Model Penelitian Politik Islam

 

Politik adalah pengaturan masalah kenegaraan dan pemerintahan serta hal-hal lainnya yang terkait dengannya. Politik juga dapat diartikan sebagai pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, seperti tata cara pemerintah, dasar-dasar pemerintah dan sebagainya dan dapat pula berarti segala urusan dan tindakan, siasat dan sebagainya yang mengenai sesuatu negara atau terhadap negara lain.

Dikalangan masyarakat islam pada umumnya kurang melihat hubungan masalah politik dengan agama. Hal ini disebabkan karena pemahaman yang kurang utuh terhadap cakupan itu sendiri.

Keterkaitan agama Islam dengan aspek politik menegaskan bahwa persoalan yang pertama-tama timbul dalam islam menurut sejarah bukanlah persoalan tentang keyakinan malah persoalan politik. Ketika Nabi Muhammad SAW. berada dimadinah, beliau tidak hanya mempunyai sifat Rsul Allah, tetapi juga mempunyai sifat kepala negara. Dan sebagai kepala negara, setelah beliau wafat lalu digantikan dengan orang lain untuk memimpin negara yang beliau tinggalkan. Para peneliti sejarah politik yang mengatagorikan bahwa corak politik yang diterapkan oleh Nabi Muhammad adalah bercorak teo-demikratis, yaitu suatu pola pemerintahan yang menyelesaikan setiapa ada persoalan terlebih dahulu beliau melakukan musyawarah baru kemudian menunggu ketetapan dari Allah.

Dikalangan umat Islam sampai sekarang terdapat tiga aliran tentang hubungan Islam dan ketatanegaraan. Aliran petama, berpendirian bahwa Islam bukan semata-mata agama dalam pengertian Barat, yakni hanya menyangkut hubungan antara manusia dengan Tuhan, sebaliknya Islam adalah suatu agama yang sempurna dan yang lengkap dengan pengaturan bagi segala aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan bernegara. Aliran kedua, berpendirian bahwa Islam adalah agama dalam pengertian Barat, yang tidak ada hubungannya dengan urusan kenegaraan. Aliran ketiga, menolak pendapat bahwa Islam adalah suatu agama yang serba lengkap dan bahwa dalam Islam terdapat sitem kenegaraan. Dalam memhami masalah politik ini diperlukan,selain sebagai alat untuk melakukan kajian, juga untuk melakukan analisa terhadap model penelitian yang kita lakukan dan yang dilakukan oleh orang lain

Model M. Syafi’i Ma’arif. Dengan mengunakkan metodelogi penelitian perpusakaan yang handal dan dengan pendekatan normatif historis tersebut, syafi’i Ma’arif berasil mengeksplorasikan perpolitikan umat Islam Indonesia pada abad ke 20. model penelitian politik yang dilakukan Syafi’i Ma’arif sangat baik dijadikan model oleh para peneliti selanjutnya. Bentuk penelitinya bersifat deskriptif analisis. Pendekatan dan analisis yang digunakan bersifat normatif historis, sedangkan data-data yang digunakan bersumber pada kajian perpustakaan.

Model Harry J. Benda. Penelitian dibidang politik dengan mengunakan pendekatan historis normatif dilakukan pula oleh Harry J. Benda, Penelitian tersebut berusah mencari informasi dan sumber-sumber sesudah perang, dalam usaha untuk menguji dan memperbaiki gambaran yang telah muncul dari studi catatan-catatan masa pendudukan.

Model penelitian yang dilakukan oleh Harry J. Benda mengambil bentuk penelitian keperpustakaan dengan corak penelitian deskriftif, dengan menggunakan pendekatan analisis sosio historis, sebagaimana penelitian yang dilakukan Syafi’i ma’arif tersebut diatas.

Kritik dan Saran Model Penelitian Politik

Jadi dengan kami telah mempelajari model penelitian politik kami bisa mengetahui pengetahuan yang lebih luar tentang politik dan metode-metode politik itu sendiri. Semua di kehidupan bermasyarakat sangat memerlukan apa itu politik karena politik itu sendiri sangat membantu masyarakat untuk menjalani kehidupannya. Jika di dalam masyarakat pemerintahannya menjalankan politiknya dengan baik maka semua nya akan berjalan dengan baik dan jika pemerintahannya melakukan politiknya buruk maka kedepannya akan buruk pula.

Terkadang di dalam masyarakat masih banyak pemerintahan yang melakukan banyak kesalahan dalam mempergunakan politik itu sendiri pemerintah hanya mementingan kehidupannya sendiri dari pada kehidupan masyarakat banyak jika pemerintahannya seperti itu maka semua masyarakat sekitar akan hidup sengsara dan tidak sejahtera

Sebaiknya pemerintah bisa mengatasi semua masalah yang terjadi walaupun begitu berat masalah yang dihadapinya maka mereka bisa menuntaskan semua masalah yang ada. Dan jika mereka tidak bisa mengatasi masalah yang terjadi maka akan timbul masalah-masalah politik yang lain yang terjadi dan masalah itu akan bertumpuk bertambah banyak dan tidak dapat diselesaikan dengan begitu cepat. Semua masalah akan cepat terselesaikan jika diatasinya dengan benar.

Dimasyarakt sekarang kesadaran politik pemerintahannya sangatlah kurang karena dari kesadaran individu itu sendiri, pemerintah mengatasinya tidak cekatan sehingga masyarakatnya pun masa bodok dengan keadaan politik yang tidak teratur.

Jika pemrerintah menjalankan politiknya dengan baik maka masyarakatnya pun bisa mengikuti dan menjalankan dengan baik dan kehidupan di masyarakat menjadi lebih makmur dan sejahtera.

Semua masalah yang terjadi di dalam masyarakat sekarang tentang persoalan politik bisa diselsaikan dan banyak jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang ada. Semua masyarakat ingin sekali jika politik di pemerintahannya berjalan dengan baik semua keinginan masyarakat akan tercapai dengan yang mereka inginkan.

Jadi jika sudah membahas tentang persoalan politik maka dari situlah kesadaran individu atau pun kelompok mulai berkembang dan berfikir dalam politik yang ada di masyarakat. Dalam pemerintahannya juga harus bisa langsung menangani masalah politik yang terjadi, jika pemerintah belum bisa menangani dan mengatasinya maka masyarakat pun harus bisa mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Agar semuanya cepat terselesaikan dan tidak ada masalah politik yang terjadi lagi. Dengan semikian itu akan membuat kehidupan masyarakat menjadi sejahtera.

 

 

NAMA           : KHAIRUL FIKRI

PRODI           : SI PBS/A

NPM               : 1602100039

 

Catatan

  1. Sudah berbentuk review. Masih ada salah eja.
  2. Plagiasi 38%, Hehe….
  3. Bab yang direview adalah model penelitian politik, maka kritik harusnya ditujukan pada model penelitian yang ditawarkan bab tsb, bukan pada praktik berpolitik di masyarakat.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *