Model Penelitian Pemikiran Modern dalam Islam

Tulisan ini berisi hasil review saya terhadap buku “Metodologi Studi Islam,2004 yang ditulis Prof.Dr.H.Abuddin Nata,M.A.” Tujuan review ini adalah untuk mengetahui Pengertian Pembaruan Islam dan mengetahui Model-Model Penelitian Pemikiran Modern Dalam Islam ?
1.      Pengertian Pembaruan Islam
Saya menemukan bahwa Nata (2004) menyampaikan bahwa Pengertian Pembaruan Islam itu dipengaruhi oleh 2 ajaran Islam, yaitu ditulis di bab 21 halaman 378. Di sebagian umat Islam tradisional hingga saat ini tampak ada perasaan masih belum mau menerima apa yang dimaksut dengan pembaruan islam. Hal ini disebabkan karena mereka memandang bahwa pembaruan islam adalah membuang ajaran Islam yang lama diganti dengan ajaran Islam yang baru, padahal ajaran Islam yang lama itu berdasarkan pada hasil ijtihad para ulama besar yang dalam ilmunya, taat beribadah dan unggul kepribadiannya. Sedangkan ulama yang ada sekarang adalah kebalikannya .(paragraf1,hlm378)
Persepsi demikian hingga kini tampak dipegang terus oleh uamat Islam tradisional, tanpa mau melakukan dialog atau diskusi dengan para tokoh pembaruan dalam Islam, sehingga muncullah istilah kaum mordernis dan kaum tradisionalis.(paragraf3,hlm378)
Pembaruan Islam sebenarnya bukan sebagimana yang dipersepsikan oleh sementara kaum tradisionalis diatas. Pembaruan Islam adalah upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Selain itu pembaruan Islam dapat pula berarti mengubah keadaan umat agar mengikuti ajaran yang terdapat didalam Al-Quran dan Al-Sunnah.(paragraf4,hlm378)
Selain itu pembaruan dalam Islam dapat pula berarti mengubah keadaan umat agar mengikuti ajaran yang terdapat didalam Al-Quran dan Al-Sunnah. Hal ini perlu dilakukan, karena terjadi kesenjangan antara yang dikehendaki Al-Quran dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat. Al-Quran misalnya mendorong umatnya agar menguasai pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan modern serta teknologi secara seimbang, hidup bersatu, rukun dan damai sebagai suatu keluarga besar. Dengan demikian, maka pembaruan islam mengandung maksud mengembalikan sikap  dan pandangan hidup umat agar sejalan dengan petunjuk Al-Quran dan Al-Sunnah.(paragraf5,hlm379)
2.      Model Penelitian Pemikiran Modern Dalam Islam
Saya menemukan bahwa Nata (2004) menyampaikan bahwa Model Penelitian Pemikiran Modern Dalam Islam itu dipengaruhi oleh 2 Para Ahli, yaitu ditulis di bab 21 halaman 380. Para ahli tersebut adalah Deliar Noer dan H.A.R. Gibb.
a.                   Model Penelitian Deliar Noer
Deliar Noer mengatakan betapa perkembangan masa merdeka banyak relevansinya dengan perkembangan pemikiran periode sebelumnya yaitu pertama, soal khalifiyah. Kedua, sifat fragmentasi kepartaian. Ketiga, kepemimpinan yang bersifat pribadi. Keempat, perbedaan dan pertentangan paham. Kelima, hubungan dengan pemerintah. (paragraf4,hlm382)
Untuk mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan untuk penelitian tersebut Deliar Noer menggunakan bahan-bahan yang terdapat dalam berbagai litelatir baik yang ditulis dalam bahasa asing seperti Inggris dan Belanda. Dengan pendekatan historis dihasilkan pembahasan menurut urutan peristiwa secara kronologis dan dapat dibuktikan keberadaannya dalam sejarah dan dengan pendekatan sosiologis dihasilkan deskripsi yang menjelaskan berbagai peristiwa yang antara satu bagian dengan bagian lainnya saling berkaitan. (paragraf6,hlm383)
Melalu metode dan pendekatan tersebut dihasilhan informasi yang komprehensif mengenai asal-usul dan pertumbuhan gerakan modern Islam dalam bidang pendidikan,sosial dan politik. Asal-usul dan pertumbuhan gerakan modern Islam dalam bidang politik meliputi sarekat Islam, partai-partai islam, reaksi Belanda, reaksi kalangan tradisi dan kalangan kebangsaan, reaksi kalangan tradisi dan kalangan nasionalis yang netral agama.(paragraf7,hlm383)
Mengenai perkembangan dan sifat gerakan modern Islam di Indonesia, Deliar Noer menyimpulkan bahwa sifat dan kecendrungan gerakan ini dibentuk oleh Pemimpin Organisasi serta lingkungan tempat organisasi itu bergerak.(paragraf11,hlm385)
Selanjutnya dalam kesimpulan itu Deliar Noer menyebutkan adanya golongan tradisional dan golongan pembaruan. Sementara itu, golongan pembaruan lebih memberi perhatian pada sifat islam pada umumnya.(paragraf12,hlm385)
Kesimpulan berikutnya Deliar Noer mengungkapkan tentang kepemimpinan dalam gerakan pembaruan. Sehingga terdapat dualisme dalam kepemimpinan  gerakan ini. Menurutnya, hal ini menimbulkan kesulitan dalam memilih kepemimpinan masyarakat Islam di Indonesia, apalagi pada saat kesatuan dan persatuan masyarakat tersebut telah tercapai umpamanya pada masa Indonesia merdeka. Sehingga timbul masalah pilihan, kepada siapa kepemimpinan itu diserahkan.(paragraf13,hlm386)
Berdasarkan uraian diatas, terlihat jelas bahwa Deliar Noer telah memberikan model penelitian yang memenuhi persyaratan sebagai penelitian sejarah, yang dalam hal ini sejarah gerkan modern Islam di Indonesia tahun 1900-1942, dengan kesimpulan yang secara academis dapat di pertanggung jawabkan validitasnya. Penelitian tersebut walaupun tidak secara eksplisit mengemukakan latar belakang pemikiran, permasalahan tujuan, metode dan pendekatan serta kerangka analisis yang digunakan dalam penelitian, namun secara keseluruhan berbagai aspek yang seharusnya ada dalam sebuah penelitian telah tertampung dalam penelitian yang dilakukan Deliar Noer.(paragraf16,hlm387)

 

b.                  Model Penelitian H.A.R. Gibb

Penelitian Gibb tentang gerakan modern dalam islam kelihatannya bertolak dari tesisnya yang mengatakan bahwa islam adalah suatu agama yang hidup dan vital yang menyampaikan dakwah kepada hati, pikiran dan perasaan dari berpuluh-puluh, malah beratus-ratus miliun manusia, memberikan kepadanya suatu pedoman supaya hidup jujur, sungguh-sungguh dan taqwa.(paragraf2,hlm387)
Untuk membuktikan tesisnya H.A.R.Gibb melakukan penelaahan terhadap doktrin-doktrin ajaran Islam sebagaimana yang terdapat dalam Al-Quran dan Al-Sunnah, dan bukan dari sumber-sumber yang sudah tidak sejalan dengan doktrin tersebut. Dengan demikian, penelitian yang mencoba mendeskripsikan secara mendalam suatu objek dengan menggunakan data-data yang terdapat dalam kajian pustaka, sedangkan pendekatan yang digunakan bersifat filosofis historis. Yaitu suatu penelitian yang tekanannya ditujukan untuk mengemukakan nilai-nilai universal dan mendasar dari suatu ajaran atau objek yang diteliti, serta didukung oleh data-data historis yang dipercaya.(paragraf3,hlm388)
Dari penelitian itu, Gibb mengemukakan tentang dasar-dasar alam pikiran islam, ketegangan dalam islam, dasar-dasar moderisme, agama kaum modern. Hukum dan masyarakat serta islam didunia.(paragraf4,hlm389)
Terlihat bahwa model penelitian gerakan modern dalam islam yang dilakukan Gibb bersifat penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang sepenuhnya menggunakan bahan-bahan yang terdapat dalam sumber-sumber tertulis, khususnya buku buku yang dihasilkan para penulis sebelumnya.(paragraf9,hlm390)
Pendekatan yang digunakan dalam penelitiannya itu adalah pendekatan filosofis historis, yaitu penelitian yang menekankan pada upaya untuk menarik nilai-nilai universal yang didasarkan pada informasi yang terdapat dalam kitab suci dan didukung oleh kebenaran sejarah.(paragraf10,hlm390)
 
KRITIK
Dari semua Modal Penelitian Pemikiran Modern Dalam Islam tersebut, saya menilai bahwa Nata telah menggunakan Pendekatan Historis dan Pendekatan Sosiologis. Dan ini Delier Nor yang melakukan  Pendekatan Historis dan Pendekatan Sosiologis. Menurut saya, penggunaan melalui metode dan pendekatan tersebut telah membuat Model Penelitian Pemikiran Modern Dalam Islam yang disampaikan Nata yang dilakukan oleh Delier Noer kurang lengkap karena hanya mewakili landasan filosofis histori yang menghasilkan informasi yang komprehensif mengenai asal-usul dan pertumbuhan gerakan modern Islam dalam bidang pendidikan,sosial dan politik. Dan hanya bisa menjelaskan berbagai peristiwa yang satu dengan lain,tidak secara dengan nyata.
Sedangkan H.A.R. Gibb melakukan Pendekatan dengan menggunakan doktrin-doktrin ajaran Islam sebagaimana yang terdapat dalam Al-Quran dan Al-Sunnah dan bukan dari sumber-sumber yang sudah tidak sejalan dengan doktrin tersebut. Jadi menurut saya penggunaan melalui metode dan pendekatan tersebut telah membuat Model Penelitian Pemikiran Modern Dalam Islam yang disampaikan Nata yang dilakukan oleh H.A.R. Gibb sangatlah lengkap karena bukan hanya dari Al-Quran dan Al-Sunnah saja yang mereka lakukan tetapi juga menggunakan penelitian yang mencoba mendeskripsikan secara mendalam suatu objek dengan menggunakan data-data yang terdapat dalam kajian pustaka, serta didukung oleh data-data historis yang dipercaya.
Dalam buku Nata ini penggunaan bahasanya kurang mudah dipahami tetapi dalam buku Nata ini sudah dijelaskan mana kelebihan dan mana yang kekurangannya
Secara umum, tulisan Nata telah bisa memberikan pengetahuan baru tentang Modal Penelitian Pemikiran Modern Dalam Pendekatan Historis baik menggunakan pendekatan historis,pendekatan sosiologis bahkan menggunakan doktrin-doktrin ajaran islam yang terdapat dalam Al-Quran dan Al-Sunnah. Sehingga saya lebih bisa memberikan deskripsi yang lebih mendalam.
 
DAFTAR PUSTAKA
Nata,abudin.2004.Metodelogi Studi Islam.Jakarta:PT Raja Gravido Persada
Catatan
1. Plagiasi 39%.
2. Review tidak sama dengan ringkasan. Tulisan ini adalah ringkasan, bukan review.
3. Kritik sudah menjurus pada objek, lumayan datar.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *