Analisis Sosiologis atas Afirmasi Mayarakat Gunung Sugih terhadap Bacaan Doa Bangun Tidur di Speaker Masjid

A. Pengertian Sosiologi

Istilah sosiologi berasal dari kata Latin, socius dan kata Yunanti, logos. Socius berarti ‘teman atau ada bersama orang lain’. Logos berarti ‘ilmu atau berbicara’. Sosiologi berarti berbicara atau ilmu mengenai masyarakat. Lebih rincinya, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari unsur-unsur pokok dalam masyarakat, proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial dan masalah sosial yang ada dalam masyarakat.

Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat yang muncul sebagai reaksi terhadap gejolak-gejolak sosial yang terjadi pada masanya. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan telah memenuhi syarat-syarat sebagai ilmu pengetahuan yaitu empiris, kumulatif, teoritis, dan nonetik.

Sosiologi dapat bersifat murni atau terapan. Sosiologi murni mencari pengetahuan baru sedangkan sosiologi terapan lebih mencoba untuk terus menggunakan pengetahuan sosiologi untuk masalah-masalah praktis. Fungsi sosiologi sebagai ilmu murni misalnya meneliti tentang kenapa ada bacaan doa bangun tidur di masjid setiap sebelum subuh. Dan jika dalam ilmu terapan akan mengkaji bagaimana cara orang yang membaca doa bangun tidur itu tidak membacanya lagi di hari yang akan datang.

B. Membaca Doa Bangun Tidur

Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur

Artinya: segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada allah akan bangkit.

Doa bangun tidur banyak manfaatnya untuk diri kita. Manfaat doa bangun tidur:

  1. Melatih kita agar selalu ingat kepada Allah setelah bangun tidur.
  2. Untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah yang masih memberikan kita umur panjang.
  3. Untuk mententramkan hati kita
  4. Mendapatkan pahala

C. Analisis sosiologi terhadap doa bangun tidur dari speaker masjid

Dari beberapa masyarakat yang saya wawancarai banyak terdapat perbedaan jawaban dari mereka. Itu karena mereka tidak mengerti tentang apakah doa bangun tidur harus dibacakan di speaker masjid atau hanya dibaca diri sendiri pada waktu baru bangun tidur. Ada warga yang tidak masalah dengan doa bangun tidur itu karena kalau melarang takut dosa. Adapula warga yang menganggap itu baik karena bermanfaat untuk membangunkan orang-orang yang mau kerja. Tapi ada juga warga yang kesal karena waktu tidur dia terganggu oleh orang yang membacakan doa bangun tidur itu.

Doa bangun tidur yang dibacakan waktu sebelum subuh itu juga sebenarnya banyak manfaat nya untuk masyarakat. Karena setelah orang tersebut membaca doa itu kemudian orang tersebut mengaji hingga waktu subuh tiba sehingga enak didengar oleh warga sekitar.

 

Daftar Pustaka

Murdiyatmoko, Janu. 2007. Sosiologi Memahami dan Mengkaji Masyarakat,Bandung:Grafindo Media Pratama

Andreas Suroso,2008,Sosiologi1,Jakarta:Yudhistira

 

Catatan

Sistematika tulisan sudah bagus. Tinggal pendalaman penggalian data. Kalau wawancara lebih detil, tentu akan lebih bagus lagi. Cantumkan juga siapa saja narasumbernya. 

Yang Tak Kalah Menarik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *