Budaya Keislaman di Lingkungan Saya

 

Di masyarakat sekitar saya meyoritas masih melakukan tradisi-tradisi keislaman. Seperti halnya masyarakat jawa umumnya mempunyai kebiasaan- kebiasaan yang sering dilakukan hingga sekarang terutama pada masyarakat yang beragama islam. Kebiasaan – kebiasaan ini tidak lepas dari peran agama yang di anut oleh masyrakat jawa. Tradisi – tradisi ini dipertahnkan karena sudah dilakukan secara turun menurun. Salah satu contohnya seperti :

Ketika masyarakat desa mengadakan acara hajatan biasanya orang yang mengadakan acara tersebut melakukan tradisi dengan cara memasang sesajen di belakang rumah untuk menghindari turunya hujan dan supaya memperlancar jalanya acara sampai selesai.

Sewaktu para petani sudah memanen semua padinya biasanya padi tersebut ada yang di jual dan ada yang tidak di jual. Kemudian mereka menjemur padi tersebut guna untuk mengeringkan padi supaya tidak lembab. Ketika menjemur biasanya mereka menaruhkan bawang merah di atas sapu lidi tersebut dengan cara menusukan bawang merah tersebut di atas sapu lidi itu. Fungsinya supaya suasana selalu cerah dan selalu panas, tidak menimbulkan turunya hujan.

Yasinan juga salah satu tradisi di masyarakat – biasanya yasinan di adakan malam jumat atau ketika ada tetangga atau kerabat yang meningggal biasanya selama  7 hari berturut – turut tetap diadakan yasinan. Karena sudah menjadi tradisi sejak jaman dahulu. Guna untuk mendoakan orang yang sudah tidak ada.

Dalam tradisi jawa orang yang masih hamil ketika sudah  menginjak 7 bulan biasanya mengadakan acara tujuh bulan. Acara tujuh bulanan tersebut sudah menjadi salah satu  kebiasaan orang jawa  . biasanya acara tujuh bulan mempunyai ciri khas sendiri yaitu menggunakan petisan atau rujak , yang di dalamnya berisi tujuh buah macam yang berbeda. Tujuh buah yang berbeda mengandung makna tersendiri. Dalam arti bahasa jawa yaitu mitoni, yang artinya suatu kegiatan yang dilakukan pada hitungan ke – 7. Tujuh dari tujuh bulanan tersebut agar bayi dan calon ibu diberi keselamatan sampai lahir nanti, selain itu calon ibu biasanya melakukan siraman atau mandi. Hal ini bertujuan untuk membebaskan calon ibu dari desa, sehingga jika calon ibu melahirkan nanti tidak mempunyai beban sehingga proses kelahiran menjadi lancar.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *