Marhabanan bagi Anak yang Baru Lahir Prespektif Filosofis

Marhabanan adalah tradisi cukur rambut untuk bayi yang baru lahir, biasanya yang masih berumur 35 hari, 40 hari, bahkan juga 6 hari. Tradisi ini sudah menjadi kebiasaan dan sudah menjadi tradisi turun-temurun.

Sejarah munculnya marhabanan ini adalah saat Rasulullah saw lahir, dahulu saat Rasulullah saw lahir diberikan wangi-wangian diatas pusaranya. Jadi marhabanan itu ada yaitu pada saat Rasulullah saw lahir, jadi sudah dari jaman dahulu sekali.(wagiyem, ketua jama’ah pengajian, 2016)

Taburkanlah wewangian Wahai Allah atas pusara Nabi yang mulia dengan bau semerbak dari pada rahmat dan kebahagiaan. Dan lahirlah Nabi Muhammad saw sambil meletakkan dua belah tanggannya di atas bumi dengan mengangkat kepalanya ke atas langit yang tinggi. Demikian itu untuk pertanda pada sikap kepemimpinannya dan ketinggian pangkatnya. Dan memberi isyrarat kepada keluhuran martabatnya melebihi seluruh manusia. Dan sesungguhnya beliau adalah kekasih Allah yang sangat baik tabi’atnya serta perilakunya. ini adalah sebagian arti dari ayat berjanjen yang diceritakan bahwa sejak Rasulullah saw lahir itulah marhabanan ada. (Yusuf:1991,22)

Yang dibaca pada saat marhabanan itu adalah berjanjen yang berisi tentang riwayat-riwayat Rasulullah saw dan sejarah Rasulullah saw. Marhabanan ini juga disebutkan sebagai rasa cinta kepada Rasulullah saw, selain bentuk rasa cinta kepada Rasulullah marhabanan juga dapat digunakan untuk berdakwah. Bacaan yang dibacakan pada saat marhabanan itu disebut sebagai berjanjen yang isinya tentang sejarah dan riwayat Rasulullah saw, semuanya berisi tentang kebaikan. Maka dari itu berjanjen atau marhabanan ini dapat digunakan untuk berdakwah. Bacaan marhabanan juga merupakan puji-pujian dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw.

Bayi yang baru lahir tidak wajib hukumnya jika pada saat memotong rambutnya tidak diiringi dengan marhabanan ataupun berjanjen. Tidak wajib pula untuk merayakan rasa syukur ini dengan bermewah-mewahan asalkan niatnya saja dan tujuannya itu karna Allah swt. Tetapi wajib hukumnya untuk mencukur habis rambut bayi yang baru lahir, karna dipercaya agar segala kotoran yang keluar dari rahim dapat terbuang dan agar rambut baru si bayi tumbuh kembali. Acara marhabanan ini hukumnya sunah.

Upacara cukuran atau marhabanan ini juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah swt atas anugerahnya, karena sudah diberikan anak yang lahir dengan selamat. Marhabanan juga dipercaya agar si bayi dijauhkan dari keburukan, agar selalu diberi kesehatans elalu nantinya, dan untuk mensucikan. Pada pelaksaan upacar cukuran ini bayi digendong oleh ayahnya dan berada diantara para tamu-tamu undangan yang nantinya ayahnya akan berjalan dan berkeliling secara runtut di antara para tamu-tamu undangan yang akan mencukur rambut bayi tersebut secara bergantian. Yang dipersiapkan pada saat upacara cukuran ini adalah gunting kecil yang digantungi perhiasan emas biasanya berupa kalung, gelang atau cincin. Dan disiapkan pula air didlam wadah yang berisikan 7 bunga diantaranya bunga mawar, melati, keanga, kantil dll. Rambut potongan tersebut dimasukan kedalam wadah yang berisi air dan 7 bunga tadi. Lalu ada pula parfum untuk para tamu undangan, jadi tamu yang sudah memotong rambut bayi langsung ditetesi atau diberi parfum. Parfum yang diguankanpun tidak boleh sembarangan. Hanya parfum yang tidak mengandung alcohol saja yang diperbolehkan untuk uapacara cukuran ini. Lalu jika sudah selesai air yang berisi potongan rambut dan bunga-bunga tadi disiramkan ditempat dikuburkannya ari-ari. Jika sudah selesai semua biasanya para tamu undangan saat mau pulang diberikan telur yang dibungkus sangat unik menggunakan kertas warna-warni dan ada bambunya juga dibaluti dengan kertas warna-warni yang tujunnya untuk menggantungkan telur tersebut, dibambu juga diberikan uang 2000 yang distraples.

 

Daftar pustaka

Nata,Abuddin.2012.Metodologi Studi Islam.Jakarta:PT RajaGrafindo Persada.

Arief,Armai.2002.Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam.Jakarta:Ciputan Pers.

Yusuf,Abi.1991.Tarjamah Barzanji Arab dan Latinnya.Surabaya:ANUGERAH Surabaya.

 

Nama                    : Rosiana Dwi Lestari

Kelas/prodi         : B/SI PBS

Npm                       : 1602100065

 

Catatan

1. Sudah bagus. Timggal narasumbernya yang perlu dicantumkan.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *