Akikah dan Tahlilan di Banjarrejo Batanghari

 

Disini saya akan menceritakan tradisi budaya Islam yang masih ada atau masih sering di lakukan di dalam lingkungan sekitar saya. Ada banyak macam tradisi budaya Islam yang ada di lingkungan saya, yaitu aqiqah, tahlilan, pengajian, marhabanan, 7 bulanan dan budaya-budaya Islam lainnya. Disini saya akan menjelaskan dari macam macam tradisi budaya Islam yang kenapa masih ada atau masih sering dilakukan di lingkungan sekitar saya.

Aqiqah di lingkungan saya merupakan tradisi yang dilakukan ketika ada keluarga yang melahirkan anaknya. Tradisi ini dilakukan dengan cara penyembelihan hewan yaitu hewan kambing. Jika anaknya yang lahir laki-laki harusĀ  menyembelih kambing sebanyak dua ekor kambing. Dan jika yang lahir anaknya perempuan maka penyembelihannya seekor kambing. Tradisi ini masih dipercayai karena dengan memotong kambing atau aqiqah kelak anaknya menjadi anak yang sholeh maupun sholehah. Kambing-kambing yang sudah disembelih kemudian diolah dan kemudian dibagikan kepada para tetangga, tetapi daging kambing ini tidak boleh di perjual – belikan.

Tahlilan di lingkungan saya biasanya dilakukan untuk memperingati kematian seseorang atau saudaranya yang sudah meninggal dunia. Biasanya dilakukan atau diperingati setelah hari ke tiga, tujuh, empat puluh, seratus, setahun, dua tahun dan yang terakhir yaitu seribu harinya. Dalam tradisi Islam memang tidak ada tradisi memperingati kematian, tradisi ini merupakan tradisi budaya hindu, yang kemudian diasimilasikan dengan budaya Islam dan diwarnai dengan tradisi relijius keislaman. Dalam budaya kejawen. Dalam budaya kejawen, bahwa manusia itu memiliki Saudara kembar ketika lahir. Saat meninggal Saudara kembar ini telah hidup dan sering menyertai dan mendatangi keluarganya. Agar tidak mengganggu makna keluarga almarhum/almarhumah mengadakan acara sebagaimana hari-hari yang ditentukan tadi dengan memberikan sesuatu sesaji tertentu menurut kesukaan dari almarhum. Tradisi ini juga dikatakan bahwa berasal dari tradisi turun-menurun dari pada orang tua mereka dan disampaikan lisan dari tradisi tetap ada juga yang tidak mempelajari adanya atau harusnya kegiatan tahlilan ini, karena mereka yang tidak mempercayai ini karena ketika ada seseorang atau saudara yang meninggal dunia malah merayakan dengan makanan.

Tradisi 7 bulanan di lingkungan saya masih dilakukan, menurut lingkungan menurut lingkungan saya tradisi 7 bulanan ini merupakan tradisi upacara tradisional selamatan terhadap bayi yang masih di dalam kandungan yang berumur 7 bulan. Tradisi ini dilakukan dengan cara membuat slametan atau acara makan-makan dengan membuat genduri yang biasanya berisikan nasi, sayur, lauk, dan yang membedakan genduri7 bulanan ini adalah terletak pada jajanannya atau makanan pasarnya, yaitu misalkan adanya makanan pasar yang harus berjumlah 7 macam jajanan pasar, dan biasanya juga membuat rujak yang harus berjumlah 7 buah, rasa rujaknya juga biasanya diartikan juga, misalkan jika rujak tersebut terasa enak maka anaknya perempuan dan sebaliknya jika kurang rasanya, maka anaknya laki-laki. Tradisi budaya ini menurut lingkungan saya bertujuan untuk mendoakan agar di calon anak atau jabang bayi dan ibu selamat sampai proses melahirkan.

Sekian tradisi yang berkaitan dalam budaya Islam di lingkungan sekitar saya.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *