Panjang Maulud dalam Perspektif Normatif dan Historis

Panjang maulud merupakan salah satu tradisi yang ada di daerah Sri Rahayu II Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah. Panjang maulud merupakan tradisi upacara selamatan yang dilakukan masyarakat Sri Rahayu II dalam memperingati hari lahir nabi muhammad saw atau maulid nabi.

Pelaksanaa tradisi tersebut berupa perayaan dengan mengusung berbagai jenis makanan, mulai dari makanan belum jadi sampai makanan yang sudah jadi, seperti nasi kuning lengkap dengan berbagai jenis saayur-sayuran, daging dan juga telur. Hingga bahan makanan seperti beras dan berbagai macam sembako yang semuanya disusun daalam sebuah tempat yang disebut “panjang”.

A. Mengkaji Panjang Maulud Secara Persepektif Normatif

Adakah unsur universal dalam tradisi tersebut?

Pada umumnya maulid nabi muhammad saw dilaksanakan pada tanggal 12 rabiu’ul awal dalam penanggalan islam maupun hijriyahnya. Tradisi panjang maulud merupakan suatu ajaran yang diyakini bertujuan untuk penghormatan terhadap kelahiran nabi muhammad saw, tradisi ini adalah suatu ajaran yang memiliki nilai yang sangat baik dan tidak melanggar dari suatu ajaran agama islam.

Adapun suatu prosesi perayaan tradisi panjang maulud ini serupa dengan tradisi-tradisi lainya yang bertujuan untuk memperingati kelahiran nabi muhammad saaw. Prosesi peraayaan panjang maulud ini meliputi beberapa hal berikut ini : selamatan, tahlil, do’a, dan hikmah maulud pada malam harinya seperti pengajian dan al-barjanji. (Kuntowijoyo:1991,48)

Tradisi panjang maulud patut kita lestarikan khususnya bagi generasi-generasi penurus masyarakat Sri Rahayu II Kotagajah, karean tradisi ini merupakan tradisi yang sangat mengandung nilai-nilai religi keagamaan yang baik dan tradisi ini juga merupakan tradisi yang bertujuan untuk memperingati maulid nabi muhammada saw. Dilihat dari segi keislamanya tradisi ini tidak keluar dari kaidah dan syariat agama islam dan tidak adapula unsur kemusyrikan ataupun hal-hal yang mengandung mudharat dan juga nilai-nilai keislamanya tetap terkandung didalam suatu tradisi panjang maulud tersebut seperti membaca dzikir dan shalawat al-barjanji. (Kuntowijoyo:1991,48)

B. Mengkaji Panjang Maulud Secara Perspektif Historis

Sejarah munculnya tradisi panjang maulud, apa yang menyebabkan munculnya tradisi tersebut?
Sejarah munculnya panjang maulud di desa Sri Rahayu II Pengagas pertama kali tradisi tersebut adalah bapak syarifudin seorang tokoh masyarakat yang kemudian di bantu oleh para tokoh-tokoh agama yang ada di lingkungan sekitar, masyarakat Sri Rahayu II di kenal masyarakat yang sangat religius tentang nilai keagamaannya sangat kental sekali, asal mula munculnya tradisi tersebut, dilihat dari latar belakang bapak syarifudin menginginkan kembali semangat juang dan persatuan umat dengan cara merefleksikan dan mempertebal kecintaan Nabi yang disambut luar biasa oleh seluruh kaum muslimin. (Abdullah:1987,105)

Selain aktifitas yang memiliki jam terbang yang tinggi para tokoh masyarakat Sri Rahayu II mengerahkan tujuan kehidupan bagi masyarakatnya yang akan dituju. Mereka inipun menentukan nilai-nilai etika dalam pergulatan kehidupan masyarakat setempat.

Para tokoh agama, biasanya yang memiliki pengaruh perubahan bagi suatu masyarakat dalam pergulatan kehidupan ini. Peran tokoh mampu merubah sebuah tradisi yang tadinya memiliki nilai rendah, tokoh pula yang dapat membangkitkan suatu tradisi yang berniali tinggi.

Kemudian para tokoh agama di lingkungan sekitar memiliki pemikiran ataau gagasan suatu tradisi yang bisa membangkitkan gairah masyarakat sekitarnya, yaitu tradisi panjang maulud tradisi ini muncul karena pemikiran para tokoh agama dalam memperingati hari lahirnya nabi muhammad saw, di samping itu tradisi panjang maulud ini berisikan nilai-nilai religius yang mampu membangkitkan nilai keagamaan didaerah Sri Rahayu II, itulah latar belakang munculnya tradisi panjang maulud di lingkungan masyarakaat Sri Rahayu II Kotagajah. (Hidayat:1995,12)

Rujukan
Abuddin,Nata. 2004.Metodologi Studi Islam.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sutan Takbir Alisjahbana, 1986.Antropologi Baru.
Jakarta: Dian Rakyat.

Nama Penulis : Agus Makroji
NPM: 1602100003
Mahasiswa Semester 1 Kelas B
Prodi Perbankan Syariah IAIN Metro

 

Catatan

1. Sudah cukup bagus dalam uraiannya. Tinggal pemantapan penggunaan referensi dalam pengembangan analisis.

2. Para tokoh yang menjadi nara sumber perlu dicantumkan.

3. Masih ada salah ketik dan eja.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *