Tradisi Keislaman di Desa Bangunrejo

 

NAMA           :           RIRIN DESMAWATI

NPM               :           1602100061

KELAS          :           A / S1 PERBANKAN SYARIAH

TUGAS          :           METEDOLOGI STUDI ISLAM

 

 

TRADISI YANG MASIH DILAKSANAKAN DI DESA BANGUN REJO

 

  1. Menaruh Sesajen Di Perempatan Jalan

Sesajen tersebut ditaruh diwadah yang cukup lebar, yang diwadah tersebut cukup untuk menaruh isi sesajenan, isi dari sesajenan tersebut yaitu bunga, ayam yang dimasak(ingkung), membakar dupa atau kemenyan, segelas air kopi dan teh.

Hal tersebut dilakukan secara turun temurun untuk menghormati roh nenek moyang terdahulu yang dilakukan setiap malam jumat kliwon, namun tradisi tersebut lama-kelamaan jarang dilakukan karena semakin tahun semakin beda pandangan di masyarakat sekitar, dengan bedanya pandangan tersebut ada cara yang lain untuk menghormati nenek moyang yang sudah tidak ada, dengan cara melakukan yasinan dengan berdoa secara bersama-sama setiap malam jumat dengan cara tersebut dapat menjauhkan masyarakat dari musyrik, terhadap sesajen-sesajen tersebut.

 

  1. Solat tolak bala bersama

Maksud dari solat tolak bala sendiri adalah untuk menolak atau menjauhkan dari hal-hal yang dapat merugikan solat tolak bala sendiri solat tolak bala sendiri sudah biasa dilakukan dilingkungan saya setiap tahun atau setiap musim tanam disawah pelaksanaannya sendiri dilakukan dengan cara solat berjamaah bersama masyarakat dilingkungan sekitar tempat tinggal saya, serta melakukan doa secara bersama-sama.

Maksud solat tolak bala sendiri menjauhkan desa dari hal-hal yang tidak diinginkan, harapan agar petani tidak mengalami gagal panen, dan di jauhkan dari hal tersebut juga lebih mendekatkan masyarakat kepada sang maha kuasa.

 

  1. Punggahan atau megengan

Di desa saya pada bulan ruwah mengadakan punggahan tepatnya pada akan menjelang puasa maupun lebaran kurang dari 1 minggu, sedangkan menjelang puasa dilaksanakan 1 hari sebelum puasa.

Yang dilaksanakan dimushola yang diawali dengan berdoa bersama dan melaksanakan solat isya berjamaah, tujuannya untuk menyambut bulan puasa dan menjelang lebaran.

Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun dilaksanakan secara bersama-sama dengan masyarakat sekitar bangun rejo, dengan diawali solat isya terlebih dahulu, lalu berdoa setelah itu makanan atau berkat yang dibawa masing-masing oleh masyarakat lalu dibagikan dan di makan secara bersama-sama.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *