Mengkaji Tradisi 1 Muharram dalam Perspektif Fikih

Model menurut Harun nasution mempunyai perhatian terhadap fiqih penelitiannya dalam judul islam di tinjau dari berbagai aspeknya.penelitiannya ringkas, tetapi mendalam terhadap hukum islam dengan menggunakan pendekatan sejarah.pengembangan fiqih di bagi menjadi empat periode yaitu nabi, periode sahabat, periode ijtihad, dan periode taklid.periode ini di jalankan dengan mode penelitian yang telah di susun oleh harun nasution itu sendiri, penelitian itu adalah penelitian eksploratif, deskriptif, dengan menggunakan pendekatan sejarah. .(kodir, 2014, hlm 115)

Model menurut Neol j .coulson menyajikan hasil penelitian yang bersifat deskriptif analitis ini menggunakan pendekatan sejarah.ia mengatakan bahwa pobrem yang mendasar saat ini adalah adanya pertentangan antar ketentuan-ketentuan hukum tradisional yang di nyatakan secara kaku pada satu pihak dan ketentuan- ketentuan masyarakat modern pada pihak lain. .(kodir, 2014, hlm 115)

Model menurut Muhammad atho mudzhar tujuan penelitian yang di lakukan adalah mengetahui materi fatwa yang dikemukakan menelis ulama Indonesia (mui)serta latar belakang social politik yang melatarbelakangi timbulnya fatwa. .(kodir, 2014, hlm 115)

Suro’an adala.h kata lain dari pada 1 muharrom.yang mana pada malam 1 muharrom itu telah dijadikan suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat disekitar tempat tinggalku, di daerah gunung batin baru, terusan nunyai lampung tengah. Pelaksanaa tradisi tersebut berupa perayaan dengan mengusung berbagai jenis makanan, yang pada dikumpulkan oleh masyarakat atau warga sekitar dan dikumpulkan di masjid terdekat atau di prapatan jalan untuk didoakan dan diadakan makan bersama. ,(nata, 1998, hlm 43)

A. Mengkaji 1 muharram menggunakan perspektif fiqih
Sejak kapan asal tradisi 1 muharram ada didaerah tempat tinggalmu?
Fiqih atau hukum islam merupakan salah satu bidang studi islam yang paling dikenal oleh masyarakat. Karena fiqih terkait langsung dengan kehidupan masyarakat, dari sejak lahir smpai dengan meninggal dunia telah berhubungan dengan fiqih. nata,2004, hlm 42)

Pada umumnya 1 muharram sudah ada pada zaman para wali yang menyebarkan agama islam di Indonesia. Khususnya didaerah saya yang tepatnya diwiilayah desa gunung batin baru kecamatan terusan nunyai lampung tengah. Tradisi 1 muharram masuk karna ada sesepuh atau orang tua yang dihormati, dia mengajarkan suatu ajaran yang mengajarkan untuk bersyukur kepada allah swt.

Keadaan fiqih Nampak menyatu dengan misi agama islam yang kehadirannya untuk mengantur kehidupan manusia agar tercapai ketertiban dan keteraturan, dengan rosulullah. Sebagai actor utaanya yang melaksanakan aturan-aturan hukum tersebut.

Adapun suatu prosesi perayaan tradisi1 muharram ini serupa dengan tradisi-tradisi lainya yang bertujuan untuk tahun baru islam. Prosesi peraayaan 1 muharram ini meliputi beberapa hal berikut ini : selamatan, tahlil, do’a, dan hikmah tersendiri pada 1 muharram. Dahulu kala tradisi 1 muharram didaerah saya masih jarang ditemui karna desa tersebut masih sedikit warga yang tinggal dan rata rata masih asli warga pribumi.

Desa Gunung batin didirikan pada tahun 1834, yang terdiri dari 22 tokoh yang mendirikannya. Sekitar tahun 1980 seorang ustadz dari jawa timur datang dan menetap di desa gunung batin dan dya mengajarkan tradisi tradisi keagamaan di jawa pada masyarakat masyarakat asli desa gununng batin. Dizaman sekarang anak muda mulai mengetahui tentang tradisi tradisi agama tersebut, banyak juga ulama ulama yang mengajarkan tradisi agama menurut pendapat mereka masing masing, menurut mereka tradisi ini sangat penting diadakan karna dengan ini masyarakat dapat mempererat tali silaturahmi dan saling berbagi antara satu sama yang lain.

Daftar pustaka
Nata, abuddin. 2004. metodilogi studi islam.jakarta: rajawali pres
Abdul kodir, koko, 2014, metodilogi studi islam. Bandung :pustaka setia
Nata, abuddin. 1998. metodilogi studi islam.jakarta: rajawali pres

 

Catatan

Belum ada upaya mengkaji tradisi yang dimaksud dalam perspektif fikih.

Yang Tak Kalah Menarik

Written by