Tradisi Keislaman di Lingkungan Saya

Nama : Ria Agustina
Prodi : S1 PBS (A)
NPM : 1602100055

 

Seiring berkembangnya zaman, agama islam memiliki budaya yang bermacam-macam di lingkungan masyarakat dan ada yang terjadi secara turun-temurun serta di jaga kelestarian dari budaya tersebut (mentradisi).

Dalam lingkup tempat saya tinggal masih terdapat banyak kebudayaan-kebudayaan islam yang terjadi secara mentradisi, seperti pada saat ada seorang wanita yang mengandung anak pertama dari keluarganya maka pada saat usia kandungan anak itu memasuku usia 7 bulan , maka akan di lakukan sebuah acara yang biasa dalam bahasa jawanya di sebut dengan “miton” . Dan apabila anak pertama ini telah lahir maka akan dilaksanakan lagi yang di sebut dengan syukuran kelahiran.

Acara syukuran ini dilakukan pada malam hari yakni tepatnya pada usia bayi memasuki umur 7 hari , acara ini dilakukan dengan mengundang beberapa tetangga sekitar rumah dan sanak saudara. Di tengah acara berlangsung, bayi akan digendong untuk dicukur atau di potong sedikit rambutnya sebagai sebuah syarat dan di bacakan doa-doa.

Kebudayaan agama islam dalam lingkungan tempat saya tinggal cukup terjaga dan terjadi seperti kewajiban pada setiap waktunya tiba. Seperti halnya ketika akan memasuki bulan suci Ramadhan , warga sekitar lingkungan dekat mushola akan membawa beberapa bingkisan makanan untuk diberikan kepada pengurus mushola guna pada malam harinya tepat 1 Ramadhan akan dilaksanakan do’a bersama memperingati datangnya bulan suci Ramadhan. Pada acara ini akan dilaksanakan makan bersam baik untuk ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak, ataupun pemuda –pemudi (risma). Biasanya acara ini dalam bahasa jawa di sebut dengan “ambengan”.

Hal lain dari kebudayaan agama islam di lingkungan saya , pada saat ada warga yang meninggal dunia pada hari ke-7 ,ke-40 dan setahun lamanya maka akan di gelar kacra kirim do’a oleh keluarga yang di tinggalkan dengan cara mengundang warga sekitar , dan setelah di lakukan acara tersebut warga akan di bagikan bingkisan makanan.
Di lingkungan saya tinggal juga pada saat malam Jum’at warga akan berkumpul pada salah satu rumah warga (bergilir setiap malam Jum’at) untuk melaksanakan “yasinan”. Biasanya dalam acara ini akan di isi dengan membaca do’a-do’a , membaca surah yasin dan akan diisi oleh seorang penceramah juga.

 

Catatan

1. Sudah bagus dalam penggambaran. Tapi abai dalam detil wilayah mana?

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *