Maleman dalam Perspektif Antropologis

Maleman merupakan acara yang dilakukan pada malem menjelang H-1 sebelum bulan puasa da hari raya idul fitri. acara ini dilakukan pada malam hari setelah mahgrib sampai menjelang isya. Acara ini hampir sama seperti yasinan tapi yang membedakan di sini adalah.bapak-bapak membawa masing-masing 5 besek per orang, yang berisikan makanan didalamnya.seperti nasi,daging ayam,orek tempe. Dan lain sebagainya. Dan kemudian semua berkumpul menjadi satu di sebuah rumah yang dijadikan sesepuh di desa saya.setelah semuanya berkumpul kemudian membaca doa bersama-sama yang dipimpin oleh seorang pak ustad, ketika doa berlangsung semua yang hadir ber-doa dengan khusyuknya setelah menjelang beberapa saat doa pun selesai.setelah itu antara orang yang satu dengan orang yang lainnya saling bertukaran beseknya. Jadi setiap orang itu membawa pulang besek yang berbeda dengan yang dibawanya tadi. dan setiap orang hanya membawa 4 besek karna yang satu besek lainnya diberikan kepada warga yang tidak bisa ikut serta dalam acara itu di karenakan kekurangan dana untuk membuat besekan.setelah semuanya selesai kemudian pembawa acaranya mempersilahkan semuanya untuk saling bersalam-salaman satu sama lain untuk saling memaafkan kesalahan masinng-masing setelah waktu menunjukan pukul 19.00 acara pun ditutup karena telah memasuki sholat isya.akhirnya acara pun selesai, semuanya pun pulang ke rumah masing-masing.

Dijelaskan bawasannya perspektif antropologis ini adalah cara untuk memahami agama dengan melihat secara langsung praktik atau kegiatan keagamaan didalam lingkungan masyarakat sekitar.jadi perspektif antropologis ini merupakan suatu sistem/cara yang digunakan untuk memahami praktik-praktik agama yang ada di masyarakat.perspektif antropologis ini juga dapat menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitaan dengan keagamaan dan memberikan solusinya sesuai dengan masalah yang terjadi (Nata:2012,35)

Jika dikaitkan dengan perspektif antropologis maka maleman ini merupakan tradisi yang ada di lingkungan daerah saya dan berkaitan swcara langsung oleh manusia dan tidak bisa dipisahkan.karna dengan adanya tradisi ini memberikan dampak yang positif terhadap hubungan antara manusia dengan sesame manusia yang saling membutuhkan dan berhubungan, karna tradisi ini akan terus dilestarikan dan akan menjadi suatu kebiasaan yang tidak akan pernah ditinggalkan oleh masyarakat sekitar.dengan masih dilestarikannya tradisi keagamaan islam yang ada di daerah-daerah akan membwa dampak yang bagus bagi generasi yang akan datang.karena mereka masih dapat melihat keberagaman tradisi yang ada di daerahnya.proses bercampurnya antara islam dengan tradisi lokal antara individu maupun kelompok dalam masyarakat berbaur bersama dengan budaya yang telah dimilikinya. Dalam kondisi yang seperti ini terkadang masyarakat menolak terhadap ajaran baru yang masuk di daerahnya.mengapa demikian? Karena kecintaan masyarakat terhadap budaya lamanya. Karena masyarakat dulu menganggap bahwasannya masuknya ajaran baru akan menghancurkan budaya/tradisi yang sudah mereka lestarikan dan mereka percayai hingga saat ini.menurut mereka ajaran baru hanya akan merusak tradisi lama yang telah merekalestarikan hingga saat ini. Namun lama-kelamaan masyarakat juga akan sadar dan mulai membaur dengan masuknya perubahan suatu ajaran yang baru.
(Nur:2007,17)

Dengan perspektif antropologis ini dapat diketahui bahwasannya agama ternyata berkolaborasi dengan etos kerja dan perkembangaan ekonomi.perspektif antropologis terlihat bahwasannya budaya itu berhubungan dngan agama.dengan masih berkembangnya budaya-budaya lama yang ada di lingkungan masyarakat saat ini akan mendatangkan sejumlah dampak positif seperti adanya rasa saling tolong-menolong sesama masyarakat dan rasa saling menghargai antar sesame tetangga yang ada di sekitar tempat tingga. Jadi kesimpulannya adalah dengan adanya tradisi maleman yang berkaitan dengan perspektif antropologis yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal saya akan menimbulkan rasa saling toleransi dan saling menghargai. Dengan pendekatan antropologis msyarakat dapat melihat secara langsung praktik kebudayaan islam yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

 

Daftar pustaka.
Nata,Abuddin.2012.Metodologi Studi islam.Jakarta:Pt Rajagrafindo persada.
Hakim,Atang Abd.2012.Metodologi studi islam.Bandung:PT Remaja rosdakarya.
Nur,Syam.2007.Madzhab-Madzab Antropologi.Yogyakarta:LKIS.

NAMA PENULIS
Nama: ERNI YULIANA (1602100029)
Mahasiswa semester: 1
Prodi: s1 perbankan syariah kelas: (B)

 

Catatan

  1. Tulisan sudah menjawab pertanyaan. Organisasi ide cukup lumayan.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *