Berbagai Pengajian di Desa Bumiharjo 39 Batanghari

Nama               :  Tiara Nurvianti         (1602100074)

Prodi/Kelas     : S1 Perbankan Syari’ah /A  IAIN METRO

Mata Kuliah    : Metodologi Studi IslM

TRADISI DI LINGKUNGAN BUMIHARJO 39

Beragam kebudayaan Islam di setiap daerah pasti berbeda-beda. Ada kebudayaan Islam yang masih diterapkan oleh masyarakat di daerah tersebut namun ada juga kebudayaan Islam yang sudah tidak diterapkan oleh masyarakat yang tinggal didaerah tersebut. Di lingkungan daerah tempat tinggal saya, masih banyak kebudayaan-kebudayaan Islam yang sampai saat ini masih diterapkan oleh masyarakat. Contohnya:

  1. Kebudayaan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yaitu peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang perayaannya jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal, masyarakat selalu aktif memperingatinya dengan mengadakan pengajian-pengajian besar di desa.
  2. Kebudayaan memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, masyarakat di desa saya memperingatinya dengan mengadakan pengajian di masjid.
  3. Masyarakat juga memperingati Manaqib yaitu yang bertujuan untuk memperingati Syaikh Abdul Qodir al-Jailani, masyarakat memperingatinya dengan membaca shalawat dan doa-doa di masjid.
  4. Masyarakat juga sering mengadakan pengajian-pengajian besar yang sering disebut dengan pengajian TriWulan, disebut pengajian TriWulan karena pengajian tersebut diadakan setiap tiga bulan sekali secara bergantian dengan desa yang lain, dalam pengajian tersebut masyarakat mengundang masyarakat dari desa lain dan tokoh-tokoh agama untuk menghadiri acara pengajian tersebut. Pengajian tersebut diisi dengan pembacaan shalawat, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan ceramah-ceramah yang disampaikan oleh tokoh agama.
  5. Setiap hari Jumat masyarakat di desa saya juga selalu aktif mengadakan tahlilan, pembacaan Surah Yasin, dan pembacaan Shalawat Nabi di masjid dan rumah-rumah penduduk di desa tersebut secara bergantian.
  6. Dalam memperingati 1 Muharram masyarakat juga selalu memperingatinya dengan mengadakan tahlilan, pembacaan Surah Yasin dan doa-doa di masjid.
  7. Masyarakat juga selalu aktif mengadakan tradisi Kupatan yang sampai sekarang masih terus menjadi budaya di dalam lingkungan masyarakat. Tradisi Kupatan adalah tradisi membuat Kupat yang biasanya dilakukan masyarakat seminggu setelah Idul Fitri.
  8. Setiap hari raya Idul Fitri juga masyarakat selalu mengadakan tradisi Halal Bihalal, tradisi ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan saling memaafkan antar masyarakat. Mereka mengunjungi rumah-rumah penduduk di desa untuk Halal Bihalal. Tradisi ini sampai saat ini masih terus berkembang menjadi budaya di lingkungan masyarakat desa saya.
  9. Tradisi yang sampai sekarang juga menjadi kebudayaan Islam di lingkungan masyarakat adalah tradisi Mitoni atau tujuh bulanan untuk wanita yang telah mengandung janin selama tujuh bulan, mereka mengadakannya dengan pembacaan-pembacaan doa dengan tujuan agar wanita tersebut dan bayi yang akan dilahirkan pada bulan kelahirannya akan lahir dengan selamat.

Kebudayaan-kebudayaan Islam itu lah yang sampai saat ini masih terus berkembang di masyarakat tempat tinggal saya.

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *