Ruwatan Sebagai Kontrol Sosial

Bangsa indonesia merupakan bangsa yang multikultur dimana didalam nya terdapat macam-macam suku bangsa yang berbeda-beda,karna perbedaan suku-suku tersebut mengakibatkan berbedanya kebudayaan dan kepercayaan yang dianut oleh masing-masing daerah ,itulah yang terjadi didaerah saya memiliki kebudayaan dan kepercayaan yang tidak semua daearah menganutnya kebudayaan itu ,kebudayaan meliputi pengetahuan ,kepercayaan ,kesenian ,hukum,mora, adat, berbagai kebiasaan yang diperoleh berbagai masyarat(khalil:2008,130).

Ruwatan ditempat saya masih berjalan karna menurut masyarat disana itu sudah tradisi dan masyarakat yang mempercayai, karna ruwatan mempunyai berbagai manfaat untuk membuang sial untuk diri manusia ,tempat dan daerah ruwatan juga terkadang untuk kesuksesan pada pekerjaan seseorang ,ruwatan juga sangat bermanfaat buat orang-orang yang sakit-sakitan ,untuk anak-anak yang nakal atau bandel dan masih banyak lagi manfaat ruwatan lainnya intinya ruwatan itu membuang kesialan tidak ada salahnya jika kita melakukan iktiar batin yang salah satunya ruwatan . biasanya ruwatan dilakukan dengan cara memberikan air minum yang dikasih garam dan sudah diberikan doa orang yang sudah tua dengan itu diberikan kepada anak yang ingin diruat misalkan kepada anak yang nakal agar tidak nakal lagi anak tersebut diruat dengan cara di berikan air minum dan jika ingin mengruat tempat atau daerah dengan memberikan berbagai sajen atau air minum yang sudah diberikan doa setelah itu ditaruhlah di tempat atau daerah yang ingin diruat misalnya jika ingin mengruat rumah atau daerah dengan cara memberikan ruwatan tadi contohnya rumah yang baru jadi atau daerah yang ingin diruat.adapun proses ruwatan ini yang pertama menyiapkan sesajen semua bahan yang digunakan hasil bumi seperti buah-buahan,sayuran,dan tumpeng.ada dua tumpeng yaitu tumpeng wadon dan lanang.ruwatan merupakan tradisi yang digabung dengan mistik namun dimana dalam membacakan mantra banyak menggunakan istilah-istilah yang terdapat dalam agama islam .masyarakat ini masih mempertahankan tradisi ini karna mereka mengganggap bahwa ruwatan merupakan warisan nenek moyang,dimana nenek moyang dimana faktor yang dianggap significat.jika tidak dilakukan takut mendapat bala.

Manusia tidak akan terpisah dengan kesenian karna manusia tidak akan mampu hidup sendri dan terpisah dari kehidupan masyarat.oleh karna itu manusia itu berbudaya.ruwatan adalah salah satu contoh kebudayaan yang ada didesa saya,ruwatan ini kebiasaan daerah jawauntuk menghindari keburukan seperti menghindari bencana,kesusahan,dan menolak semua hal buruk yang akan menimpa diri kita,peristiwa ini masih terjadi tempat saya karna masyarakat disana biasanya orang mengkaitkan peristiwa satu dengan peristiwa lainnya seperti hal-hal buruk disebabkan dengan peristiwa yang gaib.semakin modrn ruwatan semakin lama semakin jarang tidak seperti dulu lagi yang hampir setiap bulan ,untuk sekarang setaun sekali saja sudah jarang.

Kebatinan yang erat hubungannya dengan masyarakat jawa diatas ,mengandung pengetahuan yang bernilai mistig ,namun sebenarnya fakta yang menunjukan bahwa semuanya berada ditangan tuhan daya tarik terbesar mistik adalah boleh jadi bahwa praktik itu membebaskan dari tuntutan-tuntutan sosial, oleh karna itu mereka menjadi orang yang menghormati tradisi,bagi mereka biarkan saja alam luar seperti apa adanya,biarkan diatur dengan nilai-nilai praktis ,dengan bentuk yang diberikan pada budaya,dengan pemeliharaan keseimbangan dan keselarasan .yang amat perlu diperhatikan dan harus terus-menerus dibina adalah perkembangan batin ,yang menjadi inti segala yang maujud di luar.batin ini,jika beranjak ke jenjang yang lebih tinggi dan ketika ia bener-bener mencapai tujuan ,akan memancarkan cahaya yang mampu menerangi alam sekitar dan menuntun kebenaran(khalil:2008,160)

Semenjak ajara itu berkembang ke berbagai daerah saya,sesuai dengan tujuannya menghapuskan musuh-musuh allah musuh kebenaran dan kehidupan selalu menghadapi rintangan dan hambatan .musuh-musuh itu berusaha menghambat jalan islamiah.satu-satunya jalan keluar dari lingkaran setan itu semua jalan kembali keajaran islam,mengamalkan,berpegang teguh ,kepadanya dan rela mempertahankannya,dengan begitu generasi muda dengan muda menerima ajaran-ajaran islam dengan baik(Ahmad:2008,213
adapun cara-caranya.

a sebagai berikut:
1. Pemperbaiki pemikiran terhadap islam dan memelihara generasi muda dari bahaya yang membawa kelemahan seperti yang berbau-bau mistis
2. Menanam kesadaran untuk berfikir adanya hubungan yang erat dengan keluarga dengan tanggung jawab sosial sesuai ajaran islam.
3. Meyakinkan kepada semua orang bahwa agama adalah agama yang merdeka, persodaraan yang erat antar umat manusia yang beraneka kepercayaan itu (Ahmad:2008,215)
DAFTAR PUSTAKA
Khalil, ahmad. 2008. islam jawa. malang: UIN-malang press.
Ahmad, qodir. 2008. Metodologi pengajaran agama islam. Jakarta: rineka cipta.

 

Catatan

  1. Sudah cukup bagus, tinggal analisisnya yang perlu dipertajam.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *