Tradisi Islam di Kampung Sekitar

Nama : Amalia Nur Hidayah
Kelas : A
Prodi : S1 Perbankan Syariah

Kebudayaan Dilingkungan Sekitar
1. Tradisi Punggahan
Didesa saya, tepatnya pada akhir bulan sya’ban, masyarakat lingkungan sekitar rumah saya masih melestarikan tradisi ini. Karna trdisi ini sudah terjadi secara turun-temurun, tradisi punggahan juga diartikan sebagai pertanda masuknya bulan Ramadhan. Masyarakat akan berkumpul disebuah masjid untuk di doa kan bersama yang dipimpin oleh seorang kyai. Menu nya pun beragam seperti lalapan, ayam goreng, orak-arik tempe, nasi luwet panas yang disajikan dalam besek berbentuk mangkok plastik. Dengan begitu kebersamaan antar masyarakat tetap terjaga.
2. Tradisi Kendurenan / Selametan
Tradisi ini dilakukan atas rasa syukur nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Tradisi ini sudah terjadi secara turun-temurun, biasanya tradisi kendurenan ini dilaksanakan ba’da Maghrib tidak banyak juga yang melaksanakannya ba’da Isya’. Kgiatan pada tradisi ini yaitu doa bersama dengn tujuan meminta selamat buat yang didoakan dn juga buat keluarganya. Dihadiri oleh tetangga sekitar dan pamong adat (orang yang ditua kan di desa). Disediakannya tumpeng yng lengkap denga lauk-pauknya dan disajikan di tengah-tengah orang yang sedang mendoakannya. Saat acara telah selesai orang-orang yang datang akan dibagikan bingkisan makanan (orang sana menyebut nya berkat) untuk dibawa pulang dan diberikan oleh keluarganya dirumah. Tradisi ini paling lama berjalaan selama 2 jam.
3. Kendurenan Mulud-an
Tradisi ini dilakukan pada tanggal 12 bulan maulud (kelahiran Nabi Muhammad SAW.) Sama seperti tradisi punggahan, tradisi kenduren maulud-an dilakukan di sebuah Masjid dan membawa makanan dari rumah masing-masing. Biasa nya dalam kenduren ini ada ritual motong kambing yang kemudian dimasak menjadi gulai.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *