Empat Bulanan Perspektif Filsafat Islam

Pada zaman dahulu reaksi masyarakat terhadap tradisi sangatlah sengit karena banyak pertentangan di dalamnya menurut peneliti ada yang mengatakan bahwa tradisi itu musyrik tapi ada yang mengatakan boleh dilakukan asal dengan tujuan yang positif bukan yang menuju haram. Tradisi juga dilihat bagaimana cara melakukan tradisi itu apakah benar atau salah, tetapi tradisi juga banyak yang mempunyai hubungan mistik dengan tuhan.  Pembentukan tradisi ini juga karena dorongan masyarakat yang mendukung dengan adanya tradisi. (farhad:2001,63)  (muhammad:2010,43)

Tradisi dalam indonesia sangat beragam disini saya akan menjabarkan sebuah acara empat bulanan atau biasa disebut ngempati tradisi ini dilakukan secara turun temurun dan biasa dilakukan oleh masyarakat jawa, karena jawa biasanya sangat kental dengan tradisi yang seperti itu. Tetapi ada juga masyarakat sunda yang melakukannya tergantung keluarganya itu sendiri mau melakukan empat bulnaan atau tidak.

Tradisi dalam acara empat bulanan ini bisa adanya turun temurun karena dorongan masyarakat yang tidak menolak tentang budaya yang seperti ini, tapi tradisi ini banyak dilakukan oleh masyarakat islam saja. Tetapi ada juga yang melakukan tradisi ini masyarakat hindu tetapi cara mereka ini dengan berdoa menurut agamanya dan yang harus dipersiapkan atau pensajian yaitu pengambean yaitu upacara pemanggilan atman (urip), sambutan yaitu upacara penyambutan atau peneguhan letak atman (urip) si jabang bayi dan jangann yaitu upacara suguhan terhadap menyertai kelahiran bayi antaranya darah,air, darah dan ari-ari. Inilah menurut empat bulanan agama hindu. (abdullah: 1995,275)

Tujuan adanya tradisi empat bulanan menurut islam sebagai tanda syukur seorang hamba kepada tuhannya Allah swt yang telah memberikan anugerah dengan memberi amanah berupa seorang buah hati (anak), telah dimasukkan nya ruh kedalam ibu yang sedang mengandung itu agar menjadi anak yang shaleh atau shalehah. Di dalam agama islam empat bulanan lain lagi biasanya dalam empat bulanan doanya yaitu membaca QS. Al-Mukminun (12-14) inti doanya ini supaya pendidikan aqidah atau keimanan, pintar beribadah, serta akhlak yang bagus.

Setelah membaca doa diatas kemudian pulang tapi sebelumnya kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat jawa yaitu membawa kenduri atau kenduren ini yang isinya nasi lauk serta tak lupa ada bila empat bulana kupat lepat yang dibuat dari ketan yang diberi garam lalu dimasak, beda dengan tujuh bulanan. arti dari ketupat itu supaya kuat bayinya, lepat artinya supaya si jabang bayi selamat sampai kelahiran.

Tradisi ini boleh dilakukan oleh siapa saja karena ini hal baik karena hal ini bisa mendoakan bersama untuk si jabang bayi dan sedekah untuk orang yang datang, tetapi bila tudak mampu untuk melaksanakan empat bulaann maka tidak wajib untuk dilaksankan karena empat bulanan ini memerlukan biaya yang lumayan, tapi bila tak ada biaya maka cukup mendokan bersama keluarga saja.

Tapi sekarang semenjak zaman semakin berkembang atau semakin modern sudah banyak yang tidak percaya dengan adanya empat bulanan jadi sekarang banyak yang tidak melaksanakan empat bulanan tapi lebih sering melakukan tujuh bulanan karena masyarakat berfikir tujuh bulanan itu bayi nya sudah kuat jadi di syukuri saat tujuh bulan, padahal saat syukuran boleh dilakukan kapan saja karena itu hal yang baik, semenjak pergeseran zaman banyak juga yang tidak melakukan hal itu karena menurut masyarakat itu pikiran kuno. (amin:1995,121)

Daftar pustaka

Daftary farhad. 2001. Tradisi-tradisi intelektual islam. Jakarta:Erlangga

Abdullah amin.1995. falsafah kalam. yogyakarta: pustaka pelajar

In’am muhammad. 2010.menuju pemikiran filsafat. Malang: uin malika press

NAMA            : IMROATUL HASANAH

KELAS           : B

PRODI            : S1 PERBANKAN SYARIAH/SEMESTER SATU

STAIN/IAIN JURAI SIWO METRO LAMPUNG

 

Catatan

1. Sudah lumayan. Penggalian data ke para pemuka agama setempat jika dilakukan akan lebih keren.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *