Mengkaji Nasi Tumpeng dalam Perspektif Sosiologis-Ekonomis

A. Pengertian Nasi Tumpeng

Tumpeng adalah cara penyajian makanan beserta lauk pauknya dalam bentuk kerucut yang merupakan tradisi orang Jawa. Berbentuk kerucut karena merupakan gambaran dari kondisi geografis pulau Jawa yang memiliki gunung berapi, tepatnya gunung semeru.

Nasi tumpeng biasa dihidangkan ditempat bundar yang berisikan lauk pauk dan sayur sayuran yang mudah didapat didaerah tersebut dan juga menyehatkan jika dimakan, tidak mengandung unsur yang tidak baik untuk tubuh.

 

B.Pengertian dan Hubungan Nasi Tumpeng dengan Unsur Persepektif, Ekonomis, dan Sosiologis

Persepektif adalah sudut pandang mausia dalam opini dan kepercayaan atau yang lainnya. Contoh: cara melihat atau sudut pandang kita ketika melihat tradisi nasi tumpeng disekitar rumah kita.

Sosiologis adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan ikatan antara manusia. Contoh: saat kita melihat dan mendengar ada kegiatan atau acara nasi tumpeng tersebut disekeliling rumah kita, kita selanjutnya ikut menghadiri acara tersebut untuk kepentingan hidup saling terikat antar manusia satu sama lain.

Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari aktifitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan juga konsumsi terhadap barang dan jasa. Contoh: saat kita mengadakan acara kebudayaan nasi tumpeng tersebut, kita harus memikirkan pengeluaran yang mungkin terjadi saat kita membuat hidangan tersebut. Ini dimaksudkan agar kita bisa cermat memilih bahan makanan agar bisa dimanfaat sebaiknya dan supaya tidak terbuang dengan mubazir.

Jadi dari unsur persepektif  kita dapat pahami bahwa pandangan manusia dan opini tentang nasi tumpeng yang diartikan sebagai rasa syukur kepada Allah terhadap rezeki yang telah diterimanya.

Dari unsur sosiologi nasi tumpeng dapat diartikan sebagai unsur dari hidup yang saling berdampingan dengan masyarakat lain. Dengan acara nasi tumpeng kita dapat berkumpul dengan masyarakat lain dan saling berinteraksi secara langsung dan saling menjaga toleransi.

Dari unsur ekonomi nasi tumpeng dapat diartikan sebagai unsur kegiatan produksi,distribusi, dan konsumsi. kegiatan konsumsi adalah kegiatan yang dimaksudkan menggunakan atau menghabiskan sesuatu. Ini berati kalau kita sudah dibuatkan sesuatu , maka kita harus menghabiskannya. Jika kita tidak menghabiskannya maka kita termasuk oran orang yang mubazir.

 

C. Nasi Tumpeng Kedalam Zakat

Zakat mempunyai beberapa arti. Zakat berasal dari kata zaka yang berarti tumbuh dengan subur, zakata sebagaimana yang terdalam didalam AlQuran adalah suci dari dosa. Makna lain adalah al barokatu yang berarti keberkahan, al inamma yang berati pertumbuhan dan perkembangan, al khotaharu berarti kesucian. Jika pengertian ini dihubungkan dengan tradisi kebudayaan nasi tumpeng, maka ini adalah termasuk kedalam unsur zakat. Hal ini dikarenakan nasi tumpeng adalah saling berbagi keberkahan yang bertujuan dalam unsur interaksi sosial saat acara itu dilaksanakan (sosiologis) dan unsur untuk saling bekerja sama dan saling gotong royong untuk kegiatan produksi atau kegiatan membuat nasi tumpeng tersebut untuk disuguhkan kepada masyarakat.

Jika kita tidak menghabiskan suatu makanan yang telah disuguhkan kepada kita dengan maksud baik, maka kita wajib menghabiskannya karena itu adalah perintah dari Allah . Hal ini termasuk kedalam surat Al Bayyinah ayat 3 yang berbunyi “dan mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan mengiklaskan ketaatannya kepadaNya.

Zakat mengajarkan kita untuk saling berbagi ke sesama makhluk hidup lainya yang ada di bumi ini. Jika kita tidak memberi zakat kepada orang lain maka kitaakan berdosa,sepertiyang diibaratkan didalam periwatan HR.Bukhari dan Muslim ” seseorang akan masuk neraka akibat kematian kucing yang dikurungnya, tidak diberi makan dan tidak diberi kesempatan untuk mencari makan sendiri hingga mati kelaparan”.

 

 

Catatan

  1. Referensinya mana?
  2. Tidak ada catatan perut.
  3. Baiknya lebih fokus ke analisis sosiologi-ekonomi, tidak perlu sampai membahas zakat. Hehe

 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *