Tradisi Budaya dan Pesantren di Kampung Saya

Nama : Mia Sulistiowati
Npm : 1602100045
Prodi / Kelas : S1 Perbankan Syari’ah / A

“ Tradisi Budaya Yang Ada Disekitar Tempat Tinggal Saya “

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, karena terdiri atas berbagai suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah serta agama yang berbeda-beda. Keanekaragaman tersebut terdapat di berbagai wilayah dari sabang sampai merauke. Kebiasaan hidup itu menjadi satu bangsa yang tangguh. Dengan semboyan “ Bhineka Tunggal Ika”, kita jadikan kebiasaan menjadi modal untuk pembangunan.

untuk mengenal lebih dekat tradisi budaya di daerah tempat tinggal saya salah satunya adalah :
1) Berkunjung atau takziah ke kuburan sebelum puasa Ramadhan dan sebelum lebaran Idhul Fitri kebiasaan ini dilakukan oleh seseorang karena mereka ingin mengirim do’a kepada orang tua atau saudaranya yang telah meninggal dunia.

2) Kenduri atau yasinan yang dilakukan setelah ada orang yang meninggal dan itu dilakukan sampai 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari. Yasinan ini dilakukan untuk mengirim do’a kepada orang yang telah meninggal dan juga untuk menutupi segala dosanya dan menerangkan jalannya kemudian untuk melebarkan liang kuburnya.

3) Suroan, pada malam suro banyak orang begadang dan biasanya didaerah tempat tinggal saya ada hiburan seperti orgenan, tetapi yang menanggap orgen tersebut orang-orang yang memiliki sebuah organisasi, organisasi tersebut itu adalah (WL) biasanya dia melakukan atau merayakan malam suro dengan awalan membaca surah yasin dan melakukan kegiatan lainnya atau mengasah imunya, setelah itu semua dilakukan baru mereka bersenang-senang.

4) Pengajian harian, biasanya dilakukan para ibu-ibu dan bapak-bapak, kalau ibu-ibu biasanya dilakukan pada hari jum’at setelah shlat jum’at dan pengajian bapak-bapak dilakukan pada malam jum’at setelah shlat isya’. Pengajian itu rutin dilakukan karena untuk membaca tahli dan mengirim do’a kepada sesepuh atau keluarga yang lainnya.

Kemudian ada tradisi Pesantren
Menurut saya dipesantren memiliki tradisi seperti :
a. Istighotsah
b. Tahlilan rutin
c. Shalawatan
d. Mengaji kitab kuning

1) Tradisi istighotsah biasanya dilakukan setiap malam jum’at dan para santri setiap malam sesudah maghrib selalu membaca tahlilan dan surat yasin, dan kemudian para santri rutin juga membaca shalawat setiap malam jum’at. Dan malam selasa. Setelah para santri membaca shalawat dan istighotsah, biasanya kebiasaan tersebut untuk mempererat tali silaturahmi dan juga ada acara kembul (makan bareng)

Tradisi psantren lainnya yaitu mengaji kitab kuning yang dilakukan setiap malam sekitar pukul 21.00 – 23.00 wib. Yaitu untuk mendalami sebuah pengetahuan yang harus diketahui dan dilaksanakan. Kemudian ada acara tahunan didalam pesantren yaitu, memperingati hari santri, tepatnya tanggal 22 oktober. Hari santri nasional itu dilakukan atau dirayakan oleh para santriwan dan santriwati. Cara mereka merayakannya yaitu dengan membuat acara secara ramai-ramai atau bersamaan.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *