Pergeseran Tradisi Suroan di Desa Mulyo Asri Tulang Bawang Tengah dalam Perspekrif Sosiologis

Tahun baru umumnya disambut dengan kemeriyahan ataupun pesta kembang api,namun didesa Mulya Asri,Kecamatan Tulang Bawang Tengah tidak dilakukan pesta kembang api. Dalam merayakan atau menyambut tahun baru suroan mereka menyambutnya dengan bekumpul dilapangan melakuakan doa bersama atau kenduri.

  1. Tradisi Suroan pada zaman dahulu

Masyarakat di Desa Mulya Asri berkumpul dilapangan atau tempat terbuka kemudian sampai dilapangan 1 ekor kambing dikorbankan untuk disembelih. Setelah disembelih kemudian kepala kambing tersebut diambil dan dikubur ditengah-tengah lapangan,kegiatan ini dipercaya oleh masyarakat sekitar guna untuk menghormati arwah leluhurnya,menyuburkan tanah di daerah tersebut. Kemudian daging dari kambing yang kepalanya di ambil tersebut dimasak bersama – sama dilapangan setelah matang kemudian daging tersebut dibagikan dan di makan bersama-sama. Dan sebelum dimakan bersama – sama, disajikan bersama dengan nasi kuning dan ingkung beserta  pelengkap lainnya dan kemudian didoakan bersama,seperti keduri dilapangan. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan interaksi social antar masyarakat,dipercayai mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  1. Tradisi Suroan pada zaman sekarang

Masyarakat di Desa Mulya Asri pada saat ini menyambut malam satu ashura dengan berkumpul dilapangan atau tempat yang terbuka. Mereka berkumpul melakukan doa bersama atau sering disebut kenduri dengan makanan seadanya yang di antarkan oleh ibu-ibu yang ada dilingkungan tersebut. Tujuan dari kengiatan ini adalah meningkatkan  interaksi sosial antar masyarakat,mendekatkan diri kepada allah,mengirimkan doa untuk leluhur  dan sanak saudara yang telah wafat/meninggal dunia,meminta kesuburan dan kemakmuran masyarakat Desa Mulya Asri.

  1. KESIMPULAN

Tentu saja dapat kita liat  ada perbedaan tradisi pada zaman dahulu dan zaman sekarang dengan tujuan yang sama yaitu  mendekatkan diri kepada sang pencipta,meningkatakan interaksi sosial antar masyarakat, perbedaan yang sangat terlihat yaitu yang mana pada zaman dahulu ada tradisi penanaman kepala kambing sebagai tumbal atau sesaji yang disembah kan kepada para leluhur  dan pada zaman sekarang hanya berkumpul dan mengadakan doa bersama. Faktor apa yang menyebabkan pergeseran nya tradisi di Desa Mulya asri,semua itu disebabkan karena adanya pengaruh:

  1. Pendidikan

Menunjukkan peranan pendidikan dalam menanamkan rasa loyalitas nasional dan dalam menciptakan keahlian yang sangat di perlukan oleh pembaharuan teknologi.

  1. Ideologi

Suatu alat yang mengubah perilaku dan sikap seseorang

  1. Pengaruh globalisasi

Mendorong berbagai kemungkinan perubahan dunia yang berlansung

  1. Respon dari masyarakat selaku penerima peubahan

Biasanya masyarakat tradisioanal cenderung sulit menerima budaya asing yang masuk kelingkungannya.,namun ada juga yang sudah menerima budaya asing dalam kehidupannya. Ini tergantung dari masing-masing individu, umumnya unsur budaya yang membawa perubahan sosial budaya dan mudah  di terima masyarakat,jika unsur budaya yang mudah menyesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur tersebut

  1. Pengaruh modernisasi

Efek dari modernisasi adalah pergeseran nilai. Hal ini dilihat dari perubahan yang terjadi di dalam masyarakat

  1. Pengaruh budaya
  2. Pengaruh perekonomian

Pengaruh ini yang sangat berpengaruh pada masyarakat yang mana kebutuhan masyarakat sangat tinggi akan tetapi pendapatan yang sangat minim (rendah
)

  1. Mitos dan Kepercayaan Antara Simbol,Makna,Agama
  2. Kurangnya kepedulian masyarakat

Masyarakat sudah banyak meninggalkan atau mengabaikan tradisi-tradisi yang sudah ada sejak nenek moyang atau leluhur

Jadi banyak pengaruh yang mempengaruhi pergeseran tradisi zaman dahulu dan zaman sekarang, Bagi masyarakat islam kejawen makna simbol-simbol budaya dalam agama sangatlah berarti, semuanya tergantung pada bagaimana kita menafsirkannya. Tetapi yang pasti bahwa simbol-simbol budaya merupakan medium yang sangat strategis untuk mencapai tujuan tertentu. Akan tetapi ada juga masyarakat yang beranggapan bahwa menanam kepala kamping untuk tumbah atau sajen pada malam sajen adalah perbuatan yang musyrik.

 

Daftar Pustaka

K.H.SHOLIKIN,MUHAMMAD.2009.Misteri Bulan Suro perspektif Islam Jawa,yogyakarta: Narasi

http://blog-definisi.blogspot.co.id/2015/12/faktor-penyebab-pergeseran-nilai-nilai.html

Dr. Roibin.H, M.HI.2002. MITOS DALAM TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT ISLAM KEJAWEN (Implementasinya Terhadap Perkembangan dan Dinamika Pemikiran Hukum Islam di Indonesia)/ http://syariah.uin-malang.ac.id/index.php/komunitas/blog-fakultas/entry/mitos-dalam-tradisi-keagamaan-masyarakat-islam-kejawen-implementasinya-terhadap-perkembangan-dan-dinamika-pemikiran-hukum-islam-di-indonesia

 

Nama : sindhy apri yani

Kelas : B

Prodi : s1 Perbankan Syariah

 

Catatan

  1. Faktor penyebab pergeseran sudah diidentifikasi. Tetapi belum dianalisis mengapa faktor tertentu berperan dalam pergeseran tsb.
  2. Referensi belum difungsikan dengan baik.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *