Dari Mitoni hingga Qasidahan yang Masih Berkembang hingga Sekarang

NAMA : INGGRIT SARASATI

NPM    : 1602100035

PRODI : S1 PERBANKAN SYARIAH A Smt 1

 

Kebudayaan Islam Yang Masih Berkembang Hingga Sekarang

Di lingkungan tempat tinggal saya, tradisi dan budaya-budaya islam masih ada sejak dulu hingga sekarang. Seperti dalam acara pernikahan, terdapat akad nikah atau ijab kabul yang biasanya diselanggarakan dengan syariat islam, namun juga identik dengan kebudayaan jawa, yang biasanya terdapat siraman,sungkeman, kemudian dalam rumah untuk resepsi ada hiasan dekorasi yang berisi bunga-bunga, dan didepan gapura juga ada janur kuning dan lain sebagainya. Bisa dibilang kebudayaan islam yang bercampur dalam pernikahan adat jawa terbilang cukup rumit, namun tetap dalam kesakralan.

Lalu kemudian, adalagi tradisi mitoni yang masih banyak dipakai di daerah tempat tinggal saya. Mitoni yaitu upacara yang dilakukan oleh ibu hamil, saat usia kehamilannya 7 bulan. Prosesi mitoni membutuhkan waktu seharian penuh dan biaya yang relatif besar. Upacara ini mirip dengan pernikahan adat jawa, karena ada sungkeman dan siraman. Sang calon ibu dimandikan dengan air kembang setaman, setelah itu didoakan oleh para sesepuh supaya bayinya selamat sampai proses persalinan selasai. Keluarga yang menggelar upacara ini juga harus mengundang tetangga dan kenalan untuk ikut serta mendoakan si jabang bayi.

Tradisi yang sudah sejak lama ada dan berlangsung hingga kini yaitu akikahan. Akikahan identik dengan penyembelihan hewan. Biasanya akikahan diadakan untuk anak yang baru lahir. Sejauh yang saya ketahui, hewan akikahan berupa kambing untuk anak laki-laki berjumlah 2 ekor, dan untuk anak perempuan berjumlah 1 ekor. Mungkin semua itu sudah menjadi ketentuan dalam agama islam.

Qasidah juga masih sering saya temui dalam acara-acara bernuansa islami, seperti acara syukuran, pengajian, atau acara-acara peringantan hari besar islam lainnya. Qasidahan biasanya menampilkan lagu-lagu dan syair yang banyak mengutarakan unsur dakwah, nasehat-nasehat islam, shalawatan dan doa-doa . Biasanya qasidah diiringi dengan musik rebana.

Tradisi tumpengan juga masih ada dalam acara-acara seperti slametan, syukuran, atau kenduri. Disebut tumpengan, mungkin karena terdapat nasi tumpeng yang dibentuk kerucut sebagai iconnya, biasanya disajikan diatas tampah dan dialasi daun pisang, lalu diberi lauk-pauk seperti telur dadar, timun, perkedel, tumis tempe, ayam goreng dan lainnya. Nasi yang dipakai biasanya adalah nasi kuning atau nasi putih. Dengan tumpengan, masyarakat menunjukkan rasa syukur dan terimakasih kepada Tuhan dengan merayakannya bersama-sama.

Namun ada juga, tradisi-tradisi yang msih ada hingga sekarang tapi menyimpang dari ajaran islam. Seperti meletakkan sesajen dibawah tempat tidur dan didepan foto orang yang sudah meninggal. Lalu masih banyak juga para peziarah yang mendatangi makam-makam leluhur mereka dan meminta keselamatan serta rezki. Karena bagi masyarakat, makam-makam orang yang dinilai sakti, dapat mendatangkan rezki dan keselamatan bagi orang-orang yang meyakininya. Ada lagi biasanya pada saat orang memulai pembangunan rumah, pasti akan diberikan sesaji, begitupun saat akan menempati rumah baru. Lalu para petani juga biasanya menyediakan sesaji untuk mulai mengerjakan sawah atau ladang, ataupun saat akan memulai panen. Kemudian sesaji juga biasa digunakan untuk mengusir jin atau setan.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *