Model Penelitian Ilmu Kalam

A. PENGERTIAN ILMU KALAM

Ilmu kalam atau teologi merupakan ilmu yang membahas tentang prinsip-prinsip agama atau membahas tentang ketuhanan yang berkenaan dengan sistem kepercayaan agama dengan menggunakan bukti-bukti yang meyakinkan. Sehingga ilmu kalam atau teologi sangat dikenal baik oleh kalangan masyarakat pada umumnya. Hal ini muncul akibat keterkaitan ilmu-ilmu agama di dalam masyarakat.

B. MODEL-MODEL PENELITIAN ILMU KALAM

Penelitian Pemula

  1. Model Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Al-Mutaridy Al-Samarqandy. Dalam model ini membahas tentang yang berkaitan dengan Tuhan. Misalkan membahas tentang sifat-sifat Allah dan perbedaan paham diantara manusia tentang cara Allah menciptakan makhluk.
  2. Model Al-Iman Abi Al-Hasan bin Ismail Al-Asy’ari. Dalam model ini membahas tentang teologi asy’ariah tentang perbedaan pendapat disekitar penanggung arasy, kekuasaan Allah dalam menciptakan alam dan Al-quran.
  3. Model ‘Al-Jabbar bin Ahmad. Dalam model ini membahas tentang paham Muktazillah yaitu kewajiban utamannya dalam mengetahui Allah dalam mengetahui urusan dunia dan akhirat.
  4. Model Thahawiyah. Dalam model ini membahas tentang teologi di kalangan ulama salaf yang diantaranya membahas tentang kewajiban mengimani dan mengikuti ajaran yang dibawa oleh para rasul dan para sahabatnya.
  5. Model Al-Iman Al-Harammain Al-Juwainy. Dalam model ini membahas tentang penciptaan alam yang dibahas oleh jaubar dan pembahasan tentang akidah.
  6. Model Al-Ghazali (w.1111 M.). Dalam model ini membahas tentang ilmu yang diperlukan dalam memahami agama.
  7. Model Al-Amidy (551-631 H.). dalam model ini membahas tentang sifat-sifat yang wajib bagi Allah.
  8. Model Al-Syahrastani. Dalam model ini membahas tentang dua puluh masalah yang berkaitan dengan teologi, diantaranya tentang sifat-sifat azali, tauhid dan tentang Allah sebagai Maha Mendengar.
  9. Model Al-Bazdawi. Dalam model ini membahas tentang perbedaan para ulama dalam mempelajari ilmu kalam tentang keesaan Allah dan penciptaan alam semesta ini.

Penelitian Lanjutan

  1. Model Abu Zahrah. Dalam model ini membahas tentang aliran syi’ah dalam bidang politik dan teologi.
  2. Model Ali Mushthafa Al-Ghurabi. Dalam model ini membahas tentang sejarah pertumbuhan ilmu kalam, yaitu pada zaman nabi Muhammad, zaman Khulafaur Rasyidin dan zaman Bani Umayyah dalam berbagai masalah teologi yang muncul pada zaman tersebut.
  3. Model Abd Al-Lathif Muhammad Al-‘Asyr. Dalam model ini membahas tentang pokok-pokok yang menyebabkan timbulnya perbedaan pendapat di kalangan umat islam.
  4. Model Ahmad Mahmud Shubhi. Dalam model ini membahas tentang ajaran dan tokoh-tokohnya dalam aliran muktazilah dan aliran Asy’ariyah.
  5. Model Ali Sami Al-Nasyr dan Ammar Jam’iy Al-Thaliby. Dalam model ini membahas tentang pemikiran kaum salaf dalam kelebihan dan pandangan kaum salaf terhadal Al-Quran dan Al-sunnah.
  6. Model Harun Nasution. Dalam model ini membahas tentang sejarah timbulnya persoalan-persoalan teologi dalam islam, selain itu juga membahas tentang berbagai aliran teologi islam lengkap dengan tokoh dan pemikirannya.

 

KRITIK DAN SARAN

Menurut ilmu kalam atau teologi merupakan ilmu yang mempelajari ajaran-ajaran yang berkaitan tentang ketuhanan. Didalam masyarakat pada umumnya ilmu kalam dan tauhid ini sangat terkenal baik dan diikuti ajaran-ajarannya.

Ilmu kalam dan teologi ini melakukan beberapa penelitian yang memunculkan berbagai model penelitian. Penelitian yang pertama yaitu penelitian pemula yang memunculkan berbagai  model yaitu model Abu Manshur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Al-Mutaridy Al-Samarqandy, model Al-Iman Abi Al-Hasan bin Isma’il Al-Asy’ari, model ‘Al-Jabbar bin Ahmad, model Thahawiyah, Model Al-Iman Al-Harammain Al-Juwainy, model Al-Ghazali, model Al-Amidy, model Al-Syahrastani, dan model Al-Bazdawi. Sedangkan penelitian yang kedua yaitu penelitian lanjutan yang memunculkan berbagai model penelitian yaitu model Abu Zahrah, model Ali Mushthafa Al-Ghurabi, model Abd Al-Lathif Muhammad Al-‘Asyr, model Ahmad Mahmud Shubhi, model Ali Sami Al-Nasyr dan Ammar Jam’iy Al-Thaliby, dan model Harun Nasution.

Dalam  model-model penelitian tersebut ada berbagai pembahasan misalkan membahas tentang Tuhan, tentang akidah, tentang perbedaan paham diantara manusia, tentang cara Allah menciptakan makhluk dan pembahasan lainnya yang dibahas dalam model penelitian ilmu kalam tersebut.

Meskipun penelitian tersebut memiliki tujuan-tujuan dan pembahasan-pembahasan yang berbeda, namun kita sebagai umat Islam hendaknya menghargai dan memahami model-model penelitian tersebut. Sehingga kita dapat mempercayai adanya Tuhan, mempercayai bahwa alam semesta ini dan Al-Quran diciptakan oleh Tuhan, mengikuti ajaran yang dibawa oleh para rasul dan para sahabatnya dan yang lainnya yang harus kita kita percayai.

Sekian saran dan kritik dari saya, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Tulisan ini adalah review bab 15 dari Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam.

Nama               : Riski Eka Lestari

Kelas/ Prodi    : A/ S1 Perbankan Syariah (Semester 1)

NPM               : 1602100177

 

Catatan.

  1. Tulisan masih berbentuk resume, belum review.
  2. Plagiasi 0%. Bagus.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *