Model Penelitian Pendidikan Islam

A. Pengertian Pendidikan Islam
Pendidikan dapat diartikan perbuatan (hal, cara, dan sebagainya) mendidik, dan berarti pula pengetahuan tentang mendidik, atau pemeliharaan badan, batin yang dijelaskan secara bahasa. Para pakar pendidikan pada umumnya menggunakan kata “tarbiyah” istilah dalam bahasa arab.

B. Aspek-aspek Pendidikan Islam
Pendidikan Islam memiliki beberapa aspek dan aspek tersebut dapat dilihat dari segi cakupan materi, filsafatnya, sejarahnya, kelembagaannya, sistemnya, dan dari segi kedudukannya sebagai lmu. Pendidikan Islam mencakup dari segi sejarah atau periodenya, yaitu:

1. Periode pembinaan Islam yang berlangsung pada zaman Nabi Muhammad SAW. Masa ini ketika Nabi menerima wahyu dan pengangkatan sebagai Rosul, menjadikan sempurnanya ajaran Islam hingga menjadi warisan budaya umat Islam. Masa ini berlangsung lebih kurang selama 23 tahun.

2. Periode pertumbuhan pendidikan Islam yang berlangsung sejak zaman Nabi Muhammad wafat sampai akhir masa bani Umayyah dengan berkembangnya ilmu-lmu naqliyah.

3. Periode kejayaan penddikan Islam, yang bermula pada masa Daulah Abbasiyah sampai dengan jatuhnya baghdad. Pada masa ini ilmu yang berkembang adalah ilmu akliab, timbulnya madrasah serta memuncaknya perkembangan kebudayaan Islam.

4. Periode kemunduran pendidikan Islam sejak jatuhnya baghdad hingga jatuhnya Mesir ke tangan Napoleon sampai masa kini, hal tersebut disebabkan karena runtuhnya sendi-sendi kebudayaan Islam dan berpindahnya pusat-pusat pengembangan kebudayaan ke dunia barat.

5. Periode pembaharuan pendidikan Islam yang dimulai dari penduduk Mesir oleh Napoleon sampai saat ini, yang ditandai dengan kebangkitan kembali umat dan kebudayaan Islam.

Segi kelembagaan pendidikan Islam yaitu mengenal pendidikan yang dilaksanakan dirumah, masjid, pesantren, dan madrasah dengan berbagai macam sistem, corak, dan pendekatannya. Lembaga-lembaga pendidikan Islam dalam periodenya mencakup lembaga pendidikan Islam zaman Rosulallah, zaman Khulafaur rasyidin, zaman Umayyah, dan zaman Abbaiyah dan Andalusia.

C. Model Penelitian Ilmu Pendidikan Islam
Ilmu pendidikan dapat dibagi menjadi tiga bagian, dilihat dari segi objek kajiannya, yaitu :

1. Ada pengetahuan ilmu. Mencakup tentang hal-hal atau objek-objek yang empiris dengan melakukan penelitian ilmiah.
2. Pengetahuan filsafat, pengetahuan tentang objek-objek yang abstrak logis, dengan cara berfikir dan teori-teorinya bersifat logis.
3. Pengetahuan mistik, pengetahuan yang objek-objeknya tidak bersifat empiris, dan tidak terjangkau pula dengan logika. Objek ini hanya diketahui melalui dengan merasakan batin dan latihan atau dengan cara yang lain. Contohnya hal-hal yang gaib.

 

Saran atau kritik

Menurut saya, pengetahuan pendidikan Islam itu harus sepenuhnya dijaga kualitasnya agar tidak terpengaruh oleh budaya apapun terutama budaya barat. Masyarakat harus benar-benar menjaga kebudayaan pendidikan Islam itu sendiri, peran dari setiap indvidunya juga mempengaruhi karena penddikan Islam itu menjadikan terbentuknya akhlak yang baik, sopan santun, tata krama dan norma.

Salah satu faktor yang mempengaruhi tentang pendidikan Islam juga yaitu lingkungan hal tersebut dikarenakan lingkungan merupakan media pertama dan utama yang secara langsung berpengaruh terhadap sikap dan perilaku individu. Keluarga merupakan wadah pertama untuk mengajarkan pendidikan Islam, salah satunya dengan metode belajar mengaji, masuk ke pesantren atau ke madrasah.

Sekolah atau madrasah merupakan lanjutan dari pembinaan keluarga yaitu mendidik secara fokus, teratur dan terarah. Di madrasah atau sekolah diajarkan teori-teori dan pengetahuan yang dapat membimbing perilaku seseorang dalam bermasyarakat. Pendidikan masyarakat merupakan pendidikan bagi individu yang terakhir setelah sekolah.

Peran masyarakat yaitu bagaimana masyarakat bisa memberikan dan menciptakan suasana yang kondusif bagi setiap individu untuk tumbuh dengan secara baik. Ketika individu melakukan hal yang menyimpang dalam masyarakat, masyarakat mempunyai kewajban untuk membenarkan dan merubah perbuatan bruk yang dilakukan, agar nilai pendidikan Islam yang diperoleh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat diterapkan dengan baik.

Sekian saran dan kritik dari saya, semoga apa yang saya sampaikan dapat membantu dan bermanfaat. Atas perhatiannya, saya ucapkan terma kasih.

 

Tulisan ini adalah review bab 19 dari Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam.

 

Nama : Tesa Wandiri
Kelas / Prodi : A / S1 Perbankan Syariah
NPM : 1602100196

 

Catatan

  1. Plagiasi 0%
  2. Baiknya kritik/saran ditujukan pada model penelitiannya, bukan pendidikannya. Karena fokus bab tsb adalah model/metodologi penelitian, bukan pendidikan.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *