Model Penelitian Pemikiran Modern dalam Islam

A. Pengertian Pembaruan Islam

Jauh dari persepsi kaum tradisionalis, pembaruan Islam itu sendiri adalah upaya menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang modern. Sehingga, pembaruan Islam bukan berarti mengubah, mengurangi ataupun menambah teks Alquran maupun Al-Hadis, tetapi hanya menyesuaikan keduanya sesuai dengan perkembangan zaman serta kembali kepada Alquran dan Al-Hadis sebagai sumber ajaran Islam yang utama.

B. Model Penelitian Pemikiran Modern Dalam Islam

  1. Model Penelitian Deliar Noer

Penelitian ini bersifat deskriptif analitis yang memenuhi syarat sebagai penelitian sejarah, yaitu sejarah gerakan modern Islam di Indonesia pada tahun 1900-1942 yang dapat dipertanggungjawabkan validitasnya jika disimpulkan secara akademis. Meskipun penelitian ini tidak secara eksplisit mengemukakan latar belakang pemikiran, permasalahan, tujuan, metode dan pendekatan serta kerangka analisis, namun berbagai aspek yang seharusnya ada dalam sebuah penelitian secara keseluruhan sudah tertampung dalam penelitian Deliar Noer tersebut.

  1. Model Penelitian H.A.R. Gibb

H.A.R Gibb melakukan penelitian gerakan modern dalam Islam yang bersifat eksploratif deskriptif atau penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang sepenuhnya menggunakan sumber-sumber tertulis, seperti buku-buku yang dihasilkan para penulis sebelumnya  sebagai bahan–bahan  dalam melakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis historis, yaitu penelitian yang didasarkan pada informasi kitab suci yang didukung oleh kebenaran sejarah untuk menekankan upaya dalam menarik nilai-nilai universal.

Saran atau Kritik

Semakin berkembangnya zaman yang sering dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi yang semakin modern tentunya Islam juga mengalami pembaruan. Namun,  kenyataannya tidak semua umat Islam dapat menerima segala bentuk pembaruan Islam tersebut dengan baik, sebagian umat Islam masih saja ada yang belum mau menerima pembaruan Islam tersebut, karena mereka telah salah persepsi dalam memahami apa yang dimaksud dengan pembaruan Islam itu sendiri. Menurut saya, sebagai umat Islam kita harus bisa menerima segala bentuk pembaruan Islam sesuai dengan perkembangan zaman asalkan kita sebagai umat Islam harus tetap berpedoman pada Alquran dan Al Hadis dan juga tetap menjadikan Alquran dan Al Hadis sebagai sumber ajaran agama Islam.

Dalam Islam digunakan berbagai metode untuk memahami ajaran-ajaran Islam, salah satunya adalah model penelitian pemikiran modern dalam Islam. Kedua model penelitian itu adalah model penelitian Deliar Noer dan model penelitian H.A.R. Gibb. Keduanya berbeda cara penelitiannya dan juga sifat penelitiannya, jika model penelitian Delier Noer menggunakan penelitian yang bersifat deskriptif analitis, berbeda halnya dengan penelitian yang dilakukan H.A.R Gibb yang menggunakan penelitian yang bersifat eksploratif deskriptif. Meskipun keduanya berbeda tetapi diharapkan dengan adanya metode penelitian tersebut, dapat membuat umat Islam lebih memahami Islam secara utuh dan dapat menyelesaikan berbagai konflik agama Islam.

Sekian saran dan kritik dari saya, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

 

Tulisan ini adalah review bab 21 dari Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam.

 

Nama               : Tiara Nurvianti

Kelas/ Prodi    : A/ S1 Perbankan Syariah (Semester 1)

NPM               : 1602100074

 

Catatan

  1. Sudah menjawab pertanyaan dengan baik.
  2. Plagiasi 0%

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *