Kajian Historis dan Antropologis Buka Puasa Bersama

Bulan suci adalah bulan yang penuh berkah. Banyak umat islam merasakan kebahagiaan saat datangnya bulan suci ramadahan. Banyak kegiatan yang di lakukan di desa banten kecamatan metro, kelurahan metro pusat, dengan metode antropologi dan histori. Antropoligis dalam kamus besar bahasa indonesia didefinisikan sebagai ilmu tentang manusia, khususnya tentang asal-asul, aneka warna, bentuk fisik, adat istiadat, dan kepercayaan pada massa lampau. Historis juga meninjau permaslahan dari sudut tinjauan sejarah, dan menjawab permasalahan serta menganalisisnya dengan metode analisis sejarah.Kegiatan yang di laksanakan sekarang mempunyai sejarah yang panjang, karena dahulu warga sekitar belum mengenal bagaimana silahturahmi yang baik. Sehingga banyak timbul konflik antar warga. Sampai di akhiri dengan munculnya plopor memecahkan permasalahan tersebut. Yaitu bapak saipul sesepu di warga kami. Ia adalah sosok pria yang tegas dan dihormati. Sehingga sampai sekarang jasa yang ia ciptakan tetap di pakai sampai saat ini. Salah satunya kegiatan buka bersamaan yang rutin di laksanakan dari dahulu sampai saat ini. Sehingga kegiatan tersebut berkembang jauh lebih baik. Seperti sekarang di adakannya kegiatan tersebut di tambah dengan kegiatan lainnya. Seperti lomba-lomba yang berpositif dan kegiatan yang memperkuat silahturahmi antar warga, seperti contoh pada saat bulan suci ini para pemuda mengadakan acara buka bersama untuk para warga sekitar. Kegiatan ini sangat rutin di laksanakan. Bedanya buka bersama di daerah banten dengan daerah laen, para warga menserahkan kegiatan yang rutin ini di laksanakan oleh pihak remaja di sekitar. Agar para pemuda lebih belajar pentingnya kebersamaan dan keharmonisan antar warga. Mereka juga mengajarkan kepada kaum muda untuk menjadi penerus yang jauh lebih baik. Baik itu mengajarkan illmu agama maupun ilmu sosial yang baik. Kegiatan kali ini para pemuda mengadakan jauh lebih baik. Yang biasanya hanya sekdar lomba azan. Kali ini jauh lebih banyak kegiatan lainnya. Seperti kegiatan lomba azan, mengaji, dakwah, dan lomba-lomba di luar dari syariah agama. Seperti lomba bola dan bulu tangkis. Kenapa mereka mengadakan kegitan di luar syariah agama, seperti mengaji dan berdakwa. Mereka bermaksud mengadakan, karena kegiatan tersebut mengajarkan silahturahmi yang jauh lebih baik. Karena kegiatan ini di buka untuk umum, baik orang dewasa maupun anak-anak, bahkan para kaum wanita. Untuk kegiatan berbuka biasanya di serahkan oleh kaum wanita muda. Karena wanita yang jauh lebih tahu dari laki-laki. Biasanya mereka menyiapkan bukaan dengan masakan mereka sendiri. Dan ada juga yang membeli. Mereka lebih memilih membuat sendiri karena mereka menyiapkan sarpan tidak hanya sendiri tapi semua kaum wanita muda ikut serta. Biasa yang mereka buat ada sayur asem, sayur toge dan lain-lain, untuk minuman mereka biasanyanya membuat sirupan.

Kajian antropologis dan historis
Antropologis
Antropologis berasal dari bahasa yunani anthropos, artinya manusia/orang, dan logos yang artinya wacana. Antropoligis dalam kamus besar bahasa indonesia didefinisikan sebagai ilmu tentang manusia, khususnya tentang asal-asul, aneka warna, bentuk fisik, adat istiadat, dan kepercayaan pada massa lampau.Secara garis besar, kajian agama dalam antropologi dapat dikategorigan kedalam empat kerangka teoretis, yaitu intlektualis, struktualis, fungsionalis, dan simbiolis.( kodir:2014,113)

Antropologis agama memberitahukan kepada manusia tentang fungsi, asal, dan tujuan manusia. Dari segi sosiologi, agama berusaha mengubah berbagai bentuk kegelapan, kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan, agama juga mengubah masalah ritual ibadah dengan masalah sosial.( Kodir:2014,42)

Pendekatan antropologi dalam memahami agama dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktik keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.( Nata:1998,29)

Historis
Historis adalah ilmu yang membahas berbagai peristiwa dengan menggunakan unsur –unsur tempat, waktu, objek, latar belakang, dan perilaku dari peristiwa tersebut.( Kodir:2014,136.)

Historis juga meninjau permaslahan dari sudut tinjauan sejarah, dan menjawab permasalahan serta menganalisisnya dengan metode analisis sejarah. (Nata:2004,46.)

 

Daftar pustaka:
Nata, abudin.metodologi studi islam. 2004 .jakarta:PT RAJAGRAVINDO PERSADA
Abdul qodir, koko. Metodologi studi islam. 2014.Bandung:PUSTAKA SETIA
Nata, abudin. Metodologi studi islam.1998 .Jakarta:PT RAJAGRAVINDO PERSADA

 

Catatan

1. Di bagian awal tulisan, kajian hiatorisnya sudah disinggung tetapi belum mendalam.

2. Baiknya aspek teori didahulukan baru bicara objek yang dikaji.

3. Salah ketik dan eja masih tersebar.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *