Tradisi Puputan dan Kebutuhan manusia terhadap Agama

Tradasi Puputan dan Kebutuhan Manusia terhadap Agama

Pada dasarnya manusia terikat dengan agama  karena manusia makhluk spiritual yang terikat yang percaya akan adanya Tuhan, dan masih banyak yang bisa digali dan dipahami dalam agama untuk bekal mengarungi kehidupan, mengingat kehidupan berjalan dengan perubahan yang semakin kompleks (Asyafan:2009: 55 ).

Hukum agama(hukum Tuhan) pada hakikatnya adalah melindungi hak dan kewajiban semua orang terhadap orang lain. Hukum-hukum tersebut (wajib, haram aqidah, ibadah dan syari”ah) bukan untuk Tuhan dan kewajiban masing-masing agar tercipta keserasian, keharmonisa, dan keseimbangan.  (Harjoni:2012,51)

 

Agama memiliki beberapa fungsi dalam kehidupan manusia dan masyarakat, seperti:

  1. Agama mampu memenuhi kebutuhan pokok individu dan mengisi kekosongan jiwa manusia.
  2. Agama merupakan pendidikan yang memperbaiki sikap dan tingkah laku manusia.
  3. Agama mendorong manusia untuk bekerja, melarang bermalas-malasan dalam melaksanakan tugas, dan memilih kata sesuai dengan perbuatan sehingga tidak ternilai sebagai sifat-sifat orang munafik.
  4. Agama bertujuan membentuk pribadi yang cakap untuk hidup di dalam masyarakat.
  5. Agama memberikan kepada kita nilai-nilai rohani yang merupakan kebutuhan pokok kehidupan manusia.
  6. Agama merupakan sarana yang menjamin kelapangan dada dalam mewujudkan kebahagiaan individu dan menumbuhkan ketenangan hati pemeluknya.
  7. Agama adalah satu-satunya naungan yang memberikan ketrentraman,ketenangan, dan kebahagiaan hati manusia di dunia dan keridhaan Allah di akhirat.
  8. Agama mengisi kekosongan hati orang yang beriman dengan rasa khusuk dan mendekatkan diri kepada Allah.
  9. Agama mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya,hubungan dengan sesama saudaranya.

Agama merupakan keharusan masyarakat, karena manusia adalah makhluk sosial. Kehidupan sosial tentu menimbulkan interaksi sosial yang akan melahirkan hak dan kewajiban. Setiap orang menyadari hak dan kewajibannya. Interaksi sosial diatur berdasarkan kebaikan, keadilan, dan kemaslahatan bersama,bukan untuk seseorang atau sekelompok tertentu saja. Nilai agama berusaha mewujudkan suatu masyarakat yang bekerjasama pada kebaikan dan ketakwaan. Nilai inilah yang membebankan saling tanggung jawab antar individu dan masyarakat, secara seimbang dalam menjaga kepentingan umum dan kebebasan individu. Dengan demikian kehidupan akan terhindar dari kekacauan dan kehancuran.

Agama melindungi kehidupan duniawi dari bahaya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Karena pengetahuan dan teknologi disamping alat kemajuan, juga sebagai alat penghancur dan pemusnah manusia. Seseorang ilmuan akan semakin taat kepada Allah setiap ia menemukan sesuatu yang baru karena penemuannya itu merupakan tanda-tanda atau bukti-bukti kebesaran Ilahi(Ahmad:2008: 1).

Dengan beberapa fungsi tersebut maka secara jelas jika agama sangat berperan penting terhadap kehidupan manusia.

 

Puputan

Puputan merupakan tradisi orang jawa dari zaman dulu. Puputan ini dilakukan saat kelahiran sang anak. Puputan dilaksanakan setelah tali pusar sang bayi terlepas, biasanya tali pusar bayi dapat lepas setelah bayi berumur 5 hari bahkan sampai satu minggu. Puputan dilakukan saat pagi hari yaitu orang tua dari sang bayi mengundang seluruh keluarga,maupun  tetangga untuk membantu menyiapkan segala kebutuhan untuk genduri di pagi harinya dan siang harinya dilaksanakan sepasaran lalu malamnya diadakan solawatan untuk mendoakan sang bayi.

Hubungan puputan dengan kebutuhan manusia rehadap agama

Puputan cukup berpengaruh terhadap kebutuhan manusia akan agama karena saat seseorang melaksanakan puputan tentu jelas dia megundang saudara maupun tetangga, disitulah akan ada interaksi sosial antar masyarakat dan agama merupakan keharusan masyarakat. Interksi sosial akan menimbulkan hak dan kewajiban dan setiap orang harus menyadari hak dan kewajibannya. Disitulah akan muncul nilai-nilai agama.

Nilai agama berusaha mewujudkan yang bekerjasama pada kebaikan dan ketakwaan, hal ini terjadi didalam puputan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Harjoni, agama Islam dalam pandangan filosofis, Bandung, alfabeta, 2012.

Asyafah Abas, proses kehidupan manusia dan nilai eksistensinya, Bandung, alfabeta, 2009.

Ahmad Qadir, metodologi pengajaran agama Islam, jakarta, reneka cipta, 2002.

NAMA : RISTI ANJARWATI

KELAS : B

PRODI : S1 PERBANKAN SYARIAH

 

Catatan

Tulisan sudah bagus. Hanya saja, pembahasan masih terbelah. Bagaimana tradisi puputan menjawab kebutuhan manusia akan agama belum tuntas terjawab.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *