

 

Business Plan

Nama Usaha         : BMT AL JANNAH

Alamat                  :Dusun III, Rt 012/Rw 003, Desa Saptomulyo, Kec. KotaGajah, Kab. Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Telephone              : 0821 7323 8123

Email                     : bmtaljannah@gmail.com

I.                  Daftar Isi

I. Daftar Isi 3

II. Ringkasan Eksekutif. 4

III. Deskripsi Perusahaan secara Umum.. 5

IV. Produk dan Jasa. 6

V. Rancangan Pemasaran. 7

VI. Rancangan Operasional 14

VII.Manajemen dan Organisasi 18

VIII.Deklarasi Finansial Personal 19

IX. Biaya dan Kapitalisasi Perusahaan Rintisan. 20

X. Rancangan Keuangan. 21

XI. Lampiran. 24

 

II.              Ringkasan Eksekutif

BMT AL JANNAH didirikan oleh alumni IAIN Metro, konsentrasi syariah pada akhir tahun 2018 di Dusun III, Rt 012/Rw 003, Desa Saptomulyo, Kec. KotaGajah, Kab. Lampung Tengah, Provinsi Lampung maksut utama pendirian koperasi jasa keuangan syariah “BMT AL JANNAH” adalah sebagai sarana mengaplikasikan pengetahuan syariah dengan mendirikan usaha dalam meningkatkan pergerakan sector ril pada sekmen mikro. Pemilihan sekmen mikro yang berkarakter feasible dan produktif berdasarkan kepada misi koperasi jasa keuangan syariah “bmt al jannah” yang ingin mewujudkan perubahan dan perbaikan tatanan ekonomi. Dalam menjalankan usaha, koperasi jasa keungan syariah “bmt al jannah” mengedepankan pengelolaan organisasi yang provisional dan konsisten dengan nilai-nilai syariah. Kelebihan yang ditawarkan kepada nasabah adalah pembiayaan yang kompetitif, mudah diakses dan produk syariah yang dipahami konsumen serta berkeadilan.

Kebutuhan utama usaha mikro adalah pembiayaan modal kerja dalam jangka pendek dengan tingkat turnover yang tinggi. Keterbatasan dalam menyediakan manajemen yang professional dan agunan sesuai ketentuan perbankan membuat sekmen mikro menjadi sasaran bagi lembaga keuangan lain baik formal ataupun informal. Kesempatan ini digunakan oleh lembaga tersebut untuk membebankan tingkat suku bunga yang tinggi bagi pengusaha mikro. Akibatnya jumlah angsuran yang harus dibayar menjadi sangat besar dan menyulitkan pengusaha mikro dalam mengalokasikan pendapatan untuk memperluas usaha mereka. Pendirian koperasi jasa keuangan syariah “BMT AL JANNAH” diharapkan menjadi alternative pembiayaan dengan prinsip syariah yang dapat memenuhi kebutuhan jsas keuangan dan memberikan dorongan pada perubahan kehidupan social dan ekonomi masyarakat.

Modal yang dibutuhkan pada awal pendiri 1,3 M dengan sumber pendanaan berasal dari simpanan anggota, deposito mudharobbah anggota, tabungan wadiah masyarakat dan titipan wadiah dari lembaga keuangan.

Dengan tingkat margin atau bagi hasil 15,5%, 16,5% atau 17,5% untuk jangga waktu 3 bulan hingga 3 tahun kecepatan perputaran pembiayaan memberikan jaminan ketersediaan likuiditas dan pertumbuhan modal. Kelangsungan usaha koperasi jasa keungan syariah “bmt al jannah” diperoleh dari memperbesar market share dan pertumbuhan laba setiap tahun.

Pemasaran yang efektif dan terintegrasi dengan menggunakan account officer ditunjuk untuk meningkatkan value koperasi jasa keuangan syariah “bmt al janah” pelayanan dan kemitraan diberikan diberikan agar jumlah konsumen bar uterus bertambah dan konsumen lama dapat dipertahankan. Target pembiayaan dan pendanaan diperoleh dari interaksi menyeluruh dengan anggota keluarga dan komunitas konsumen yang dituju. Penggunakan media promosi dan kontribusi terhadap bagian komunitas dinilai efektif dan evisien untuk memperluas pasar koperasi jasa keuangan syariah “bmt al jannah”.

III.          Deskripsi Perusahaan secara Umum

BMT adalah kepanjangan dari Bait al-Maal wa at-Tamwil (Bahasa Arab) Bait al-Maal berarti tempat/rumah untuk menyimpan harta/kekayaan. Bait at-Tamwil berarti tempat/rumah pengembangan harta/kekayaan, dan Ada juga yang menyebut sebagai Balai Usaha Mandiri Terpadu.

 Adapun ciri-ciri umum BMT dapat dikatagorikan sebagai berikut; Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah bukan bank, sebagai Gabungan kegiatan baitut tamwil dengan baitul maal Mengumpulkan dana anggota/masyarakat dan menyalurkannya kepada anggota/masyarakat untuk modal usaha produktif. Sedangkan Baitul Maal menerima zakat, infaq, shodaqoh dan menyalurkannya kepada yang berhak menurut ketentuan syariah dengan perkiraan pemanfaatan yang paling produktif dan paling bermanfaat.

VISI :

Menjadi lembaga keuangan syari’ah yang amanah, profesional, dan unggul dalam system operasional di Indonesia.

MISI:

  1. Menjadi lembaga pilihan pertama masyarakat dalam peningkatan kualitas kehidupan umat.
  2. Memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
  3. Membangun semangat produktifitas dan kreatifitas dalam kehidupan bermasyarakat.
  4. Mengembangkan SDM islami yang berjiwa entrepreneur.

Tujuan Perusahaan:

Tujuan BMT AL JANNAH adalah Meningkatkan dan mengembangkan ekonomi umat, khususnya pengusaha kecil, dapat Membebaskan umat kecil dari cengkeraman riba dan rentenir, dapat Meningkatkan produktifitas usaha melalui pembiayaan dan/atau investasi produktif kepada pengusaha mikro atau kecil yang membutuhkan, dapat Meningkatkan kualitas & kuantitas usaha, disamping meningkatkan kesempatan kerja dan penghasilan umat, dapat Menghimpun dana umat untuk diberikan nilai tambah kemanfaatannya bagi orang lain.

Filosofi Bisnis:

BMT AL JANNAH dalam menjalankan aktifitasnya berdasarkan mutu dan kualitas terstandar, adapun stándar manajemen yang akan digunakan Lembaga Keuangan Syariah untuk kepuasan pelanggan dan dan manajemen internasional lainnya untuk kepuasan stakeholders, sebagaimana didalamnya dijelaskan tentang konsep , mekanisme dan strategi, diantaranya adalah definisi,Visi misi, akutansi dan pembukuan, deskripsi umum, perhitungan produk BMT, Arsitektur System Server Akutansi, strategi rekrutmen karyawan (Recruitment Strategic Plan), strategi pengembangan pasar (Strategic Market Plan ), rencana strategi financial (Financial Strategic Plan), acuan alat ukur kesehatan perusahaan dalam hal Financial Perspective, Internal Business Proses Perspective, Costumer Perspective. Dan Learn And Growth Perspective (Balanced Scorecard Approach).

Sebagai pasar atas produk dan jasa BMT AL JANNAH mengutamakan masyarakat menengah kebawah, tetapi tidak mengabaikan masyarakat menengah keatas sebagai sasaran yang dapat mempercepat pertumbuhan bmt al jannah. Agar lebih jelasnnya nanti akan dibahas lebih lanjut di rencana pemasaran.

Dalam iklim industri BMT pada saat ini dalam proses pertumbuhan, dimana BMT menerapkan sistem bagi hasil bagi para nasabahnya bukan dengan bunga. Bagi pedagang kecil, masalah keterbatasan modal dirasakan sebagai salah satu kendala utama yang selalu dikeluhkan. Para pedagang kecil membutuhkan sumber pembiayaan yang mudah dan cepat serta murah. Mudah dan cepat berarti tanpa persyaratan surat-surat yang menyulitkan, dan cepat diambil bila diperlukan, serta jumlah dan pelaksanaan yang fleksibel. 

Seiring dengan pertumbuhan itu BMT semakin berkembang yang merupakan alternatif  kelembagaan keuangan syari’ah yang memiliki dimensi sosial dan produktif dalam skala nasional bahkan global, di mana perekonomian umat terpusat pada fungsi kelembagaan ini yang mengarah pada hidupnya fungsi-fungsi kelembagaan ekonomi lainnya. BMT melakukan fungsi lembaga keuangan, yaitu melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat, penyaluran dana kepada masyarakat, dan memberikan jasa-jasa lainnya.

BMT AL JANNAH selalu melakukan inovasi-inovasi seiring dengan pertumbuhan dengan menciptakan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat sehingga bmt al jannah dapat bersaing dengan perbankan yang sudah berkembang sejak saat ini.

Kekuatan terpenting dan kompetensi utama dalam bmt al jannah adalah sumber daya manusia yang dapat menjalankan system operasional secara syariah, sehingga dalam memilih karyawan bmt al jannah sangat berhati-hati demi mewujudkan bmt yang unggul serta inovasi-inovasi yang semakin membuat bmt al jannah dikenal di Indonesia.

Landasan hukum pembentukan koperasi adalah Undang-Undang republic Indonesi no 25 tahun 1992 tentang perkoperasian dimana koperasi didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang, seorang atau badan hokum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

IV.           Produk dan Jasa

Rumusan Masalah

Bagi masyarakat kecil, masalah keterbatasan modal dirasakan sebagai salah satu kendala utama yang selalu dikeluhkan. Terutama Para pedagang kecil membutuhkan sumber pembiayaan yang mudah dan cepat serta murah. Mudah dan cepat berarti tanpa persyaratan surat-surat yang menyulitkan, dan cepat diambil bila diperlukan, serta jumlah dan pelaksanaan yang fleksibel

Produk atau Jasa sebagai Solusi

  1. Penyaluran Dana (Lending) BMT AL JANNAH
  2. Pembiayaan Mudharabah

Yaitu akad kerjasama antara BMT selaku pemilik modal (Shahibul Maal) dengan mitra selaku pengelola usaha (mudharib) untuk mengelola usaha yang produktif dan halal. Dan hasil keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati kedua belah pihak. Angsuran dapat dijemput di tempat usaha atau dirumah.

  1. Pembiayaan MusyarakahYaitu akad kerjasama usaha produktif dan halal antara BMT dengan mitra dimana sumber modalnya dari kedua belah pihak. Keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati kedua belah pihak. Sedangkan kerugian ditanggung kedua belah Pihak sesuai dengan porsi modal masing-masing.
  2. Piutang MurabahahYaitu akad jual beli barang antara mitra dengan BMT AL JANNAH dengan menyatakan harga perolehan/harga beli/ harga pokok ditambah keuntungan/margin yang disepakati kedua belah pihak. BMT membelikan barang-barang yang dibutuhkan mitra atau BMT memberi kuasa kepada mitra untuk membeli barang-barang kebutuhan mitra atas nama BMT. Lalu barang tersebut dijual kepada mitra dengan harga pokok ditambah dengan keuntungan yang diketahui dan disepakati bersama dan diangsur selama jangka waktu tertentu.
  3. Piutang IjarahYaitu akad sewa menyewa barang atau jasa antara BMT AL JANNAH dan MITRA Kerja. BMT AL JANAH menyewakan jasa atau barang kepada mitra dengan harga sewa yang telah disepakati dan diangsur selama jangka waktu tertentu.
  4. Qord adalah suatu pinjaman kepada nasabah dengan ketentuan bahwa nasabah wajib mengembalikan dana yang diterimanya kepada bmt kepada waktu yang telah ditentukan.
  5. Penghimpunan Dana (Funding) BMT AL JANNAH
  6. Tabungan Wadiah BMT AL JANNAH : Merupakan simpanan dari mitra yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Tabungan ini menggunakan prinsip wadiah/titipan. Dalam tabungan ini BMT MIRLA tidak wajib memberikan hasil kepada penabung, tetapi BMT MIRLA akan memberikan bonus setiap bulan sesuai dengan kebijakan BMT KAS.
  7. Tabungan berjangka BMT AL JANNAH : Merupakan tabungan / investasi dengan menggunakan prinsip mudharabah mutlaqah yang penarikannya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang dikehendaki. Pilihan jangka waktu yang dapat dipilih adalah: 3 Bulan dengan 6 Bulan dengan dan 12 bulan.
  8. Simpanan PendidikanYaitu bentuk simpanan yang alokasi dananya diperuntukan untuk dana pendidikan bagi putra-putri mitra. Penarikan dapat dilakukan dua kali dalam satu tahun, pertama pada saat ajaran baru, kedua pada saat semester.
  9. Simpanan Idul Fitri Yaitu simpanan yang direncanakan untuk keperluan idul fitri. Penarikan dilakukan satu kali menjelang idul fitri.
  10. Simpanan QurbanYaitu simpanan yang diperuntukan untuk keperluan pembelian hewan qurban. Penarikan dilakukan satu kali menjelang ibadah qurban.
  11. Simpanan WalimahYaitu simpanan yang diperuntukan bagi mereka yang merencanakan pernikahan. Penarikan dilakukan satu kali, satu bulan menjelang pernikahan.
  12. Simpanan HajiYaitu simpanan yang diperuntukan bagi mereka yang merencanakan untuk menunaikan haji. Penarikan dilakukan satu kali.

Sebagai solusi dari masalah yang dihadapi masyarakat tentang dana ketika akan memulai usaha dengan cara yang mudah, maka bmt menyediakan produk pembiayaan dengan system bagi hasil, sehingga tidak memberatkan masyarakat kecil.

Selain itu bmt juga menyediakan produk tabungan bagi masyarakat yang akan menabungkan uang nya, dengan jenis tabungan yang beragam sehingga masyarakat dapat memilih jenis tabungan yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan system bagi hasil sehingga selain menabung masyarakat juga mendapat bagi hasil uang yang di kelola oleh bmt.

V.               Rancangan Pemasaran

Riset Pasar

Kegiatan utama dari koperasi jasa keuangan syariah “bmt al jannah” adalah pemberian pembiayaan dengan prinsip syariah bagi sekmen usaha mikro perorangan baik anggota operasi atau masyarakat sesuai dengan sasaran usaha yang telah disurvai oleh anggota tim yang antara lain bergerak dibidang usaha pertanian, dan perdagangan di wilayah kotagajah lampung tengah .

Riset Pasar

Ada dua jenis riset pasar: primer dan sekunder.

BMT Al Jannah menggunakan riset sekunder dengan mempublikasikan profit bmt, dengan dipublikasikan melalui media online atau media ofline misalnya majalah, surat kabar dll.

BMT Al Jannah menggunakan riset primer melalui penggalian data langsung. yaitu dengan riset menganalisis sasaran pasar yaitu sekolah-sekolah disekitar bmt al jannah, pasar yang berada di sekitar area bmt serta perekonomian masyarakat disekitar bmt al jannah.

Ekonomi

Paparan fakta-fakta penting terkait BMT AL JANNAH:

  • Total ukuran pasar bmt al jannah 1000 nasabah.
  • Pangsa pasar yang akan bmt al jannah adalah 900 nasabah
  • Tren di pasar tertarget 500 nasabah—tren pertumbuhan, tren preferensi konsumen, dan 300 tren dalam pengembangan produk atau jasa.
  • Potensi pertumbuhan dan peluang bmt al jannah sangat baik.
  • Penghalang yang harus bmt lalui untuk masuk ke dalam bisnis. Beberapa penghalang di antaranya adalah

o    Modal yang sangat tinggi dalam mengembangkan bmt.

o    Biaya produksi yang sangat tinggi

o    Biaya pemasaran yang sangat tinggi

o    Penerimaan konsumen dan pengenalan brand

o    Pelatihan dan skill

o    Teknologi unik dan paten

o    Asosiasi usaha

o    Biaya pengiriman

o    Tarif penghalang atau kuota

  • BMT dalam melewati penghalang tersebut dengan menggunakan prinsip kehati-hatian dan menggunakan prinsip syariah yang benar-benar syariah.
  • Adapun hal-hal di bawah ini akan berpengaruh di perusahaan di bmt

o    Perubahan teknologi

Peranan teknologi terhadap bmt al jannah diperioritaskan pada efisiensi dalam pengelolaan maupun  kemudahan yang diperoleh konsumen dalam mengakses pembiayaan maupun mengembangkan usaha penggunaan mobile smarpohe yang terhubung dengan system pencatatan pada kantor kas bmt menjadi sarana untuk meningkatkan akurasi, meminimalkan resiko dan mempercepat tersajinya data pengembangan usaha online yang digagas oleh beberapa pengusaha di Kotagajah, dapat disinergikan dengan website bmt sehingga dapat memperluas pasar keduanya.

o    Perubahan ekonomi

Perubahan ekonomi sangat berpengaruh dalam perkembangan bmt karena ketika ekonomi dalam masyarakat berubah maka semakin berubah ekonomi bmt.

Model Bisnis

Model bisnis bmt adalah B2C, karena bmt langsung menjual produk yang dihasilkan ke nasabah tidak ke perusahaan. Adapun alur B2C adalah bmt menawarkan produknya langsung ke nasabah guna kepntingan nasabah itu sendiri,  

Produk

Dalam sudut pandang konsumen produk pembiayaan mudharabah adalah sebuah produk yang ditawarkan guna memenuhi kebutuhan nasabah dalam menjalankan usahanya.

Fitur dan Manfaat

Daftar produk dan jasa utama BMT AL JANNAH.

  1. Pembiayaan Murabahah.
  2. Pembiayaan Mudharabah.
  3. Pembiayan Musyarakah.
  4. Pembiayan Ijarah.
  5. Simpanan Sukarela
  6. Simpanan Hari Raya
  7. Simpanan Qurban
  8. Simpanan Berjangka
  9. Simpanan Pelajar.
  • Keistimewaan produk pembiayaan adalah dengan syarat-syarat yang mudah serta dalam pembayaran bagi hasil dapat diambil langsung di tempat usaha. Sedangkan keitimewaan produk simpanan adalah dengan produk yang beragam sehingga nasabah dapat memilih jenis simpanan yang tepat dalam setiap nasabah.
  • Manfaat dari produk pembiayaan adalah memudahkan nasabah dalam menjalankan binis usaha ketika tidak mempunyai dana. Manfaat dari produk simpanan adalah jasa bmt dalam memberikan tempat untuk nasabah dalam menabung dengan berbagai produk yang di tawarkan.

Adapun layanan pasca-jual yang bmt berikan adalah pihak bmt dapat memberikan jasa berupa pengambilan tabungan di tempat tanpa harus nasabah datang di bmt, sehingga memudahkan nasabah dalam menabung tetapi tidak memiliki banyak waktu luang untuk datang ke bmt langsung. Serta dalam penentuan nisbah bagi hasil pihak nasabah dapat bernegosiasi sesuai dengan kemampuan nasabah, sehingga tidak memberatkan pihak nasabah.

Konsumen

Sekmentasi konsumen di Indonesi menurut Bank Dunia didominasi oleh sekmen konsumen kelas bawah dan menengah yang mencapai 99,80% meliputi sekmen bawah mencapai 43,33% dengan criteria usaha mikro memiliki asset maksimal 50 juta dan penjual maksimal 300juta pertahun, sedangkan usaha kecil dengan asset 50juta sampai 500juta dengan penjualan 2,5M atau lebih.

KJKS yang akan didirikan akan menentukan target market dengan segmen potensial aktif dan segmen feasible pengusaha mikro yang dipilih harus pengusaha terpercaya untuk itu perlu dilakukan serangkaian prosedur agar dapat memastikan pengusaha yang dipilih benar-benar memiliki usaha yang feasible dan karakter yang dapat di percaya.

Profil demografis nasabah:

  • 35 tahun
  • Laki-laki
  • Desa Saptomulyo
  • 1 000 000-3 000 000
  • Menengah keatas
  • Sarjana
Kompetisi

BMT yang lebih hadir yaitu:

Daftar kompetitor:

  • (BMT Mulia, Alamat Desa Sritejokencono, kec kotagajah, kab lampung tengah)
  • (BMT Familiar, Alamat Desa Sritejokencono, kec kotagajah, kab lampung tengah)

BMT AL JANNAH bersaing dengan bmt mulia dan bmt al jannah dari keseluruhan, yaitu system operasional dan produk yang ditawarkan kepada nasabah, Serta bmt al jannah memilih di desa Saptomulyo karena belum ada bmt sehingga guna untuk menarikk nasabah lebih mudah.

Dalam persaingan produk bmt al jannah lebih berinovasi mengembangkan produknya sehingga lebih memenuhi kebutuhan masyarakat dalam produk tabungan maupan pembiayaan.

Adapun table Analisis Kompetisi untuk membandingkan perusahaan sebagai berikut dengan estimasi seberapa penting masing-masing faktor tersebut di mata konsumen. 1=sangat tidak penting, 2= tidak penting, 3=netral, 4= penting, 5=sangat penting.

Tabel 1:  Analisis Kompetisi

FAKTOR Perusahaan Saya Kekuatan Kelemahan Kompetitor A Kompetitor B Seberapa Penting bagi Konsumen
Produk Tabungan Wadiah Produk yg dibutuhkan masyarakat Tidak ada Tabungan Wadiah Tabungan Wadiah 5
Nisbah 60:40 Menarik konsumen dengan nisbah yg besar Pendapatan bmt sedikit 70:30 80:20 4
Kualitas Baik Sdm yang profesional Susah mencari sdm Cukup Baik Cukup Baik 5
Pelayanan Memuaskan SDM yang ramah Ada pelatihan karyawan Kurang Ramah Kurang Baik 5
Stabilitas Baik Bmt semakin maju Perlu perhitungan yang teliti Baik Kurang baik 5
Keahlian Sangat Profesional Sdm yang teliti Perlu pelatihan Standar Baik 5
Reputasi Perusahaan Baik Menjaga reputasi yang baik Harus berhati hati Cukup Sudah ada masalah 5
Lokasi Desa Saptomulyo Banyak target pasar Ada pesaing lain Desa Sritejokencono Desa Sritejokencono 4
Penampilan Baik Menjaga penampilan Tidak ada Baik Baik 4
Metode Penjualan Personal Selling Mendapat banyak nasabah Perlu biaya tambahan Menunggu Nasabah Brosur 5
Iklan Brosur Mudah dikenal masyarakat Biaya besar Brosur Brosur 5
Citra Baik Menjaga nasabah Menjaga citra Baik Baik 5
Pasca-jual Negosiasi nisbah Diterima nasabah Pendapatan sedikit tidak ada Tidak ada 4

 

Dari data diatas dapat diketahui bahwa kelebihan bmt al jannah adalah terletak pada produk dan jasa nya yang berinovasi dalam mengembangkan produk-produknya, Sedangkan kelemahan adalah susah mencari SDM yang mempunyai intelektual yang tinggi.

Niche/Ceruk Pasar

Dari analisis produk, nasabah, dan kompetisi maka bmt al jannah akan beroprasi pada bidang tabungan dan pembiayaan, dimana ceruk pasar yang utama adalah sekolah, pasar, serta masyarakat di dekat bmt, masyarakat yang mempunyai taraf pendapatan menengah kebawah dan menengah keatas.

Strategi

Sekarang buatlah strategi pemasaran yang selaras dengan ceruk pasar yang Anda sasar.

Promosi

Adapun strategi yang dilakukan bmt al jannah dalam promosi adalah

Iklan: yaitu dengan membuat brosur yang di sebar ke sekolah-sekolah, pasar-pasar dan masyarakat luas, karena dengan metode brosur dapat memperkenalkan bmt al jannah ke masyarakat luas.

Adapun metode yang sering digunakan  adalah dengan menggunakan media social, dengan media social biaya ringan tetapi mampu menyebar luas ke masyarakat umum.

Selain itu metode yang dilakukan bmt dalam menarik nasabah adalah dengan menarget karyawan dalam mencari nasabah, dimulai dari keluarga dan masyarakat luas.

Selain itu strategi promosi yang dilakukan adalah personal selling, serta pemberian sponsor untuk acara pengajian sehingga masyarakat mengenal bmt al jannah.

Adapun citra bmt al jannah yang di bangun adalah citra yang baik, sehingga dalam pandangan nasabah ketika sudah baik maka nasabah akan yakin terhadap tabungan yang akan di tabung di bmt al jannah dan menjadi pilihan pertama ketika nasabah ingin menabung.

Ketika nasabah mengunjungi kartor bmt al jannah maka nasabah akan disambut dengan ramah oleh karyawan bmt al jannah, serta tempat yang nyaman dilengkapi dengan ac, ruangan yang harum, serta sarana dan prasarana yang memadai. Dengan demikian kesan nasabah ketika di bmt akan menyenangkan dan tidak membosankan.

Biaya Promosi

BMT al jannah menyiapkan 5 000 000 untuk biaya promosi

Adapun bujet promosi saat permulaan adalah 3 000 000

Bujet promosi saat bisnis berjalan adalah 2 000 000

Harga/Nisbah

Perencanaan harga dilakukan dengan stategi penetration princing, yaitu menetapkan harga serendah mungkin dengan tujuan merebut bagian pasar. Mengacu pada metode perhitungan margin atas dasar kondisi pasar, bmt al janah dapat menetapkan margin murabahah sebesar 15% hingga 17,5% flat pertahun. Nisbah bagi hasil pembiayaan mudharabah muqoyadoh ekuivalen 22% dengan pertimbangan cost of fund 16% hingga 17% dan faktor resiko produk. Provisi pembiayaan ditentukan sesuai kesepakatan bmt al jannah dan debitur dengan jumlah maksimum 1% dari nilai pembiayaan. biaya administrasi dikenakan setiap jenis pembiayaan 100 000

Dalam menentukan nisbah pembiayaan maupun tabungan hal yang pertama di perhatikan adalah ketika pembiayaan adalah faktor penghasilan usaha yang dibiayai bmt sehingga mudhorib mampu memberikan bagi hasil sesuai nisbah kepada bmt. Ketika tabungan maka hal yang di perhatikan adalah biaya operasional yang harus dipenuhi oleh bmt, serta penyaluran dana, dan pendapatan yang diterima oleh bmt, setelah itu di putuskan nisbah bagi hasil yang diterima oleh nasabah.

Dengan competitor bmt al jannah memberikan nisbah bagi hasil yang lebih tinggi disbanding competitor karena dengan lebih tinggi maka nasabah akan memilih bmt al jannah untuk menabungkan uang nya. sehingga pendapatan yang didapat bmt akan lebih banyak.

Dalam nisbah bagi hasil dalam nasabah sebenarnya tidak terlalu di permaslahakan karena nasabah akan tetap menabungkan uangnya ketika melihat citra, pelayanan yang diberikan oleh bmt jauh lebih baik dibandingkan oleh bmt lain yang walaupun memberikan nisbah bagi hasil yang besar tetapi mempunyai citra dan reputasi yang kurang baik.

Lokasi yang Direncanakan

BMT Al Jannah akan dibangun di Dusun III, Rt 012/Rw 003, Desa Saptomulyo, Kec. Kota Gajah, Kab. Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Lokasi yang stategis adalah hal yang penting dalam perkembangan bmt, karena dengan memilih lokasi yang tepat maka bmt akan berkembang dengan pesat. Adapun ketika nasabah mengunjungi bmt maka akan mendapat pelayanan yang baik sehingga nasabah akan merasa puas terhadap bmt al jannah. Dengan bangunan yang rapi serta ditambah dengan ac dan bunga agar harus, serta tempat parker yang luas dan penjagaan yang aman sehingga akan menambah kepuasan nasabah.

Saluran Distribusi

BMT Al Jannah dalam menjual produk dan jasa dengan cara langsung, yaitu dengan personal selling yaitu datang ke nasabah dengan menawarkan tabungan atau pembiayaan atau biasa disebut dengan jemput bola ke pada nasabah.

Proyeksi Penjualan

  1. Proyeksi terbaik

Jumlah Karyawan 10 karyawan Target 1000 Nasabah Dengan Rincian : 100 Nasabah Rekrutmen/ karyawan.

  1. Proyeksi terburuk

Dari 5 sasaran pasar yaitu 5 sekolah dengan jumlah siswa 1000 siswa dengan prediksi 900 nasabah tetapi hanya 400 yang menabung di bmt al jannah.

VI.           Rancangan Operasional

Dalam operasional bmt sebagai berikut:

Model Bisnis

Model bisnis bmt al jannah adalah b2c, yaitu business to consumen dimana produk dari bmt langsung di tawarkan ke konsumen/nasabah. Tanpa melalui pelantara bisnis lain.

Produksi

Adapun dalam menciptakan produk dan jasa dalam bmt al jannah dengan metode sebagai berikut:

  • Pengembangan produk/jasa yaitu bmt selalu memberikan inovasi yang terus berkembang sehingga sesuai dengan kebutuhan masyarakat luas.
Lokasi

Adapun lokasi yang dibutuhkan oleh bmt adalah

Kebutuhan yang bersifat fisik:

  • Dengan luas 20×20
  • Jenis/model bangunan berupa gedung/kantor permanen.
  • Zonasi/area yang luas dan stategis.
  • Tenaga listrik dan peralatan lain yang memadai.

Akses ke lokasi:

Bmt al jannah membutuhkan akses yang mudah yang mudah dijangkau oleh masyarakat umum.

Serta bmt al jannah membutuhkan area parker yang luas sehingga dapat memenuhi kebutuhan nasabah, Dan lokasi yang sekitar 50 meter dari jalan raya, terminal, pasar, kampus, dan pemukiman masyarakat.

BMT al jannah akan mendirikan bangunan dengan alokasi dana 50 000 000 guna untuk membangun gedung bmt yang memadai.

Adapun rincian biaya sebagai berikut:

Gedung           50 000 000

peralatan          25 000 000

Total               75 000 000

Adapun jam kerja bmt al jannah dimulai dari senin-jum’at dari jam 08.00 sampai 15.00

Legalitas Usaha

Legalitas bmt sebagai berikut ini

  • Badan hukum usaha dengan adanya legalitas badan hokum maka bmt akan dapat beroprasi produk dan jasa.
  • Izin usaha guna untuk mendirikan usaha bmt.
  • Regulasi kesehatan, ruang kerja, atau lingkungan yaitu karyawan bmt diasuransikan dalam BPJS Kesehatan.
  • Regulasi khusus dalam bidang profesi dalam bmt adalah izin asosiasi.
  • Asuransi, bmt membutuhkan LPS guna menjamin ketika terjadi sebuah bencana sehingga nasabah aman dalam menabungkan uangnya.
Personel
  • Bmt al jannah membutuhkan 12 tenaga kerja.
  • Dengan Jenis pekerja tertentu berupa skill dan professional.
  • Dengan cara membuka lowongan pekerjaan dan seleksi sehingga mendapat sdm yang tepat.
  • Kualitas staff dalam bidang operasional.
  • Struktur penggajian dimulai yang tertinggi manajer dan yang terbawah OB
  • Setelah melakukan seleksi karyawan maka bmt memilih Metode pelatihan guna mendapatkan karyawan yang professional.

adapun tugas dari setiap bagian sebagai berikut:

  1. Ketua :

Memimpin Rapat Anggota dan Rapat Pengurus

Memimpin Rapat bulanan Pengurus dengan Manajemen, Menilai Kinerja Bulanan dan kesehatan BMT.

Memberikan pembinaan kepada pengelola.

Ikut menandatangani surat-surat berharga serta surat-surat lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan keuangan BMT.

Menjalankan tugas-tugas yang diamanahkan oleh anggota BMT sebagaimana tertuang dalam AD/ART BMT, khususnya mengenai pencapaian tujuan.

  1. Sekretaris :

Bertanggung jawab atas pemberitahuan kepada anggota sebelum rapat diadakan sesuai dengan ketentuan AD/ART.

Membuat serta memelihara berita acara yang asli dan lengkap dari rapat-rapat anggota dan pengurus.

Menjalankan tugas-tugas yang sesuai dengan AD / ART.

Memberikan catatan-catatan keuangan BMT hasil laporan dari pengelolaan

Memverifikasikan dan memberikan saran kepada ketua tentag berbagai situasi dan perkembangan BMT.

  1. Bendahara :

Bersama Manajer operasional memegang rekening bersama di Bank terdekat.

Bertanggung jawab mengarahkan, memonitor, dan mengevaluasi pengelolaan dana oleh pengelola.

  1. Manajer :

Memimpin operasional BMT sesuai dengan tujuan dan kebijakan umum yang direncanakan oleh pengurus.

Memimpin dan mengarahkan kegiatan yang dilakukan oleh stafnya

Membuat rencana kerja tahunan, bulanan, dan mingguan, yang meliputi:

Rencana Pemasaran

Rencana Pembiayaan

Rencana biaya operasi

Rencana keuangan

Laporan Penilaian Kesehatan BMT

Membuat laporan bulanan, tahunan, penilaian kesehatan BMT serta mendiskusikan dengan pengurus, berupa:

Laporan pembiayaan baru

Laporan perkembangan pembiayaan

Laporan keuangan, neraca, dan laba rugi

Laporan kesehatan BMT

Membina usaha anggota BMT, baik perorangan maupun kelompok.

  1. Bagian Pembiayaan

Melakukan pelayanan dan pembinaan kepada peminjam

Menyusun rencana pembiayaan

Menerima berkas pengajuan pembiayaan

Melakukan analisis pembiayaan

Menerima berkas-berkas pembiayaan hasil-hasil analisis kepada komisi.

  1. pembiayaan

Melakukan administrasi pembiayaan

Melakukan pembinaan anggota pembiayaan agar tidak macet

Membuat laporan perkembangan pembiayaan

 

  1. Bagian Penggalangan Dana

Melakukan kegiatan penggalangan tabungan anggota/masyarakat

Menyusun rencana penggalangan tabungan

Merencanakan pengembangan produk-produktabungan

Melakukan analisis data tabungan

Melakukan pembinaan anggota penabung

Membuat laporan perkembangan tabungan

Mendiskusikan strategi penggalangan dana bersama manajer dan pengurus

 

  1. Bagian Pembinaan Anggota

Memberikan pembinaan kepada anggota mengenai Administrasi dan kualitas usaha anggota serta Pengembangan skala usaha anggota

Sebagai motivator usaha anggota

Membina sumberdaya Manusia anggota.

  1. Anggota :

Menjalankan tugas-tugas yang sesuai dengan AD / ART.

Membantu Ketua, sekretaris, dan bendahara dalam menjalankan tugasnya.

Kebijakan Kredit
  • Kebijakan kredit yang diberikan bmt dalam melakukan bmt adalah hal yang perlu dalam pembayaran angsuran dan pemberian bagi hasil.
  • Dalam melakukan pembiayaan kepada nasabah maka bmt harus dengan jeli menganalisis usaha yang akan dibiayai oleh bmt, sehingga nasabah mampu membayar angsuran yang telah diberikan kepada bmt.

 

  • Ketika sudah jatuh tempo yaitu setiap tanggal 10 awal bulan maka pihak bmt memberikan kelonggaran 5 hari ketika nasabah belom mampu membayar angsuran yang telah ditetapkan di akad.

kebijakan dalam menyelesaikan problem konsumen yang pembayarannya lambat. 

  • Dengan menghubungi nasabah dengan telepon ketika 1 hari jatuh tempo.
  • BMT akan memberikan surat kepada nasabah setelah 10 hari jatuh tempo.
  • BMT akan melayangkan somasi ketika dirasa nasabah tidak memberikan angsurang setelah 3bulan jatuh tempo.

VII.       Manajemendan Organisasi

Dalam menjalankan bmt al jannah dari hari ke hari dibawah pimpinan manajer, adapun manajer nya adalah Eti dwi lestari. Dengan pengalaman bekerja di bmt utamma. Adapun kompetensi khusus yaitu lulusan perbankan syariah sehingga dapat menjalankan system operasional bmt al jannah. Ketika sudah tidak mampu bekerja maka akan digantikan oleh wakil manajer yang telah mengerti lebih banyak.

VIII.   Deklarasi Finansial Personal

Modal yang dibutuhkan pada awal pendiri 1,3 M dengan sumber pendanaan berasal dari

  1. simpanan anggota,
  2. deposito mudharobbah anggota,
  3. tabungan wadiah masyarakat
  4. titipan wadiah dari lembaga keuangan.

Rincian Permodalan Awal pendirian bmt al jannah

Perincian Tahun1
Simpanan pokok
Anggota inti 1 30 5 000 000 150 000 000
Simpanan Wajib 12 30 250 000 90 000 000
Tabungan Wadiah 122 047 348
Deposito Mudharobah 770 000 000
Titipan Wadiah 150 000 000
Total dana awal tahun 1 282 047 348

 

IX.           Biaya dan Kapitalisasi Perusahaan Rintisan

Dalam memulai bisnis bmt akan memberikan anggaran lain-lain atau biaya tak terduga, sehingga ketika dalam system operasional dan mengalami kendala atau data tambahan, bmt sudah memiliki anggaran tersendiri. Sehingga ketika bmt sudah beroprasi maka bmt menyiapkan sekitar 20% dari seluruh biaya yang digunakan untuk memulai rintisan bmt.

Pemenuhan Kebutuhan Modal pendirian diluar dana pendiri

PerkiraanTabungan Wadiah nasabah Periode Nominal Tahun 1
Peminjam (tabungan 1x angsuran 2.00% 1 3 102 376 400 62 047 348
Lain-lain (pedagang penduduk) 125 4 1000 60 000 000
122 047 348
Kusus peminjam 4=AO
Perkiraan deposito mudharabah
Deposito anggota 13 1 50 000 000 650 000 000
Jamaah masjid 10 4 200 000 96 000 000
Kelompok arisan 10 1 200 000 24 000 000
770 000 000

X.               Rancangan Keuangan

Asumsi keuangan perhitungan dalam studi kelayakan didasarkan pada asumsi pertumbuhan pasar kemampuan kjks dalam menyediakan sumber pendanaan dan perhitungan pengeluaran baik capital expenditure maupun revenue expenditure asumsi yang digunakan kjks diantaranya

  1. Tingkat penjualan harus diatas break even poin
  2. Pertumbuhan penjualan diperkirakan 20% pertahun
  3. Permodalan diasumsikan 60% dari pembiayaan yang digulirkan
  4. Penerimaan angsuran pembiayaan 55%
  5. Margin pembiayaan yang digunakan 15,5%, 16,5%, dan 17,5%

Proyeksi Laba Rugi

Penjualan diasumsikan meningkat 20% setiap tahun nya penambahan biasa operasional kjks sebesar 5% pada tahun 1 dan tahun 2 8% pada tahun 3 dan 4, serta 10% pada tahun ke 5

Laporan laba rugi

Tahun        Pendapatan Beban Provit
Tahun 1 736 560 000 734 011 947 2 545 053
Tahun 2 883 872 000 770 712 544 113 159 456
Tahun 3 1 060 646 400 832 369 548 228 276 852
Tahun 4 1272 775 680 898 959 112 373 816 568
Tahun 5 1 527 330 816 988 855 023 538 475 793

 

Proyeksi Neraca BMT AL JANNAH 5 Tahun Pertama

Nama Perkiraan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Aktiva
Kas 5 900 405 206 180 904 196 279 029 363 660 623 256 555 869
Simpanan pada bank 200 000 000 400 000 000 400 000 000
Surat berharga syariah 300 000 000 400 000 000
Piutang Murabahah 1598 189 266 2556 155 120 3352 576 144 4022 851 572 5516 611 807
Margin murabahah tangguh 654 855 933 900 955 120 1281 393 719 1538 272 465 2125 147 661
Penyisihan kerugian Piutang Murabahah 79 909 463 197 717 219 365 556 026 566 478 595 842 509 185
Piutang qord 50 000 000 95 000 000 107 000 000 114 000 000
Penyisihan kerugian Piutang qord  2 500 000 7 250 000 12 600 000 18 500 000
Aktiva tetap 809 500 000 93 700 000 101 000 000 104 700 000 438 700 000
Akumulasi penyisihan aktiva tetap 21 450 000 43 950 000 68 275 000 93 525 000 124 525 000
Agunan yg diambil alih
Total aktiva 957 374 273 1560 933 664 2221 900 427 3067 355 957 4015 565 829
Kewajiban
Kewajiban segera
Tabungan Wadiah 122 047 548 96 112 286 100 917 900 105 965 795 111 261 985
Kewajiban zakat dan pajak 22 944 566 161 493 915 259 694 882 407 880 383 516 974 954
Kewajiban kepada anggota 120 277 536 200 552 816 316 927 642 405 614 960
Kewajiban kepada pengurus 80 185 024 135 688 544 211 285 095 270 409 973
Dana sirkah temporer
Titipan wadiah
Deposito mudhorobah 770 000 000 770 000 000 770 000 000 670 000 000 570 000 000
EKUITAS
Simpanan pokok 150 000 000 150 000 000 150 000 000 150 000 000 150 000 000
Simpanan wajib 90 000 000 180 000 000 270 000 000 360 000 000 450 000 000
Cadangan dana sosial 20 046 256 53 463 392 106 289 666 173 892 159
Cadangan dana pendidikan 20 046 256 53 463 392 106 289 666 173 892 159
SHU tidak dibagikan 197 817 640 160 370 049 267 377 089 422 570 190 540 819 947
Rugi/laba tahun lalu 197 617 640 37 247 591 230 129 497 952 699 688
Total kewajiban dana sirkah temporer ekuitas 957 374 273 1 560 913 684 2 221 900 422 3 087 335 937 4 015 565 829

 

Perhitungan Hasil Usaha BMT AL JANNAH 5 Tahun Pertama

Nama Perkiraan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Pendapatan operasional
Pendapatan margin Murabahah 597 511 466 1421 433 693 1950 546 856 2595 467 803 3255 218 818
Hak pihak ke tiga atas bagi hasil dana sirkah temporer 50 050 000 50 050 000 50 050 000 50 050 000 50 050 000
Pendapatan operasional lainnya
Pendapatan jasa mudhorabah muqoyadah 1 650 000 1 650 000 1 650 000 1 650 000 1 650 000
Jasa Provisi 31 023 674 43 803 328 62 324 094 74 788 913 95 602 756
Jasa Administrasi 24 000 000 34 360 000 41 472 000 49 766 400 59 719 680
Pendapatan oprasional 604 135 140 1451 397 022 2005 942 950 2671 623 116 3368 641 254
Beban Operasional
Beban kepegawaian 508 600 000 557 580 000 669 238 000 775 546 560 940 023 078
Beban Marketing 28 000 000 80 800 000 33 880 000 57 268 000 40 994 800
Beban Administrasi umum 132 915 674 151 542 928 181 433 874 200 622 482 251 835 933
Beban penyisihan kerugian piutang 79 909 463 117 807 756 167 618 807 201 142 568 275 830 590
Beban penyisihan kerugian simpanan qord 2 500 000 4 750 000 5 350 000 5 700 000
Beban penyusutan aktiva tetap 21 450 000 22 500 000 24 425 000 25 250 000 31 000 000
Beban bonus wadiah 7 933 077 6 247 298 6 559 663 6 887 646 7 232 029
Beban operasional 778 808 214 888 977 983 1087 805 345 1252 067 257 1552 616 431
Laba Usaha 174 673 074 562 419 038 918 137 605 1419 555 858 1816 024 823
Pendapatan/ beban non operasi/ neto
Pendapatan non operasi 10 000 000 44 750 000 53 000 000
Laba sebelum zakat dan pajak penghasilan 174 673 074 562 419 038 918 137 605 1419 555 858 1816 024 823
ZAKAT 22 944 566 37 446 043 51 753 328 68 927 876 86 910 944
Laba sebelum pajak penghasilan 197 617 640 524 972 995 876 384 277 1395 377 982 1782 113 878
Pajak 124 047 872 207 941 554 338 952 506 430 064 009
SHU bersih 197 617 640 400 925 123 668 442 722 1056 425 475 1352 049 869
SHU dibagikan kepada anggota 120 277 536 200 532 816 516 927 642 405 614 960
Pengurus, BDN, Pemeriksa, DPS 80 185 024 133 688 544 211 285 095 270 409 973
Dana Sosial 20 046 256 33 422 136 52 821 273 67 602 493
Dana pendidikan 20 046 256 33 422 136 52 821 273 67 602 493
Pembagian SHU 240 555 073 401 065 633 633 855 285 811 229 921
SHU tidak dibagikan 197 617 640 160 370 049 267 377 089 422 570 190 540 819 947

 

XI.           Lampiran

Syarat untuk pendirian lembaga keuangan syariah

  1. Dua rangkap salinan Akta Pendirian Koperasi sari notaris (NPAK)
  2. Berita acara rapat pendirian bmt
  3. Daftar hadir rapat pendirian bmt
  4. Foto Copy KTP pendiri
  5. Kuasa pendiri (pengurus terpilih) untuk mengurusi permohonan pengesahan pembentukan bmt
  6. Surat bukti penyetoran modal sendiri pada awal pendirian bmt berupa deposito pada bank syariah atas nama menteri Negara koperasi dan UKM cq Ketua bmt
  7. Rencana kerjakoperasi minimum (1) satu tahun kedepan (rencana permodalan, Neraca awal, SOP, rencana kegiatan usaha(business plan), rencana bidang organisasi & SDM
  8. Kelengkapan administrasi organisasi dan pembukuan
  9. Keterangan pokok-pokok administrasi dan pembukuan yang didesan sesuai karakteristik lembaga keuangan syariah.
  10. Nama dan riwayat hidup pengurus dan pengawas.
  11. Nama ahli syariah/dewan syariah yang telah mendapat rekomendasi dari dewan syariah nasional MUI
  12. Nama dan riwayat hidup calon pengelola dengan melampirkan:
  13. bukti telah mengikuti pelatihan/magang dilembaga keuangan syariah
  14. surat keterangan berkelakuan baik
  15. surat pernyataan tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan semenda dengan pengurus dan pengawas.
  16. Surat pernyataan tidak mempunyai hubungan keluarga antara pengurus.
  17. Daftar sarana kerja
  18. Surat pernyataan bersedia untuk diperiksa dan dinilai kesehatan koperasinya oleh pejabat yang berwenang
  19. Surat penyertaan status kantor koperasi dan bukti pendukungnya
  20. Struktur organisasi bmt.

 

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

1 thought on “Business Plan BMT”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *