Status Istimewa bagi Pak/Ibu Haji di Kampung Yosorejo Perspektif Sosiologis

Mengkaji Status Istimewa bagi Nama Haji Sesudah Pulang Haji DI DESA YOSOREJO 21A METRO TIMUR

Haji merupakan suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh umat muslim, namun dikerjakan apabila orang tersebut memiliki uang atau dana yang lebih. Dan di setiap daerah atau lingkungan masyarakat pasti memiliki tradisi yang istimewa pada saat sesudah atau sebelum melaksanaknab ibadah haji. Biasanya tradisi itu selalu berkembang dikalangan masyarakat.

Berbicara mengenai tradisi, hubungan antara masa lalu dan masa kini haruslah lebih dekat. Tradisi mencakup kelangsungan masa lalu I masa kini ketimbang sekedar menunjukkan fakta bahwa masa kni berasal dari masa lalu. Kelangsungan masa lalu di masa kini mempunyai dua bentuk : material dan gagasan, atau objektif dan subjektif. Menurut arti yang lebih lengkap, tradisi adalah keseluruhan benda material dan gagasan yang berasal dari masa lalu namun benar-benar masih ada sampai sekarang dan belum dihancurkan, dirusak, dibuang, atau dilupakan.

Di sini tradisi hanya berarti warisan yang enar-benar tersisa dari masa lalu. Kriteria tradisi dapat dilhat lebih dibatasi dengan mempersempit cakupannya. Dalam pengertian yang lebih sempit ini tradisi hanya berarti bagian-bagian warisan sosial khusus yang memenuhi syarat saja yakni yang tetap bertahan hidup di masa kini, yang masih kuat ikatannya dengan kehidupan masa kini. Dilihat dari aspek benda material berarti benda material yang menunjukkan dan mengingatkan kaitan khususnya dengan kehidupan masa lalu. Bangunan istana, tembok kota abad pertengahan, candi dan tradisi keislaman yang ada di indonesia merupakan peninggalan dari masa lalu dan bisa disebut dengan tradisi. Tradisi lahir melalui dua cara, yakni :

  1. Muncul dari bawah melalui mekanisme kemunculan secara spontan dan tidak diharapkan serta melibatkan rakyat banyak.
  2. Muncul dari atas melalui mekanisme paksaan.

Sesuatu yang dianggap sebagai tradisi dipilih dan dijadikan perhatian umum atau dipaksakan oleh individu yang berpengaruh atau berkuasa. Setiap tahunnya pasti tradisi mengalami perubahan, perubahan tradisi juga disebabkan oleh banyaknya tradisi dan bentrokan antara tradisi yang satu dengan yang lainnya. Benturan itu dapat terjadi antara tradisi masyarakat atau antara kultur yang berbeda atau di dalam masyarakat tertentu. Benturan tradisi antar masyarakat atau kultur berbeda telah dikaji secara luas oleh pakar antropologi-sosial, terutama mengacu pada penaklukan kolonial dan juga melalui kontak kultural secara damai antara masyarakat yang sama sekali berbeda termasuk program modernisasi.

Fungsi tradisi :

  1. Sebagai peninggalan dari asa lalu
  2. Memberikan perbandingan
  3. Memberikan simbol identitas suatu wilayah

(Piotr Sztompka:2004.69-77)

Meskipun sekarang ini memasuki zaman teknik modern dan tidak lama lagi akan memasuki milenium ketiga, keberagaman kita tidak sepenuhnya dapat jelas lepas dari pengaruh sinkretik yang diwariskan oleh para pendahulu kita. Dalam konteks tradisi lokal, ulama terbagi menjadi kaum muda dan kaum tua. kaum muda adalah ulama yang mendukung perubahan-perubahan radikal dalam pemikiran islam. Kaum tua adalah kaum yang meyakini bahwa kebenaran dikemukakan dalam ajaran-ajaran ulama besar zaman klasik. (jaih mubarok:2012/190-193)

Dan tradisi zaman sekrang sudah menyebar luas, dan berkembang dikalngan masyarakat, terutama hidup bertetangga. Tetangga adalah keluarga yang berdekatan dengan rumah kita yan perlu mendapatkan perhatian khusus. Tetangga adalah sahabat terdekat kita yang memeberiakn perhatian kepada kita jika kita mengalami sesuatu yang terdesak. Dialah yang lebih mengetahui suka duka kita dan dialah yang lebih cepat tanggap terhadap ita, ketimbang saudara kita yang berada jauh. (burhanuddin salam:2002.20)

Dan tradisi yang berkembang di lingkungan sekitar adalah tradisi sebelum dan sesudah menunaikan ibadah haji. Rasanya tidak afdhal jika kita memanggil orang yang pulang haji tanpa mendahului dengan panggilan pak/bu haji. Ini dikarenakan mulianya perjalanan ibadah tersebut yang merupakan paripurnanya rukun islam yang ke 5, dan disamping karena memang membutuhkan pengorbanan yang besar baik tenaga maupun material. Jadi panggila itu bisa saja di artikan sebagai penghormatan karena telah sukses malakukan acara ritual yang agung.

Tidak ada dalil yang mengatakan jika yang sudah berhaji harus di panggil pak atau bu haji, jadi penggilan itu bersifat budaya atau kebiasaan masyarakat dan tidak ada kaitannya dengan agama.

Biasanya orang yang belum malaksanakan ibadah haji akan terlihat biasa-biasa saja dikalngan masyarakat, amun setelah melaksanakan ibadah haji terlihata atau sering dipandang derajat ya lebih tinggi, karena telah sukses melaksakan ibadah atau ritual agama. Dan sesudah ibadah haji, orang yang telah melaksanakan itu memiliki dampak bagi lingkungan yakni di kenal dengan orang yg lebih religious dan menjadi panutan agama di lingkungan sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

Hakim Atan, Jaih Mubarok.2012.Metodologi Studi Islam.Bandung:PT Remaja Rosdakarya

Salam Burhanuddin.2002.Etika Sosial.Jakarta: PT Rineka Cipta

Sztompka Piotr.2004.Sosiologi Perubahan Soaial.Jakarta:Prenada Media

 

Catatan

  1. Kajian teorinya bagus, tetapi objek kajian tidak tersentuh. Bagusnya bagian objek dikaji lebih serius dan mendalam.

 

NOVIA RATU MEGA

1602100051

MAHASISWA IAIN METRO

PRODI S1 PERBANKAN SYARIAH METRO SEMESTER 1 KELAS B

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *