Peran Sosial Gerakan Remaja Masjid Pasca Reformasi

GERAKAN REMAJA MASJID DAN PERAN SOSIAL PEMUDA di INDONESIA PASCA REFORMASI

Masyarakat perlu hidup bersama-sama. Masyarakat juga perlu bersosialisasi. Bersosialisasi sebagai salah satu alat untuk dapat memahami agama islam, karena banyak masalah sosial yang berkaitan dengan agama islam. Setiap masyarakat pasti akan mengalami perubahan dalam hidupnya (Nata: 2011, 39). Agama islam mengajarkan kepada kita agar dapat bersosialisasi antar anggota masyarakat, beribadah secara bersama-sama di masjid itu lebih banyak pahalanya daripada ibadah sendirian. Orang tua mengajarkan anak-anak mereka agama, dan bagaimana cara bersosialisasi di lingkungan. Para orang tua mengenalkan agama sejak dini. Misalnya mengenalkan masjid sebagai tempat ibadah dan mengaji. Agama dapat membentuk takwa, pribadi yang sholeh dan baik hati serta kreatif dan beretika sopan santun. Di desa-desa banyak suatu kegiatan keagamaan yang berunsurkan agama. Remaja-remaja yang ada dilingkungan sekitar haruslah bersosialisasi ke masyarakat. Remaja-remaja tersebut harus aktif dalam organisasi keagamaan karena di masa inilah mereka mulai mencari jati dirinya dan harus memiliki pribadi yang baiik. Ada suatu organisasi yang terbentuk karena inisiatif dari remaja-remaja dan masyarakatnya, organisasi itu adalah Organisasi Remaja Masjid. Organisasi ini merpakan organisasi kumpulan remaja dan kegiatan remaja terhadap lingkungan masyarakat dan masjid. Organisasi ini banyak beranggotakan remaja-remaja yang kreatif dan melakukan berbagai kegiatan di dalam masjid maupun luar masjid. Aktivitas sosial yang mereka lakukan dilingkungan masyarakat dimaksudkan untuk mengajak dan menjadi contoh baik bagi usia dibawahnya. Pada umumnya kegiatan yang mereka lakukan bertempat di masjid namun terkadang juga di luar masjid. Remaja ini melakukan aktivitas yang bermanfaat dan beribadah di masjid. Organisasi ini didukung oleh masyarakat karena organisasi ini positif bagi remaja. Aktifitas yang ada dalam organisasi ini meliputi, dakwah, sholawat al-berjanji, dagang-dagang, bersih-bersih masjid, mengadakan lomba-lomba serta bazar. Gerakan remaja masjid yang seperti ini mendapat respon positif dari masyarakat (Kaelany: 2000, 157). Remaja-remaja ini menjadi lebih aktif dalam melakukan kegiatan yang menyangkut kemasyarakatan. Masjid juga dapat menjadi sarana pendidikan. Dengan adanya risma ini remaja dapat menghargai masjid, menghargai sesama anggota , dan menghargai setiap permasalahan yang ada dalam masyarakat. Remaja mempunyai peran penting dalam masyarakat, remaja melakukan unsur-unsur baik dalam masyarakat. Remaja harus memiliki agama yang kuat karena merekalah yang menjadi tuntunan dan contoh karena mereka mengikuti organisasi keislaman. Di desa-desa sering kali dijumpai remaja yang setiap solat berjamaah di masjid dan senang berkunjung di masjid tetapi ada pula remaja yang tidak pernah sama sekali beribadah bersama-sama di masjid. Nah, pada masalah inilah peran remaja masjid harus bisa mengajak mereka agar beribadah dan berkunjung ke masjid dan menjelaskan betapa indahnya masjid itu dan betapa nyamannya saat berada di dalam masjid. Ustatd dalam risma memandu segala kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Ustatd juga mengajarkan kita bagaimana caranya beribadah yang baik dan betapa pentingnya agama bagi manusia. Organisasi remaja masjid ini dapat mempererat tali silaturahmi antar anggota dan masyarakat. Risma selain aktif dalam kegiatan, mereka juga aktif dalam sosialisasi di masyarakat terutama dalam memahami kondisi dalam masyarakat,terutama dalam persoalan agama. Banyak masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya agama dan beribadah. Permasalah ini mendorong risma untuk berfikir bagaimana caranya agar permasalahan ini terselesaikan. Risma melakukan penilitian terhadap permasalahan ini dan mencari solusi yang baik. Semoga remaja-remaja sekarang menjadi remaja yang inovatif, kreatif, dan berakhlak mulia serta cinta akan masjid. Semoga organisasi remaja masjid dapat menjadi contoh yang baik, menjadi organisasi yang lebih baik lagi dalam berinovasi, berkreatifitas, dan keaktifannya dalam masyarakat (Bransika: 2009, 17-20)

REFERENSI

Bransiska, dien muhammad ismail. 2009. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Yogyakarta. 17-20.
HD, Kaelany. 2000. Islam dan Aspek-aspek Kemasyarakatan. Jakarta. Bumi Aksara.
Nata, h abuddin. 2011. Metodologi Studi Islam. Jakarta. Rajagrafindo Persada.

Nama : Diana Nur Sena Wati
kelas : B
Prodi : S1 Perbankan Syariah IAIN Metro Lampung

 

Catatan

  1. Belum menjawab pertanyaan terkait peran Risma di kampungmu.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *