Wewangian, Dupa dalam Tradisi Islam Perspektif Sosiologis Filosofis

nama : Lia Damayanti

npm : 1602100145

kelas : B

Wewangian, dupa atau kemenyan dikalangan masyarakat luas masih banyak yang berangggapan bahwa bau wewangian dari kemenyan hanya sebagai alat  ritual mistik yang digunakan dukun atau untuk penyembahan berhala dan semacamnya. Banyak orang  juga beranggapan bahwa fungsi dari wewangian kemenyan identik dengan pemanggilan arwah para leluhur. Bau dari kemenyan tersebut sebagian orang ada  beranggapan bisa membuat para lelembut dan setan-setan berdatangan mendekati bau dari kemenyan tersebut, yang konon katanya para setan menyukai bau dari kemenyan tersebut.

Banyak masyarakat khususnya negara  diindonesia , yang risih atau tidak suka dengan barang antik dari kemenyan tersebut, sebab dinegara Indonesia kemenyan umumnya disalahgunakan oleh paranormal atau dukun sebagai alat pendukung untuk melakukan kegiatan sesatnya yang berkaitan dengan makhluk halus.

Namun pada kenyataanya, penggunaan kemenyan di Indonesia bukan hanya digunakan oleh para penggemar mistik atau (dukun), ada beberapa orang menggunakan kemenyan pada saat acara slametan, dan ziarah kubur. Khususnya  dipulau jawa yang kental dengan tradisi nya sering mengikutkan kemenyan dalam ritual selametan, atau ziarah kubur. Tidak hanya dipulau jawa saja, bahkan dilampung khususnya didaerah tempat tinggal saya didaerah desa buanasakti apabila melakukan ziarah kubur sebagian orang membawa kemenyan dan membakar kemenyan tersebut disekitar makam, dan dipercaya bahwa pembakaran kemenyan disekitaran makam tersebut akan mempercepat sampainya doa yang telah kita panjakan untuk mendoakan  sang almarhum. Dan dengan dibakarnya kemenyan tersebut dipercaya bahwa sang almarhum menyukai bau dari kemenyan tersebut.

Sebagian kalangan masyarakat juga ada yang menggunakan kemenyan sebagai alat untuk mengharumkan ruangan, karena menurut salah satu hadist nabi, menjelaskan bahwa para malaikat menyukai bau-bau yang wangi dan membenci bau-bau yang busuk.

Seperti halnya kemenyan yang dibakar disekitar makam itu hanyalah sekedar untuk memberi pengharum ruangan pada  tempat tersebut. Maksudnya sebagai pengharum agar tempat tersebut tidak berbau aneh atau semacamnya. Agar yang melakukan ziarah kubur khusyu dalam mendoakan sang almarhum. Penggunaan kemenyan yang bertujuan untuk mengharumkan ruangan, baik untuk melakukan ibadah atau tidak maka hukumnya boleh, bahkan kegiatan tersebut disunahkan.

Namun jika pembakaran kemenyan tersebut dilakukan semata-matu untuk memanggil para arwah leluhur nenek moyang ygang jasadnya telah terkubur itu adalah hal yang mustahil, karena orang yang telah meninggal tidak akan mungkin kembali lagi kedunia ini. Karena mereka yang mati itu tidak akan pernah meninggalkan tempatnya (alam kubur) sampai datangnya hari kebangkitan nanti. Jadi jika ada seseorang yang mengaku bahwa pembakaran kemenyan tersebut dapat mendadangkan arwah leluhur maka yang datang itu hanyalah setan dari bangsa jin yang mengaku sebagai roh yang telah mati. Dan kegiatan pembakaran kemenyan yang dipergunakan sebagai memanggilan arwah leluhur ini hukumnya adalah bid`ah atau sesat karena tidak ada dalilnya yang menyebutkan bahwa fungsi dari kemenyan tersebut adalah untuk memanggil arwah yang telah mati. (natta:2012,29)

Adapula seseorang yang melakukan pembakaran kemenyan pada hari-hari tertentu secara rutin, (seperti pada malam jum`at atau senin) ditempat tertentu seperti didepan pintu atau disekitar makam, hal tersebut sudah mengarah pada kemusyrikan karena adanya keharusan untuk melakukan tindakan tersebut, dan apabila tidak melakukan akan mendapat sial. Hal tersebut tidak boleh dilakukan.

Penggunaan kemenyan halal apabila digunakan untuk pendukung acara-acara keagamaan. Namun, penggunaan kemenyan haram apabila digunakan sebagai alat peranta untuk melakukan hal-hal buruk dan semacamnya, seperti  penggunaan kemenyan yang dilakukan oleh para dukun dalam ritualnya untuk melancarkan ritual buruknya.

Daftar Pustaka

Natta, abuddin. 2012. Metodologi Studi Islam. jakarta

 

Catatan

  1. Agak menjawab pertanyaan
  2. Referensi hanya 1.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *